SNOW

SINGAPORE DAY 1: CHANGI - YORK HOTEL - MARINA BAY SANDS

Akhir pekan kemarin menyenangkan sekali! Kami sekeluarga besar liburan ke Singapura dengan tujuan utama bawa bocah-bocah alias Snow dan sepupunya, Asa ke Universal Studios Singapore.

Selama sebulan sebelum keberangkatan, hampir setiap hari Snow dan Asa menunjukkan ketidaksabaran mereka. Ada saja tingkah laku Snow, mulai dari berniat tidur di kamar tantenya dengan alasan, "Supaya bangun-bangun langsung di hari kita berangkat ke Singapura!" atau pas dibangunkan untuk mandi sebelum ke sekolah ia malah bertanya, "Kita ke Singapura hari ini, kan?" Hahaha! Saya sampai geleng-geleng kepala. Semuanya karena ia diperlihatkan foto Universal Studios Singapore ketika dijelaskan ke mana tujuan liburan kami.

Akhirnya, setelah menunggu sekian lama, datang juga hari keberangkatan kami ke Singapura. Di Sabtu pagi, kami jalan ke bandara Soekarno-Hatta jam 6.30 untuk naik pesawat jam 8.00. Kami bersembilan berangkat naik 3 taksi Bluebird yang sudah dipesan sejak malam hari, sedangkan untuk pesawatnya kami memilih Lion Air. Sempat ragu pas dengar cerita-cerita penumpang pesawat Lion Air penerbangan domestik yang bagasinya dibongkar, tapi untungnya hal tersebut nggak terjadi pada kami.

P1210194.jpg
Singapore_Day_1_Marina_Bay_Sands_York_Hotel.jpg

Kami tiba di Singapura sekitar jam 11 siang, lalu makan siang sebentar di McDonald's di Changi Airport sebelum kemudian naik taksi ke York Hotel tempat kami menginap selama 3 hari 2 malam. Untuk 9 orang, kami menyewa 2 Superior Room (1 dengan Queen Bed, 1 dengan 2 Twin Beds) dan 1 Deluxe Family Room (dengan 1 Queen Bed dan 2 Twin Beds). Kalau kalian mau lihat seperti apa kamar-kamarnya bisa cek di situsnya di sini. Menurut saya York Hotel ini nyaman sekali. Kamarnya sesuai dengan yang ditampilkan di situs, interior hotelnya nyaman di mata, menu sarapannya enak dan setiap hari ada yang berbeda, koneksi Wi-Fi lancar, dan karyawannya ramah-ramah serta sangat membantu. Selama menginap di sini, kami sama sekali tidak mengalami masalah apa pun. Kalau mau reservasi kamar, York Hotel sudah terdaftar di berbagai situs seperti Traveloka ataupun tiket.com.

Singapore_Day_1_Changi_Airport_York_Hotel_Marina_Bay_Sands.jpg
Singapore_Day_1_Changi_Airport_York_Hotel_Marina_Bay_Sands.jpg
Singapore_Day_1_Changi_Airport_York_Hotel_Marina_Bay_Sands.jpg
Singapore_Day_1_Changi_Airport_York_Hotel_Marina_Bay_Sands.jpg
Singapore_Day_1_Changi_Airport_York_Hotel_Marina_Bay_Sands.jpg
Singapore_Day_1_Changi_Airport_York_Hotel_Marina_Bay_Sands.jpg
Singapore_Day_1_Changi_Airport_York_Hotel_Marina_Bay_Sands.jpg
Singapore_Day_1_Changi_Airport_York_Hotel_Marina_Bay_Sands.jpg
Singapore_Day_1_Changi_Airport_York_Hotel_Marina_Bay_Sands.jpg
Singapore_Day_1_Changi_Airport_York_Hotel_Marina_Bay_Sands.jpg
Singapore_Day_1_Changi_Airport_York_Hotel_Marina_Bay_Sands.jpg

Kami nggak berlama-lama di hotel, hanya check in, meletakkan koper-koper dan leyeh-leyeh sebentar. Setelah itu, kami mulai jalan-jalan, deh! Tujuan di hari pertama adalah ke Marina Bay Sands. Dari York Hotel, kami jalan kaki menuju Paragon Shopping Centre Orchard kemudian ke 313 Somerset untuk naik MRT dari sana. Dari Somerset ke Marina Bay Sands, biaya MRT-nya adalah 2 dolar Singapura per orang dengan waktu perjalanan sekitar 15 menit. Selama ini Snow selalu ingin naik kereta, ternyata akhirnya ia kesampaian naik MRT di Singapura. Anaknya senang banget!

Singapore_Day_1_Changi_Airport_York_Hotel_Marina_Bay_Sands.jpg
Singapore_Day_1_Changi_Airport_York_Hotel_Marina_Bay_Sands.jpg
Singapore_Day_1_Changi_Airport_York_Hotel_Marina_Bay_Sands.jpg

Sampai di Marina Bay Sands, yang pertama kali kami lakukan adalah Sampan Rides. Hahaha! Sebenarnya ini kegiatan lucu-lucuan untuk menghibur Snow dan Asa saja. Kalau biasanya ke mal di Jakarta mereka suka naik kereta mainan, di Marina Bay Sands mereka bisa naik sampan. Nggak semua anggota keluarga ikutan naik, saya dan adik ipar saya, Ninis (yang sudah berangkat duluan ke Singpura dan janjian dengan kami di sana) hanya menemani bocah-bocah. Untuk naik sampan ini biayanya 10 dolar Singapura per orang. Menurut saya mahal sih, tapi sekali saja untuk menghibur anak-anak tidak apa-apa.

Singapore_Day_1_Changi_Airport_York_Hotel_Marina_Bay_Sands.jpg
Singapore_Day_1_Changi_Airport_York_Hotel_Marina_Bay_Sands.jpg
Singapore_Day_1_Changi_Airport_York_Hotel_Marina_Bay_Sands.jpg
Singapore_Day_1_Changi_Airport_York_Hotel_Marina_Bay_Sands.jpg
Singapore_Day_1_Changi_Airport_York_Hotel_Marina_Bay_Sands.jpg

Setelah naik perahu kami makan di food court Marina Bay Sands yang pilihan makanannya banyak banget dan enak-enak! Bawa 10 dolar Singapura per orang sudah dapat porsi makanan yang super mengenyangkan. Sayang saya lupa foto food court ataupun makanannya karena sudah kelaparan. Hahaha! Nah, di depan food court ada atraksi Digital Light Canvas. Walaupun untuk orang dewasa atraksi ini akan terlihat biasa saja, yang menghibur bagi saya adalah reaksi Snow ketika ia berlari-lari di atas lantai yang berupa layar digital yang menampilkan ikan-ikan yang bergerak sesuai langkah kaki di atas layar tersebut. Untuk menikmati atraksi ini, biayanya adalah 5 dolar Singapura per orang.

