SNOW

SNOW STORY TIME: MY LITTLE FLOWER GIRL

Petra_Sihombing_Firrina_Wedding.jpg

Hari Jumat kemarin adalah hari pernikahan kedua teman baik kami Petra dan Firrina, dan pertama kalinya Snow bertugas menjadi flower girl! Jadi rasa senang saya dan Mono hari itu berlipat-lipat. Senang karena akhirnya Petra dan Firrina resmi jadi suami istri sekaligus melihat Snow yang menggemaskan pakai kostum flower girl mengiringi mereka ke altar sambil menebar bunga. Berikut saya berbagi foto-foto Snow dan suasana acara pemberkatan dan resepsi yang kami hadiri. Sebelumnya, jangan berharap banyak foto Petra dan Firrina, ya... Hihihi! Ada beberapa, tapi kebanyakan yang saya pajang di sini foto-fotonya Snow, soalnya judul post-nya Snow Story Time. Hahaha! Mohon maaf untuk yang kecewa, tapi yang mau lihat betapa menggemaskannya Snow, langsung scroll ke bawah saja, ya!

Petra_Sihombing_Firrina_Wedding.jpg
Petra_Sihombing_Firrina_Wedding.jpg
Petra_Sihombing_Firrina_Wedding.jpg
Petra_Sihombing_Firrina_Wedding.jpg
Petra_Sihombing_Firrina_Wedding.jpg
Petra_Sihombing_Firrina_Wedding.jpg
Petra_Sihombing_Firrina_Wedding.jpg
Petra_Sihombing_Firrina_Wedding.jpg
Petra_Sihombing_Firrina_Wedding.jpg
Petra_Sihombing_Firrina_Wedding.jpg
Petra_Sihombing_Firrina_Wedding.jpg
Petra_Sihombing_Firrina_Wedding.jpg
P1100569.jpg
Petra_Sihombing_Firrina_Wedding.jpg
Petra_Sihombing_Firrina_Wedding.jpg
Petra_Sihombing_Firrina_Wedding.jpg
Petra_Sihombing_Firrina_Wedding.jpg
Petra_Sihombing_Firrina_Wedding.jpg
Petra_Sihombing_Firrina_Wedding.jpg
Petra_Sihombing_Firrina_Wedding.jpg
Petra_Sihombing_Firrina_Wedding.jpg
Petra_Sihombing_Firrina_Wedding.jpg
Petra_Sihombing_Firrina_Wedding.jpg
Petra_Sihombing_Firrina_Wedding.jpg
Petra_Sihombing_Firrina_Wedding.jpg
Petra_Sihombing_Firrina_Wedding.jpg
Petra_Sihombing_Firrina_Wedding.jpg
Petra_Sihombing_Firrina_Wedding.jpg
Petra_Sihombing_Firrina_Wedding.jpg
Petra_Sihombing_Firrina_Wedding.jpg
Petra_Sihombing_Firrina_Wedding.jpg
Petra_Sihombing_Firrina_Wedding.jpg
Petra_Sihombing_Firrina_Wedding.jpg
Petra_Sihombing_Firrina_Wedding.jpg
Petra_Sihombing_Firrina_Wedding.jpg
Petra_Sihombing_Firrina_Wedding.jpg
Petra_Sihombing_Firrina_Wedding.jpg
Petra_Sihombing_Firrina_Wedding.jpg

SNOW STORY TIME: PERTAMA KALI NONTON BARONGSAI

Snow_Barongsai_Show.jpg

Selama bulan Februari, saya kepikiran terus ingin ajak Snow lihat pertunjukan barongsai mumpung mal-mal sedang banyak menggelarnya dalam rangka Tahun Baru Cina. Rasanya selalu senang kalau saya dapat mengajak Snow melihat sesuatu untuk pertama kalinya. Melihat reaksi wajah Snow yang semangat dan terkagum-kagum. To me, it's just priceless and unforgettable for sure!