Singapore_Day_1_Changi_Airport_York_Hotel_Marina_Bay_Sands.jpg
Singapore_Day_1_Changi_Airport_York_Hotel_Marina_Bay_Sands.jpg
Singapore_Day_1_Changi_Airport_York_Hotel_Marina_Bay_Sands.jpg
Singapore_Day_1_Changi_Airport_York_Hotel_Marina_Bay_Sands.jpg

Setelah semua kenyang, puas cuci mata dan belanja (kalau mau tahu daftar brand yang ada tokonya di Marina Bay Sands lihat di sini), kami duduk-duduk di area outdoor Marina Bay Sands untuk menikmati pemandangan sekitar dan udara segar. Sore itu ramai sekali di area outdoor tersebut, karena sedang ada latihan perayaan hari kemerdekaan Singapura untuk tanggal 9 Agustus. Kalau kalian lihat baik-baik, di foto di bawah ini, terlihat titik-titik merah putih di bagian kanan itu sebenarnya adalah kumpulan orang-orang yang turut serta meramaikan latihan perayaan kemerdekaan. Banyak banget, kan? Sudah berjejer pula orang dengan kamera dan tripod untuk menangkap momen latihan tersebut yang dimeriahkan dengan pertunjukan pesawat jet, helikopter, tank serta kembang api.

Singapore_Day_1_Changi_Airport_York_Hotel_Marina_Bay_Sands.jpg
Singapore_Day_1_Changi_Airport_York_Hotel_Marina_Bay_Sands.jpg
Singapore_Day_1_Changi_Airport_York_Hotel_Marina_Bay_Sands.jpg
Singapore_Day_1_Changi_Airport_York_Hotel_Marina_Bay_Sands.jpg
Singapore_Day_1_Changi_Airport_York_Hotel_Marina_Bay_Sands.jpg
Singapore_Day_1_Changi_Airport_York_Hotel_Marina_Bay_Sands.jpg
Singapore_Day_1_Changi_Airport_York_Hotel_Marina_Bay_Sands.jpg

Ketika beberapa tank menembak ke udara dan pesawat-pesawat jet beterbangan, Snow sempat terkejut mendengar bunyinya dan kemudian menangis. Kasihan tapi gemas juga lihatnya! Hihihi...

Dari Marina Bay Sands, kami memutuskan untuk pulang kembali ke York Hotel naik MRT lagi. Kami sengaja pulang lebih cepat karena ingin menyimpan energi untuk keesokannya ke Universal Studios Singapore.

Singapore_Day_1_Changi_Airport_York_Hotel_Marina_Bay_Sands.jpg
Singapore_Day_1_Changi_Airport_York_Hotel_Marina_Bay_Sands.jpg
Singapore_Day_1_Marina_Bay_Sands_York_Hotel_Changi.jpg
Singapore_Day_1_Changi_Airport_York_Hotel_Marina_Bay_Sands.jpg
Singapore_Day_1_Changi_Airport_York_Hotel_Marina_Bay_Sands.jpg

Sebenarnya di Marina Bay Sands masih banyak sekali hiburan yang bisa dieksplorasi, ada SkyPark dengan kolam renang tanpa batas, Spectra yang merupakan pertunjukkan air mancur dan lampu, Sands Theater dengan pertunjukan pentas ala Broadway, dan ada ArtScience Museum. Kalau kalian ingin tahu lengkapnya apa saja yang dapat dieksplor di Marina Bay Sands dan biayanya berapa, bisa cek di siniAnyway, ada pilihan lain juga kalau kalian malas ke Marina Bay Sands yang suasananya seperti mal atau hotel dan lebih ingin main-main di tempat yang hijau-hijau alias taman. Kalian bisa ke Singapore Botanic Gardens dan di sana ada tempat bermain untuk anak yang namanya Jacob Ballas Children's Garden yang direkomendasikan oleh teman saya Glenn Prasetya. Saya sendiri dulu pernah ke Singapore Botanic Gardens tapi belum pernah ke Jacob Ballas Children's Garden tersebut, makanya tertarik juga untuk ke sana kalau kembali ke Singapura dengan Mono dan Snow.

Apakah kalian sudah pernah mengunjungi semua tempat ini? Berbagi cerita tentang pengalaman kalian di sini, dong! Pasti akan membantu teman-teman yang mencari informasi tempat wisata di Singapura.

SUMMER SNOW JONES, MY LITTLE REBEL

IMG_8606.JPG

Beberapa bulan terakhir, Snow sudah bisa marah-marah dan melawan. Galak banget pula! Suatu hari pas saya melarangnya mencolek krim dari seloyang kue yang masih mau disimpan, bocahnya mengamuk. Dia menangis, memukul saya (walaupun belum ada tenaganya), kemudian mengatakan ke saya dengan nada tinggi, “Aku nggak mau lagi main sama mama!” Tentu saja saya tidak mengambil hati perkataannya - namanya juga anak kecil.

Kemudian sempat juga Snow mencakar dada dan menendang kaki saya waktu saya berusaha menggendongnya ke mobil untuk berangkat sekolah sementara Snow maunya nonton kartun saja di rumah. Perilakunya disertai teriakan penuh amarah dan lempar-lempar tisu selama perjalanan di mobil.

Adegan Snow lempar-lempar benda pun nggak berhenti sampai di situ. Snow juga sempat melayangkan bukunya waktu sedang diajarkan membaca oleh ayahnya - Mono memang cukup galak sama Snow perihal belajar.

Saya sempat menceritakan ini ke Kania Anggiani, seorang teman yang sudah memiliki dua anak. Ia pun menceritakan bahwa anaknya juga sempat melalui fase ini, memukul atau menendang ketika melampiaskan kemarahan atau kesedihannya. Di akhir obrolan itu kami sepakat, kalau anak lagi marah atau menangis, daripada melarang mereka mengekspresikan kemarahannya atau kesedihannya dengan mengatakan “Nggak perlu pakai marah (atau menangis), ya..” yang mungkin akan bikin mereka lebih histeris, lebih baik didik mereka untuk boleh merasakannya dan menyalurkannya tapi dengan cara yang tidak destruktif. Ini adalah awal memperkenalkan mereka dengan kesadaran kesehatan mental, lho... Salah satu cara saya: ajak anak berpelukan. Misalnya, saya akan katakan ke Snow, “Snow marah (atau sedih), ya? Boleh kok, sini peluk mama, boleh sekuat-kuatnya sampai nggak marah (atau sedih), ya...” Biasanya Snow akan jadi lebih tenang. Anak kecil dan orang dewasa itu sama, sebagai manusia terkadang kita cuma butuh orang untuk bersandar ketika kita sedang marah atau sedih. Benar nggak? Kalau mood Snow sudah ceria lagi, baru saya ajak ngobrol membahas alasan keinginannya belum atau tidak dipenuhi.

Saya berbagi cerita ini untuk sesama orangtua, agar tidak merasa sendirian atau berkecil hati jika anak juga sedang melalui fase ini. Banyak sekali orangtua yang juga mengalami, jadi tidak perlu malu. Ini justru kesempatan kita sebagai orangtua untuk menunjukkan ke anak bahwa kita siap mendengarkan keluh kesah mereka - menjadi tempat mereka untuk bersandar.

Kalau kalian ada cerita nggak mengenai perilaku anak, ponakan atau adik yang mulai dapat melampiaskan kemarahannya? Do share your story on the comment section below! Jangan lupa tulis juga nama akun Instagram kalian. 5 orang yang ceritanya paling menarik akan saya beri hadiah berupa NYX Powder Puff Lippie. Saya akan umumkan pemenangnya di Instastory saya pada tanggal 5 Agustus 2018.

*Diperpanjang hingga tanggal 8 Agustus 2018 jam 12 malam. Pengumuman pemenang pada tanggal 9 Agustus 2018.

Habis sharing cerita kalian, kalau tertarik boleh baca rekomendasi artikel dari Woop.id berikut yang masih bersangkutan dengan cara bersikap ketika anak mulai melawan.

SUDAH TIDAK JAMANNYA LAGI MEMUKUL ANAK, SAATNYA MEMILIH DISIPLIN POSITIF

OUR SHORT GETAWAY TO BALI - PART V: CHILLIN' ON THE BEACH

Menulis judul post ini saja bikin saya kangen momen pertama kali kami bertiga ke pantai. Sebenarnya sebelumnya kami sudah dua kali ke pantai dengan Snow, tapi yang pertama bareng sama keluarga besar sehingga suasananya lebih heboh dan yang kedua kali Snow belum terlalu kuat memorinya maupun kemampuan komunikasinya sehingga yang ketiga kali ini terasa seperti pertama kali membawa Snow ke pantai. Melihat Snow sangat bersemangat, kekagumannya, dan mungkin karena private beach Alila Seminyak yang luas, bersih, nggak terlalu ramai, didukung desir ombak, langit dan awan yang terlihat begitu syahdu sore itu. 

Alila_Seminyak_Beach.jpg

Sesungguhnya nggak terlalu banyak cerita dari sesi bermain kami di pantai. Kami benar-benar cuma duduk-duduk, ngobrol, dan membantu Snow mencari pecahan-pecahan kerang. Bocahnya ternyata nggak mau berenang di pantai gara-gara pas baru jalan ke arah pantai, Snow sempat terdorong ombak sampai jatuh ke pasir. Hahaha! Mungkin suatu hari kalau sudah agak lupa kejadian itu atau ketika sudah lebih besar dan berani, dia nanti mau berenang di pantai.

Alila_Seminyak_Beach.jpg
Alila_Seminyak_Beach.jpg
Alila_Seminyak_Beach.jpg
Alila_Seminyak_Beach.jpg
Alila_Seminyak_Beach.jpg
Alila_Seminyak_Beach.jpg

Nikmat banget ya, cuma duduk di pantai sore-sore sambil melihat apapun yang ada di depan mata. Anjing-anjing yang sedang diajak jalan-jalan, helikopter yang terlihat begitu kecil di langit penuh awan, ekspresi wajah Snow yang kesilauan saat menunjuk helikopter tersebut, serta kepiting-kepiting kecil yang meninggalkan jejak bola-bola pasir kemudian buru-buru masuk ke dalam lubang.

Alila_Seminyak_Beach.jpg
Alila_Seminyak_Beach.jpg
Alila_Seminyak_Beach.jpg
Alila_Seminyak_Beach.jpg
P1130867.jpg
Alila_Seminyak_Beach.jpg
Alila_Seminyak_Beach.jpg
Alila_Seminyak_Beach.jpg

Dan tentunya, senyum lebar Snow yang memperlihatkan kepuasannya akan kumpulan pecahan kerang yang ditemukannya dan dapat ia bawa pulang dengan kantong kecil yang sebenarnya adalah topi saya. Hihihi! Apa memori terindah kalian saat mengajak anak ke pantai? Cerita, dong!

Alila_Seminyak_Beach.jpg
Alila_Seminyak_Beach.jpg
Alila_Seminyak_Beach.jpg

OUR SHORT GETAWAY TO BALI - PART III: POOL TIME AT ALILA SEMINYAK

Melanjutkan cerita pada post saya yang terakhir, setelah saya scenic cycling, saya janji sama Snow mau berenang bareng. Ngomong-ngomong soal berenang, kolam renang di Alila Seminyak itu banyak banget - kalau nggak salah ada 5. Salah satunya terletak persis di depan kamar kami. Karena waktu kami menginap itu saat hari kerja, jadi hotelnya lagi lumayan sepi, sehingga kolam renangnya pun jadi serasa milik sendiri - yang berenang cuma saya, Snow, serta Sara Robert dan Sarah Ayu yang juga sedang mengikuti rangkaian acara IZIPIZI.

P11s30669.jpg

Saya pernah menulis di post Instagram bahwa salah satu hal yang saya perhatikan saat memilih hotel tempat menginap itu adalah desain lansekapnya, termasuk pilihan tanaman hiasnya. Hahaha! Kalau tanaman hiasnya nggak terawat, nggak ditata dengan cantik, rasanya jadi merusak pemandangan dan bukannya bikin santai malah bikin saya gemas lihatnya. Saya suka banget lihat tanaman hias di Alila, termasuk yang di sekitar kolam renang ini. Cantik, nyaman dipandang, bikin betah berenang lama-lama.

Selain itu, kolam renang yang terawat dan bersih juga jadi perhatian saya. Coba bayangkan kalau kolam renang airnya keruh, banyak daun mengambang, airnya bau. Pasti bikin malas berenang!  Hotel bintang 5 bukan jaminan kolam bersih, lho... Tapi senangnya, di Alila Seminyak, kolam renangnya terawat dan bersih sekali. Kolam yang di depan kamar kami ini juga 'ramah' untuk anak-anak, karena ada bagian yang tidak dalam, sehingga Snow masih bisa jalan-jalan di bagian tersebut.