Tadinya sempat putus asa, karena sampai minggu terakhir bulan Februari, saya belum juga sempat mengajak Snow lihat barongsai. Tapi ternyata kalau jodoh nggak akan ke mana. Pada akhir pekan terakhir bulan Februari, ketika saya, Mono dan Snow beserta kedua orangtua saya sedang jalan-jalan di Pacific Place, kebetulan sekali saat kami berniat pulang, ayah saya melihat papan di atriumnya yang bertuliskan jadwal pertunjukkan barongsai di mal tersebut yang ternyata hari itu juga pukul 18.45. Akhirnya kami nggak pulang dan rela menunggu dari jam 5 sore untuk nonton barongsai di sana dengan Snow. Hahaha!

1.jpg
Snow_Barongsai_Show.jpg

Lucunya, walaupun Snow belum tahu apa itu barongsai - lihat video atau fotonya pun belum pernah, dia semangat banget waktu dikasih tahu bahwa kami akan nonton barongsai! Gemas banget. "Mama, kita jangan sampai kelewatan nonton barongsainya, ya!" seru Snow yang nggak sabar saat menunggu jadwal pertunjukan barongsai. Sambil menunggu, kami duduk-duduk di supermarket di lantai bawah dulu supaya saya dapat menyuapi Snow makan.

Ketika akhirnya sudah jam 18.45, kami pun naik ke atrium untuk melihat apakah pertunjukan barongsai sudah akan dimulai. Dan di sana kami lihat, sedang ada pertunjukan musik dan serombongan pemain barongsai sedang bersiap-siap.

Snow_Barongsai_Pacific_Place.jpg
Snow_Barongsai_Show.jpg
Snow_Barongsai_Show.jpg
Snow_Barongsai_Pacific_Place.jpg
Snow_Barongsai_Pacific_Place.jpg

Nggak lama kemudian, terdengar bunyi perkusi dimainkan dan pertunjukan barongsai pun dimulai.Reaksi pertama Snow saat melihat pertunjukan barongsai benar-benar menggemaskan!

Pas saya tanya, "Suka nggak lihat barongsai, Snow?"

Snow menjawab, "Iya, tapi berisik, ya, Mama!" sambil menutup kedua kupingnya. Hahaha!

"Mama, kalau ada Asa seru nonton barongsai, ya! Kalau nggak ada Asa nggak seru." ucapnya sambil tetap memperhatikan pertunjukan. Ternyata bocahnya kangen sama sepupunya, karena biasanya mereka selalu bareng kalau main di rumah dan jalan-jalan ke mal.

"Pokoknya nanti aku harus cerita sama Asa kalau aku nonton barongsai!" kira-kira begitu katanya dengan gerak-gerik super lucu. Kalau mau lihat sendiri cara Snow mengatakannya, intip highlight di akun Instagram saya yang berjudul Snow. It'll make your day!

Snow_Barongsai_PP.jpg
Snow_Barongsai_Pacific_Place.jpg
Snow_Barongsai_Pacific_Place.jpg
Snow_Barongsai_Pacific_Place.jpg
Snow_Barongsai_Pacific_Place.jpg

Nggak cuma Snow yang senang lihat barongsai, saya juga senang, karena memang cuma setahun sekali lihat pertunjukannya. Bahkan dulu, pada periode pemerintahan Soeharto, pertunjukan barongsai sempat dilarang di Indonesia. Saya baru tahu bahwa Federasi Olahraga Barongsai Indonesia atau FOBI yang menaungi kesenian barongsai telah diakui oleh Komite Olahraga Nasional Indonesia KONI. Yang artinya, pemain barongsai bisa disebut sebagai atlet barongsai. Bangga juga karena ternyata barongsai Indonesia sudah beberapa kali meraih juara dunia.

Ada yang menceritakan bahwa asal-usul tarian barongsai yaitu tarian yang dilakukan masyarakat Tiongkok untuk mengusir monster, hantu, dan roh-roh jahat. Ada juga yang menceritakan bahwa barongsai mulai populer pada zaman dinasti Selatan-Utara (Nan Bei) tahun 420-589 Masehi. Kala itu pasukan dari raja Song Wen Di kewalahan menghadapi serangan pasukan gajah raja Fan Yang dari negeri Lin Yi. Seorang panglima perang bernama Zhong Que membuat tiruan boneka singa untuk mengusir pasukan raja Fan itu. Ternyata upaya itu sukses hingga akhirnya tarian barongsai melegenda hingga sekarang. Ada yang tahu mana yang benar? Penasaran! 

Snow_Barongsai_Pacific_Place.jpg
Snow_Barongsai_Pacific_Place.jpg
Snow_Barongsai_Pacific_Place.jpg

Grup pemain barongsai yang hari itu tampil di Pacific Place kalau tidak salah bernama Kwan Im Bio - saya menduga dari tulisan yang tercantum di seragam mereka. Meskipun pertunjukan barongsai kali ini bukan yang sampai meloncat-loncat di atas tonggak-tonggak, saya dan keluarga, khususnya Snow sangat terhibur. Terima kasih kepada grup Kwan Im Bio dan Pacific Place atas pertunjukan barongsainya yang jadi momen pertama nonton bareng Snow!

Kira-kira begitu pengalaman pertama kami sekeluarga nonton barongsai dengan Snow. Kalau kalian bagaimana pengalamannya dengan barongsai?

Snow_Barongsai_Show.jpg

SNOW STORY TIME: MORNINGS WITH MY GIRL

Sarapan_Sehat_Energen.jpg

Tahun lalu, awal-awal Snow mulai sekolah, saya suka kasihan lihat Snow di pagi hari. Masih dengan ekspresi muka bantal, masih ngantuk banget, tapi bocahnya sudah harus mandi untuk siap-siap ke sekolah. Nggak jarang kalau habis mandi dia cranky, lalu menolak kalau ditawarkan sarapan. Walaupun sudah dijelaskan bahwa sarapan itu penting supaya ia sehat dan nggak lapar di sekolah, anaknya tetap suka menolak. Tadinya saya pikir nggak apa-apa, daripada ujung-ujungnya merembet jadi nggak mau sekolah, biar Snow dibawakan bekal makanan saja. Mungkin memang dia belum lapar, dan kalau nanti dia lapar di sekolah, tinggal makan bekalnya.

Tapi, kemudian saya dapat kabar dari guru Snow di sekolah. Katanya, Snow suka mengeluh lapar di kelas dan minta makan saat jam pelajaran berlangsung. Di saat ia seharusnya konsentrasi mengikuti pelajaran, Snow sibuk merengek minta makan. Menurut gurunya, kalau Snow diperbolehkan makan sebelum waktu makan di sekolah, nanti ia tidak disiplin. Dan teman-temannya yang lain nanti mau ikut makan juga, sehingga jam pelajaran jadi terganggu. Benar banget, saya pikir. Memang sudah semestinya saya membiasakan Snow untuk sarapan, supaya badannya siap beraktivitas dan otaknya siap menerima pelajaran di sekolah.

Sejak mendengar itu dari guru Snow, saya pun mulai membiasakan Snow untuk sarapan dulu sebelum jam 9 pagi sebelum ia berangkat sekolah. Untungnya, karena Snow sempat diajak ngobrol dengan gurunya juga mengenai pentingnya sarapan sebelum ke sekolah, ia jadi lebih menurut ketika saya meminta Snow sarapan. Memang kadang anak kecil itu suka butuh pihak lain untuk meyakinkan bahwa apa yang dikasih tahu orangtuanya itu benar, ya! Habis diajak ngobrol itu sama gurunya, pulang dari sekolah malah Snow yang heboh kasih tahu ke saya, “Mama, kata guru aku, aku harus sarapan kalau pagi supaya nggak lapar. Supaya kuat!” Hahaha…