Pool_Time_Alila_Seminyak.jpg
Pool_Time_Alila_Seminyak.jpg
Pool_Time_Alila_Seminyak.jpg

Meskipun kolamnya ada bagian yang tidak dalam dan saya menemani Snow berenang, Snow tetap saya pakaikan pelampung untuk keamanannya. Plus, supaya saya nggak terlalu lelah gendong-gendong Snow di kolam renang. Saya sempat dapat banyak pertanyaan mengenai pelampung Snow waktu saya mengunduh foto Snow mengenakannya di Instagram. Pelampungnya Snow yang berbentuk swim jacket ini merknya Konfidence, dibelikan mertua saya dari Birds & Bees Baby. Snow juga punya baju renang dari merk ini dengan pelampung yang sudah dimasukkan pada baju renangnya - waktu itu saya dihadiahkan oleh Birds & Bess Baby juga, tapi saya lebih merekomendasikan yang bentuk swim jacket, periode pemakaiannya bisa lebih lama dibanding yang bentuknya baju renang - yang akan lebih cepat tidak muat di tubuh Snow begitu ia membesar. Saya juga lebih suka warna dan desain pelampung yang model swim jacket ini, dengan ritsleting depan dan velcro strap untuk menjaga agar ritsletingnya tidak terbuka. Bahannya neoprene dan soft Lycra yang lembut, nyaman, lebih memberikan rasa hangat sekaligus 100% memberikan perlindungan dari sinar UV pada area yang menutupi tubuh. Warna kuning terang pada bagian belakangnya membantu supaya anak lebih eyecatchy ketika sedang bermain, jadi nggak gampang hilang dari pengawasan orangtua. Bentuk swim jacket tanpa lengan ini juga memudahkan Snow menggerakkan lengannya untuk belajar berenang dibanding menggunakan pelampung di lengan. Berkat pelampung ini, saya juga jadi nggak deg-degan kalau Snow heboh terjun-terjun ke kolam renang.

Pool_Time_Alila_Seminyak.jpg
Pool_Time_Alila_Seminyak.jpg
Pool_Time_Alila_Seminyak.jpg
Pool_Time_Alila_Seminyak.jpg

Selama berenang, Snow kelihatan semangat banget. Semangatnya jadi berlipat-lipat ganda karena ada Sara dan Sarah yang mengajaknya main di kolam renang. Snow heboh tertawa cekikikan, memanggil-manggil Sara, Sarah dan saya, meminta kami mengikuti gerakannya, melihat di lompat ke kolam dan sebagainya. Kami beruntung Sara dan Sarah senang main sama anak kecil, jadi momen berenang kami jadi lebih menyenangkan. Sayang, Sarah nggak sempat saya foto di sini, tapi yang memotret foto saya berdua dengan Snow ini Sarah, lho... We truly had a fun time at the pool that day. Habis berenang, kami siap-siap ke pantai, deh!

Pool_Time_Alila_Seminyak.jpg
Pool_Time_Alila_Seminyak.jpg
Pool_Time_Alila_Seminyak.jpg
Pool_Time_Alila_Seminyak.jpg
Pool_Time_Alila_Seminyak.jpg
Pool_Time_Alila_Seminyak.jpg
Pool_Time_Alila_Seminyak.jpg

SHOP HERE

SNOW STORY TIME: MY LITTLE FLOWER GIRL

Petra_Sihombing_Firrina_Wedding.jpg

Hari Jumat kemarin adalah hari pernikahan kedua teman baik kami Petra dan Firrina, dan pertama kalinya Snow bertugas menjadi flower girl! Jadi rasa senang saya dan Mono hari itu berlipat-lipat. Senang karena akhirnya Petra dan Firrina resmi jadi suami istri sekaligus melihat Snow yang menggemaskan pakai kostum flower girl mengiringi mereka ke altar sambil menebar bunga. Berikut saya berbagi foto-foto Snow dan suasana acara pemberkatan dan resepsi yang kami hadiri. Sebelumnya, jangan berharap banyak foto Petra dan Firrina, ya... Hihihi! Ada beberapa, tapi kebanyakan yang saya pajang di sini foto-fotonya Snow, soalnya judul post-nya Snow Story Time. Hahaha! Mohon maaf untuk yang kecewa, tapi yang mau lihat betapa menggemaskannya Snow, langsung scroll ke bawah saja, ya!

Petra_Sihombing_Firrina_Wedding.jpg
Petra_Sihombing_Firrina_Wedding.jpg
Petra_Sihombing_Firrina_Wedding.jpg
Petra_Sihombing_Firrina_Wedding.jpg
Petra_Sihombing_Firrina_Wedding.jpg
Petra_Sihombing_Firrina_Wedding.jpg
Petra_Sihombing_Firrina_Wedding.jpg
Petra_Sihombing_Firrina_Wedding.jpg
Petra_Sihombing_Firrina_Wedding.jpg
Petra_Sihombing_Firrina_Wedding.jpg
Petra_Sihombing_Firrina_Wedding.jpg
Petra_Sihombing_Firrina_Wedding.jpg
P1100569.jpg
Petra_Sihombing_Firrina_Wedding.jpg
Petra_Sihombing_Firrina_Wedding.jpg
Petra_Sihombing_Firrina_Wedding.jpg
Petra_Sihombing_Firrina_Wedding.jpg
Petra_Sihombing_Firrina_Wedding.jpg
Petra_Sihombing_Firrina_Wedding.jpg
Petra_Sihombing_Firrina_Wedding.jpg
Petra_Sihombing_Firrina_Wedding.jpg
Petra_Sihombing_Firrina_Wedding.jpg
Petra_Sihombing_Firrina_Wedding.jpg
Petra_Sihombing_Firrina_Wedding.jpg
Petra_Sihombing_Firrina_Wedding.jpg
Petra_Sihombing_Firrina_Wedding.jpg
Petra_Sihombing_Firrina_Wedding.jpg
Petra_Sihombing_Firrina_Wedding.jpg
Petra_Sihombing_Firrina_Wedding.jpg
Petra_Sihombing_Firrina_Wedding.jpg
Petra_Sihombing_Firrina_Wedding.jpg
Petra_Sihombing_Firrina_Wedding.jpg
Petra_Sihombing_Firrina_Wedding.jpg
Petra_Sihombing_Firrina_Wedding.jpg
Petra_Sihombing_Firrina_Wedding.jpg
Petra_Sihombing_Firrina_Wedding.jpg
Petra_Sihombing_Firrina_Wedding.jpg
Petra_Sihombing_Firrina_Wedding.jpg

SNOW STORY TIME: PERTAMA KALI NONTON BARONGSAI

Snow_Barongsai_Show.jpg

Selama bulan Februari, saya kepikiran terus ingin ajak Snow lihat pertunjukan barongsai mumpung mal-mal sedang banyak menggelarnya dalam rangka Tahun Baru Cina. Rasanya selalu senang kalau saya dapat mengajak Snow melihat sesuatu untuk pertama kalinya. Melihat reaksi wajah Snow yang semangat dan terkagum-kagum. To me, it's just priceless and unforgettable for sure!

Tadinya sempat putus asa, karena sampai minggu terakhir bulan Februari, saya belum juga sempat mengajak Snow lihat barongsai. Tapi ternyata kalau jodoh nggak akan ke mana. Pada akhir pekan terakhir bulan Februari, ketika saya, Mono dan Snow beserta kedua orangtua saya sedang jalan-jalan di Pacific Place, kebetulan sekali saat kami berniat pulang, ayah saya melihat papan di atriumnya yang bertuliskan jadwal pertunjukkan barongsai di mal tersebut yang ternyata hari itu juga pukul 18.45. Akhirnya kami nggak pulang dan rela menunggu dari jam 5 sore untuk nonton barongsai di sana dengan Snow. Hahaha!

1.jpg
Snow_Barongsai_Show.jpg

Lucunya, walaupun Snow belum tahu apa itu barongsai - lihat video atau fotonya pun belum pernah, dia semangat banget waktu dikasih tahu bahwa kami akan nonton barongsai! Gemas banget. "Mama, kita jangan sampai kelewatan nonton barongsainya, ya!" seru Snow yang nggak sabar saat menunggu jadwal pertunjukan barongsai. Sambil menunggu, kami duduk-duduk di supermarket di lantai bawah dulu supaya saya dapat menyuapi Snow makan.

Ketika akhirnya sudah jam 18.45, kami pun naik ke atrium untuk melihat apakah pertunjukan barongsai sudah akan dimulai. Dan di sana kami lihat, sedang ada pertunjukan musik dan serombongan pemain barongsai sedang bersiap-siap.

Snow_Barongsai_Pacific_Place.jpg
Snow_Barongsai_Show.jpg
Snow_Barongsai_Show.jpg
Snow_Barongsai_Pacific_Place.jpg
Snow_Barongsai_Pacific_Place.jpg

Nggak lama kemudian, terdengar bunyi perkusi dimainkan dan pertunjukan barongsai pun dimulai.Reaksi pertama Snow saat melihat pertunjukan barongsai benar-benar menggemaskan!

Pas saya tanya, "Suka nggak lihat barongsai, Snow?"

Snow menjawab, "Iya, tapi berisik, ya, Mama!" sambil menutup kedua kupingnya. Hahaha!

"Mama, kalau ada Asa seru nonton barongsai, ya! Kalau nggak ada Asa nggak seru." ucapnya sambil tetap memperhatikan pertunjukan. Ternyata bocahnya kangen sama sepupunya, karena biasanya mereka selalu bareng kalau main di rumah dan jalan-jalan ke mal.

"Pokoknya nanti aku harus cerita sama Asa kalau aku nonton barongsai!" kira-kira begitu katanya dengan gerak-gerik super lucu. Kalau mau lihat sendiri cara Snow mengatakannya, intip highlight di akun Instagram saya yang berjudul Snow. It'll make your day!

Snow_Barongsai_PP.jpg
Snow_Barongsai_Pacific_Place.jpg
Snow_Barongsai_Pacific_Place.jpg
Snow_Barongsai_Pacific_Place.jpg
Snow_Barongsai_Pacific_Place.jpg

Nggak cuma Snow yang senang lihat barongsai, saya juga senang, karena memang cuma setahun sekali lihat pertunjukannya. Bahkan dulu, pada periode pemerintahan Soeharto, pertunjukan barongsai sempat dilarang di Indonesia. Saya baru tahu bahwa Federasi Olahraga Barongsai Indonesia atau FOBI yang menaungi kesenian barongsai telah diakui oleh Komite Olahraga Nasional Indonesia KONI. Yang artinya, pemain barongsai bisa disebut sebagai atlet barongsai. Bangga juga karena ternyata barongsai Indonesia sudah beberapa kali meraih juara dunia.

Ada yang menceritakan bahwa asal-usul tarian barongsai yaitu tarian yang dilakukan masyarakat Tiongkok untuk mengusir monster, hantu, dan roh-roh jahat. Ada juga yang menceritakan bahwa barongsai mulai populer pada zaman dinasti Selatan-Utara (Nan Bei) tahun 420-589 Masehi. Kala itu pasukan dari raja Song Wen Di kewalahan menghadapi serangan pasukan gajah raja Fan Yang dari negeri Lin Yi. Seorang panglima perang bernama Zhong Que membuat tiruan boneka singa untuk mengusir pasukan raja Fan itu. Ternyata upaya itu sukses hingga akhirnya tarian barongsai melegenda hingga sekarang. Ada yang tahu mana yang benar? Penasaran! 

Snow_Barongsai_Pacific_Place.jpg
Snow_Barongsai_Pacific_Place.jpg
Snow_Barongsai_Pacific_Place.jpg

Grup pemain barongsai yang hari itu tampil di Pacific Place kalau tidak salah bernama Kwan Im Bio - saya menduga dari tulisan yang tercantum di seragam mereka. Meskipun pertunjukan barongsai kali ini bukan yang sampai meloncat-loncat di atas tonggak-tonggak, saya dan keluarga, khususnya Snow sangat terhibur. Terima kasih kepada grup Kwan Im Bio dan Pacific Place atas pertunjukan barongsainya yang jadi momen pertama nonton bareng Snow!

Kira-kira begitu pengalaman pertama kami sekeluarga nonton barongsai dengan Snow. Kalau kalian bagaimana pengalamannya dengan barongsai?

Snow_Barongsai_Show.jpg

SNOW STORY TIME: MORNINGS WITH MY GIRL

Sarapan_Sehat_Energen.jpg

Tahun lalu, awal-awal Snow mulai sekolah, saya suka kasihan lihat Snow di pagi hari. Masih dengan ekspresi muka bantal, masih ngantuk banget, tapi bocahnya sudah harus mandi untuk siap-siap ke sekolah. Nggak jarang kalau habis mandi dia cranky, lalu menolak kalau ditawarkan sarapan. Walaupun sudah dijelaskan bahwa sarapan itu penting supaya ia sehat dan nggak lapar di sekolah, anaknya tetap suka menolak. Tadinya saya pikir nggak apa-apa, daripada ujung-ujungnya merembet jadi nggak mau sekolah, biar Snow dibawakan bekal makanan saja. Mungkin memang dia belum lapar, dan kalau nanti dia lapar di sekolah, tinggal makan bekalnya.