Sarapan_Sehat_Energen.jpg

Kalau waktunya lagi cukup, Snow suka sarapan nasi pakai telur dadar atau roti pakai selai kacang, lalu minum susu, dan cemil-cemil stroberi. Tapi kalau lagi buru-buru, andalan saya biasanya ENERGEN yang merupakan campuran susu dan sereal. Ini paling praktis, tapi tetap bergizi - ada kandungan susu, sereal, telur, plus kumpulan vitamin A, vitamin B1, vitamin B6, vitamin D, kalsium, asam folat dan mineral. Bikinnya gampang dan cepat, tinggal tuang bubuknya ke cangkir, seduh air panas, aduk, langsung siap! Kalaupun nggak sempat disantap di rumah, bisa dibawa di botol minum. Snow suka banget yang rasa vanila. Dan nggak cuma bisa untuk Snow, ENERGEN ini bisa untuk saya dan suami juga. Selain vanila, ada rasa cokelat, jagung, kacang hijau dan jahe. Saya pun jadi terbiasa menemani Snow sarapan ENERGEN di pagi hari, sambil ngobrol-ngobrol, bercanda, yang jadi quality time bareng sebelum ia berangkat sekolah.

Kalian sendiri bagaimana? Apakah sudah membiasakan anak untuk sarapan sehat setiap pagi? :)

SNOW STORY TIME: SNOW'S ACTIVITY (6 MONTHS-3 YEARS OLD)

Summer_Snow_Jones.jpg

Jadi, waktu itu saya post foto Snow pakai baju balet dan di caption saya tanya apakah saya perlu menulis post mengenai aktivitas yang kami ikutsertakan Snow sejak umurnya 1 tahun. Aktivitas yang saya maksud bukan yang dilakukan sendiri, tapi yang didaftarkan dan ada pengajarnya - istilahnya: kursus (tapi sekolah tidak dimasukkan). Dan, banyak banget yang mengiyakan, ada sekitar 50 orang yang meninggalkan komentar bahwa saya perlu menulis tentang ini dan beberapa ada yang kirim pesan lewat direct message Instagram menyatakan hal serupa.

Baiklah, jadi saya tulis post-nya!

Sambil mengingat-ingat, ternyata dari umur 6 bulan Snow sudah diikutsertakan kursus. Maka saya memutuskan untuk membahas kursus yang ia ikuti dari umur 6 bulan.

Ini saya menjelaskan secara singkat saja. Kalau ada yang mau tahu lebih detail, silahkan menuliskan pertanyaan di bagian komentar, nanti saya jawab.

Okay, here it goes.

USIA 6 BULAN-2 TAHUN

Kursus: Aquatic Baby

Apa itu Aquatic Baby?

Les berenang untuk bayi. Dari bayi sudah les berenang? Iya, soalnya ternyata manfaatnya banyak, kalian bisa baca di artikel-artikel berikut ini - ada tips mengenai hal-hal yang harus diperhatikan juga kalau kita mengajak bayi berenang.

Artikel Manfaat Mengajak Anak Berenang Sejak Bayi

Artikel Manfaat Berenang Untuk Bayi

Kalau kalian butuh penjelasan lebih lanjut mengenai kursus Aquatic Baby, kebetulan saya menemukan pembahasannya di website Ayah Bunda, bisa dibaca di sini.

Snow_Aquatic_Baby.jpg
Snow_Aquatic_Baby.jpg

Apa pengaruh ikut Aquatic Baby yang dirasakan pada Snow?

Pertama, Snow belajar jadi responsif terhadap instruksi. Soalnya ada instruksi-instruksi tertentu yang diberikan pada saat les berenang, misalnya "Kick, kick, kick." untuk menyuruh ia membuat gerakan kaki menendang berkali-kali saat tubuhnya dipegangi seakan sedang berenang. Ia juga jadi otomatis menarik nafas kemudian menahan nafasnya saat diajak menyelam. Kedua, Snow jadi lebih nyaman berada di air, padahal sebelumnya kalau diajak berenang dia suka menangis histeris. Ketiga, Snow juga jadi memiliki refleks untuk berputar dan berenang ke arah pinggir kolam ketika ia tercebur ke kolam renang. Ini penting sekali sebagai bekal anak dalam menjaga keselamatan dirinya.