Tapi, kemudian saya dapat kabar dari guru Snow di sekolah. Katanya, Snow suka mengeluh lapar di kelas dan minta makan saat jam pelajaran berlangsung. Di saat ia seharusnya konsentrasi mengikuti pelajaran, Snow sibuk merengek minta makan. Menurut gurunya, kalau Snow diperbolehkan makan sebelum waktu makan di sekolah, nanti ia tidak disiplin. Dan teman-temannya yang lain nanti mau ikut makan juga, sehingga jam pelajaran jadi terganggu. Benar banget, saya pikir. Memang sudah semestinya saya membiasakan Snow untuk sarapan, supaya badannya siap beraktivitas dan otaknya siap menerima pelajaran di sekolah.

Sejak mendengar itu dari guru Snow, saya pun mulai membiasakan Snow untuk sarapan dulu sebelum jam 9 pagi sebelum ia berangkat sekolah. Untungnya, karena Snow sempat diajak ngobrol dengan gurunya juga mengenai pentingnya sarapan sebelum ke sekolah, ia jadi lebih menurut ketika saya meminta Snow sarapan. Memang kadang anak kecil itu suka butuh pihak lain untuk meyakinkan bahwa apa yang dikasih tahu orangtuanya itu benar, ya! Habis diajak ngobrol itu sama gurunya, pulang dari sekolah malah Snow yang heboh kasih tahu ke saya, “Mama, kata guru aku, aku harus sarapan kalau pagi supaya nggak lapar. Supaya kuat!” Hahaha…

Sarapan_Sehat_Energen.jpg

Kalau waktunya lagi cukup, Snow suka sarapan nasi pakai telur dadar atau roti pakai selai kacang, lalu minum susu, dan cemil-cemil stroberi. Tapi kalau lagi buru-buru, andalan saya biasanya ENERGEN yang merupakan campuran susu dan sereal. Ini paling praktis, tapi tetap bergizi - ada kandungan susu, sereal, telur, plus kumpulan vitamin A, vitamin B1, vitamin B6, vitamin D, kalsium, asam folat dan mineral. Bikinnya gampang dan cepat, tinggal tuang bubuknya ke cangkir, seduh air panas, aduk, langsung siap! Kalaupun nggak sempat disantap di rumah, bisa dibawa di botol minum. Snow suka banget yang rasa vanila. Dan nggak cuma bisa untuk Snow, ENERGEN ini bisa untuk saya dan suami juga. Selain vanila, ada rasa cokelat, jagung, kacang hijau dan jahe. Saya pun jadi terbiasa menemani Snow sarapan ENERGEN di pagi hari, sambil ngobrol-ngobrol, bercanda, yang jadi quality time bareng sebelum ia berangkat sekolah.

Kalian sendiri bagaimana? Apakah sudah membiasakan anak untuk sarapan sehat setiap pagi? :)

SNOW STORY TIME: SNOW'S ACTIVITY (6 MONTHS-3 YEARS OLD)

Summer_Snow_Jones.jpg

Jadi, waktu itu saya post foto Snow pakai baju balet dan di caption saya tanya apakah saya perlu menulis post mengenai aktivitas yang kami ikutsertakan Snow sejak umurnya 1 tahun. Aktivitas yang saya maksud bukan yang dilakukan sendiri, tapi yang didaftarkan dan ada pengajarnya - istilahnya: kursus (tapi sekolah tidak dimasukkan). Dan, banyak banget yang mengiyakan, ada sekitar 50 orang yang meninggalkan komentar bahwa saya perlu menulis tentang ini dan beberapa ada yang kirim pesan lewat direct message Instagram menyatakan hal serupa.

Baiklah, jadi saya tulis post-nya!

Sambil mengingat-ingat, ternyata dari umur 6 bulan Snow sudah diikutsertakan kursus. Maka saya memutuskan untuk membahas kursus yang ia ikuti dari umur 6 bulan.

Ini saya menjelaskan secara singkat saja. Kalau ada yang mau tahu lebih detail, silahkan menuliskan pertanyaan di bagian komentar, nanti saya jawab.

Okay, here it goes.

USIA 6 BULAN-2 TAHUN

Kursus: Aquatic Baby

Apa itu Aquatic Baby?

Les berenang untuk bayi. Dari bayi sudah les berenang? Iya, soalnya ternyata manfaatnya banyak, kalian bisa baca di artikel-artikel berikut ini - ada tips mengenai hal-hal yang harus diperhatikan juga kalau kita mengajak bayi berenang.

Artikel Manfaat Mengajak Anak Berenang Sejak Bayi

Artikel Manfaat Berenang Untuk Bayi

Kalau kalian butuh penjelasan lebih lanjut mengenai kursus Aquatic Baby, kebetulan saya menemukan pembahasannya di website Ayah Bunda, bisa dibaca di sini.

Snow_Aquatic_Baby.jpg
Snow_Aquatic_Baby.jpg

Apa pengaruh ikut Aquatic Baby yang dirasakan pada Snow?

Pertama, Snow belajar jadi responsif terhadap instruksi. Soalnya ada instruksi-instruksi tertentu yang diberikan pada saat les berenang, misalnya "Kick, kick, kick." untuk menyuruh ia membuat gerakan kaki menendang berkali-kali saat tubuhnya dipegangi seakan sedang berenang. Ia juga jadi otomatis menarik nafas kemudian menahan nafasnya saat diajak menyelam. Kedua, Snow jadi lebih nyaman berada di air, padahal sebelumnya kalau diajak berenang dia suka menangis histeris. Ketiga, Snow juga jadi memiliki refleks untuk berputar dan berenang ke arah pinggir kolam ketika ia tercebur ke kolam renang. Ini penting sekali sebagai bekal anak dalam menjaga keselamatan dirinya.

Pesan dari saya, kalau bisa kalian book pendaftaran berbulan-bulan sebelum anak lahir, karena saking ramainya yang mau ikut sampai untuk bisa terdaftar saja harus antri dulu. Nggak perlu heran, karena belum banyak tempat les berenang untuk bayi, apalagi yang memiliki sertifikat seperti Aquatic Baby. Seram juga kalau menyertakan anak, apalagi masih bayi, les apapun yang nggak ada sertifikatnya. Untuk informasi biaya, syarat pendaftaran dan jadwal bisa langsung kontak ke pihak Aquatic Baby.

USIA 1 TAHUN-3 TAHUN

 Kursus: Rockstar Gym

Apa itu Rockstar Gym? 

Tempat kursus untuk bayi, balita sampai anak dengan berbagai kelas, ada gymnastic, menari, yoga, bela diri dan berbagai aktivitas olahraga lainnya. 

Baca penjelasan lebih lanjut tentang Rockstar Gym dalam bahasa Inggris di sini, atau dalam bahasa Indonesia di sini.

Snow_Rockstar_Gym.jpg

Apa pengaruh ikut Rockstar Gym yang dirasakan pada Snow?

Selain motorik kasarnya dilatih dengan sangat baik di sini, Snow juga jadi lebih percaya diri dan kemampuan bersosialisasinya meningkat. Kelas-kelas yang sempat ia ikuti antara lain Gymnastic (Level 1-3), Baby Dance, Move and Groove dan Baby Ballet. Di sini ia juga jadi bisa menyalurkan energinya, karena di area gymnastic ia bebas lari-larian, loncat sana-sini, bergelantungan, meniti balok sampai belajar rolling. Area gymnastic-nya sudah empuk semua, jadi nggak takut Snow menabrak benda keras - meskipun tetap harus diawasi dengan baik demi keamanannya tentunya.  

Kalau di kelas Baby Dance Snow masih bisa main-main dalam ikut menari dan menyanyi, di kelas Baby Ballet dan Move and Groove ia belajar untuk melakukan gerakan tari yang lebih detail.

Saya juga melihat Snow belajar untuk fokus memperhatikan pengajarnya di sini, jadi ia juga disiapkan untuk fokus mendengarkan guru ketika masuk sekolah nanti.

Sayangnya, di usia 3 tahun, Snow sepertinya sudah bosan ikut kegiatan gymnastic maupun menari kecuali balet. Dia nggak mau masuk kelas Rockstar Gym yang lain lagi selain kelas Baby Ballet. Akhirnya saya dan suami pun memutuskan untuk mencarikan tempat kursus balet saja untuk Snow.

USIA 2 TAHUN-MASIH BERLANJUT

Kursus: Program Pengenalan Musik Dini*

*Tempat tidak ditulis untuk menjaga privasi dan keamanan, karena Snow masih aktif mengikuti kegiatan di sana.

Program ini akan mengajari murid berusia 3-6 tahun mengenai dasar-dasar dalam bermusik dengan menggunakan lagu-lagu anak Indonesia. Program ini sangat cocok untuk anak yang belum memiliki ketertarikan pada instrumen yang spesifik, karena dengan kelas ini murid akan mengeksplorasi minatnya dalam bermusik. Untuk kelas ini tidak akan menggunakan banyak instrumen namun lebih menggunakan alat bantu perkusi untuk belajar sambil bermain.

Snow_Activity.jpg

Apa pengaruh ikut program pengenalan musik dini yang dirasakan pada Snow? 

Sebenarnya kami mengikutsertakan Snow pada kelas ini karena melihat ketertarikan Snow terhadap musik. Dia suka sekali menari dan menyanyi, ditambah ayahnya yang seorang musisi dan saya menganggap bahwa musik itu sesuatu yang penting dalam hidup - kalaupun nggak bisa main musik, paling tidak bisa menikmati musik. Dan lewat kelas ini Snow belajar untuk bisa menikmati musik dengan lebih seksama, dari irama dan temponya. Kalau sudah bisa menikmati, ada kemungkinan untuk Snow jadi tertarik belajar bermain musik. Saya juga mendengar bahwa belajar musik dapat membantu anak untuk mempelajari hal lainnya dengan lebih baik. Seperti kata Plato, "I would teach children music, physics, and philosophy; but most importantly music, for the patterns in music and all the arts are the keys to learning." Kalian juga dapat membaca berbagai manfaat memperkenalkan musik kepada balita pada tulisan di situs National Association of Music Merchants (NAMM) berikut ini.

Music and Toddlers: Benefits of Music and Movement in Early Childhood

USIA 3 TAHUN-MASIH BERLANJUT 

Kursus: Balet*

*Tempat tidak ditulis untuk menjaga privasi dan keamanan, karena Snow masih aktif mengikuti kegiatan di sana.

Snow_Activity.jpg

Apa pengaruh ikut kursus menari balet yang dirasakan pada Snow?

Karena saat di Rockstar Gym Snow sudah memperlihatkan ketertarikannya lebih kepada menari balet, maka saya dan suami mendaftarkan Snow kursus tari balet. Saya senang Snow terlihat bisa lebih serius mengikuti kelas balet di sini, mungkin karena suasananya juga lebih serius. Saya juga suka tempat kursus balet yang sekarang karena menyediakan kursus tari tradisional juga, serta mempunyai grup tari sendiri dan mengadakan berbagai pertunjukan seni tari. Mudah-mudahan nantinya Snow nggak hanya belajar menari balet, tapi juga mau belajar tarian tradisional serta ikut pertunjukan.

PLEASE NOTE

Pada intinya, maksud kami mengikutsertakan Snow dalam berbagai kursus ini adalah dalam rangka membantunya mengembangkan kemampuan sensorik, motorik, mencari kepercayaan diri, bersosialisasi dan tentunya mencari kegemarannya. Yang penting kami sebagai orangtua memperkenalkan dulu saja, membiarkan Snow mengeksplorasi minatnya. Nantinya kami yakin Snow akan menemukan passion-nya dan sebisa mungkin kami arahkan agar ia dapat menjalaninya dengan serius, senang, dan sepenuh hati. Siapa tahu di masa depan ia dapat menjadikan passion tersebut sebagai mata pencahariannya? Perjalanan Snow memang masih jauh, tapi sebagai orangtua, tentunya saya dan suami ingin Snow dapat mewujudkan mimpi-mimpinya, salah satunya menjalani hidup sesuai passion. Jadi kalau dari kecil sudah ketahuan passion-nya, menurut saya nggak ada salahnya diasah mulai sekarang selama Snow menikmati prosesnya.

Dari penjelasan saya di atas, mudah-mudahan dapat membantu kegalauan para orangtua yang sedang bingung mau mengikutsertakan anak kursus atau tidak dan kursusnya apa. Mohon maaf jika ada beberapa informasi tempat kursus yang tidak saya tulis di sini karena alasan privasi dan keamanan, tapi ingat bahwa kalian selalu bisa Google informasi mengenai tempat-tempat kursus yang ada di daerah kalian dan melakukan survey lebih lanjut. Saya sarankan untuk menyertakan anak untuk trial terlebih dahulu di tempat kursus yang diminati sebelum memutuskan mendaftarkan anak. Namun, pengalaman pada saat trial tidak sepenuhnya dapat dijadikan patokan apakah anak cocok atau tidak mengikuti kursus di tempat tersebut, karena faktor mood serta mengantuk atau tidaknya anak berpengaruh pada konsentrasi dan semangatnya ketika menjalani trial. Saya yakin sebagai orangtua kalian dapat mengenali apabila anak terlihat cocok atau tidak dengan kursus yang sedang dicoba.

Selanjutnya, apakah ada yang mau tanya-tanya? Boleh tinggalkan pertanyaannya di boks komentar di bawah. Atau ada yang mau berbagi mengenai pengalaman mengikutsertakan anak kursus tertentu? Atau ada anaknya yang ikut kursus yang sama dengan Snow dan mau berbagi juga? Boleh banget! Silahkan tulis di boks komentar di bawah. Terima kasih sudah baca-baca blog saya, semoga bermanfaaf.

SNOW STORY TIME: FEAR VS FAITH

Summer_Snow_Jones.jpg

Kemarin sore, kebetulan saya baru turun dari kantor yang berada pada paviliun untuk masuk ke rumah ketika melihat dari kejauhan Snow sedang berdiri sendirian di pinggir kolam renang yang dalam di rumah.

Jantung rasanya mau copot!

Saya langsung berseru ke arah Snow, memintanya masuk ke dalam rumah dan saya bergegas mencari Mbak Sri yang biasa ditugaskan menjaga Snow. Ternyata saat itu Mbak Sri sedang ke atas, sementara Mbak Iit yang ia minta menggantikan menjaga sebentar bisa-bisanya menganggap enteng situasi, ia ke toilet meninggalkan Snow dan temannya Emily (4 tahun) bermain tanpa ada yang mengawasi.

Apa jadinya kalau tadi Snow iseng lompat ke kolam dalam yang suka ia lakukan ketika sedang berenang ditemani orang dewasa? Bedanya tadi ia sedang tidak mengenakan rompi pelampungnya. Mempertanyakan hal tersebut saja saya gemetar, hati saya rasanya hancur berkeping-keping.

Namun saya bersyukur tadi saya ada di tempat yang tepat pada waktu yang tepat, sehingga tidak sampai terjadi hal-hal yang tidak diinginkan terhadap Snow.

Saya sudah mengutarakan ke Mbak Sri dan Mbak Iit bahwa saya tidak mau mereka mengulangi kesalahan yang sama - meninggalkan Snow sendiri tanpa pengawasan. Mereka pun sudah meminta maaf. Snow pun sudah saya beritahu berkali-kali agar tidak bermain di dekat kolam renang ketika tidak mengenakan pelampung dan tidak ada orang dewasa yang menemani. Namun hati saya rasanya masih hancur. Antara menyalahkan diri sendiri karena mempercayakan Snow dijaga orang lain sementara saya bekerja sehingga nyaris terjadi hal buruk kepada Snow, kesal terhadap Mbak Sri dan Mbak Iit dan takut akan berbagai kemungkinan terjadinya hal buruk yang dapat menimpa Snow ketika orang yang saya percaya untuk menjaganya lalai.

Sungguh, saat-saat seperti ini yang terkadang membuat saya merasa mungkin seharusnya saya jauh lebih posesif dan protektif sebagai seorang ibu. Membawa anak ke mana pun saya pergi. Tidak pernah meninggalkan anak barang sedetik pun di bawah pengawasan orang lain.

Namun, cepat atau lambat, mau tidak mau, akan ada waktunya saya harus percaya dan yakin, bahwa putri kecil saya akan baik-baik saja meskipun saya tidak di berada di sisinya. Kejadian beberapa detik yang saya ceritakan tadi cukup membuat saya khawatir seharian, dan saya rasa akan berlanjut terus. Sesuai ucapan Elizabeth Stone - seorang penulis buku berjudul A Boy I Once Knew, "Making the decision to have a child - it is momentous. It is to decide forever to have your heart go walking around outside your body."

Semoga anak-anak kita selalu terlindungi dari hal-hal buruk, di mana pun dan kapan pun.

TUTU SKIRT & FLORAL TOP

Waktu itu, saya khusus pergi ke Kemang Village untuk mengunjungi Lino Luna, sebuah toko milik Hanna Siahaan yang menjual berbagai pernak-pernik rumah dan pakaian anak-anak. Sebenarnya saya sudah mengincar pot tanaman di sana dan sempat menelepon ke toko tersebut untuk cek harganya, tapi akhirnya saya batal membeli pot yang saya mau karena terjadinya salah paham antara saya dan penjaga toko mengenai harga yang diinformasikan. However, I did not came home empty handed.

Karena teringat banyak baju Snow yang sudah kekecilan, akhirnya saya membeli sebuah atasan motif bunga yang cantik dari Petite Zosia dan rok tutu warna pink bertaburkan bintang berwarna emas dan silver dari Bebabeb yang dijual di sana. Keduanya produksi brand lokal dan yang saya pilih ini sudah saya perhatikan baik-baik jahitannya rapi, dan nggak lupa saya raba-raba kainnya untuk memastikan bahannya adem, lembut dan nyaman - produk-produk Petite Zosia terbuat dari katun organik serta katun premium. Soalnya kasian Snow kalau sampai bahan bajunya bikin gatal, panas atau terlalu kaku sehingga nggak dapat mengikuti gerakan Snow yang sangat aktif. Terpikir, selain bisa dipakai jalan-jalan, rok tutu ini juga bisa dipakai Snow kursus balet - dan dapat dipakai kira-kira sampai Snow berumur 4 tahun karena nggak terlalu pendek dan bagian pinggangnya ada karetnya. Untuk para ibu yang suka tanya saya di Instagram beli baju baletnya Snow di mana, sekalian saya jawab di sini, deh. Sepatu dan bajunya beli di Namarina sudah dapat sekaligus roknya, tapi kalau mau seru-seruan bisa juga pakai baju renang one piece kemudian pakai rok tutu Petite Zosia ini, tinggal pakai stocking banyak pilihan warna di H&M.

Terakhir, untuk kalian yang sedang mencari atau memang hobi koleksi pernak-pernik rumah dan punya anak kecil yang suka didandani, kalau belum pernah, wajib banget mampir ke Lino Luna. Memang sih, ada online shop-nya, tapi rasanya senang kalau bisa melihat dan menyentuh langsung produk-produk cantik yang ada di sana. Trust me, you will definitely LOVE the shop.