Pesan dari saya, kalau bisa kalian book pendaftaran berbulan-bulan sebelum anak lahir, karena saking ramainya yang mau ikut sampai untuk bisa terdaftar saja harus antri dulu. Nggak perlu heran, karena belum banyak tempat les berenang untuk bayi, apalagi yang memiliki sertifikat seperti Aquatic Baby. Seram juga kalau menyertakan anak, apalagi masih bayi, les apapun yang nggak ada sertifikatnya. Untuk informasi biaya, syarat pendaftaran dan jadwal bisa langsung kontak ke pihak Aquatic Baby.

USIA 1 TAHUN-3 TAHUN

 Kursus: Rockstar Gym

Apa itu Rockstar Gym? 

Tempat kursus untuk bayi, balita sampai anak dengan berbagai kelas, ada gymnastic, menari, yoga, bela diri dan berbagai aktivitas olahraga lainnya. 

Baca penjelasan lebih lanjut tentang Rockstar Gym dalam bahasa Inggris di sini, atau dalam bahasa Indonesia di sini.

Snow_Rockstar_Gym.jpg

Apa pengaruh ikut Rockstar Gym yang dirasakan pada Snow?

Selain motorik kasarnya dilatih dengan sangat baik di sini, Snow juga jadi lebih percaya diri dan kemampuan bersosialisasinya meningkat. Kelas-kelas yang sempat ia ikuti antara lain Gymnastic (Level 1-3), Baby Dance, Move and Groove dan Baby Ballet. Di sini ia juga jadi bisa menyalurkan energinya, karena di area gymnastic ia bebas lari-larian, loncat sana-sini, bergelantungan, meniti balok sampai belajar rolling. Area gymnastic-nya sudah empuk semua, jadi nggak takut Snow menabrak benda keras - meskipun tetap harus diawasi dengan baik demi keamanannya tentunya.  

Kalau di kelas Baby Dance Snow masih bisa main-main dalam ikut menari dan menyanyi, di kelas Baby Ballet dan Move and Groove ia belajar untuk melakukan gerakan tari yang lebih detail.

Saya juga melihat Snow belajar untuk fokus memperhatikan pengajarnya di sini, jadi ia juga disiapkan untuk fokus mendengarkan guru ketika masuk sekolah nanti.

Sayangnya, di usia 3 tahun, Snow sepertinya sudah bosan ikut kegiatan gymnastic maupun menari kecuali balet. Dia nggak mau masuk kelas Rockstar Gym yang lain lagi selain kelas Baby Ballet. Akhirnya saya dan suami pun memutuskan untuk mencarikan tempat kursus balet saja untuk Snow.

USIA 2 TAHUN-MASIH BERLANJUT

Kursus: Program Pengenalan Musik Dini*

*Tempat tidak ditulis untuk menjaga privasi dan keamanan, karena Snow masih aktif mengikuti kegiatan di sana.

Program ini akan mengajari murid berusia 3-6 tahun mengenai dasar-dasar dalam bermusik dengan menggunakan lagu-lagu anak Indonesia. Program ini sangat cocok untuk anak yang belum memiliki ketertarikan pada instrumen yang spesifik, karena dengan kelas ini murid akan mengeksplorasi minatnya dalam bermusik. Untuk kelas ini tidak akan menggunakan banyak instrumen namun lebih menggunakan alat bantu perkusi untuk belajar sambil bermain.

Snow_Activity.jpg

Apa pengaruh ikut program pengenalan musik dini yang dirasakan pada Snow? 

Sebenarnya kami mengikutsertakan Snow pada kelas ini karena melihat ketertarikan Snow terhadap musik. Dia suka sekali menari dan menyanyi, ditambah ayahnya yang seorang musisi dan saya menganggap bahwa musik itu sesuatu yang penting dalam hidup - kalaupun nggak bisa main musik, paling tidak bisa menikmati musik. Dan lewat kelas ini Snow belajar untuk bisa menikmati musik dengan lebih seksama, dari irama dan temponya. Kalau sudah bisa menikmati, ada kemungkinan untuk Snow jadi tertarik belajar bermain musik. Saya juga mendengar bahwa belajar musik dapat membantu anak untuk mempelajari hal lainnya dengan lebih baik. Seperti kata Plato, "I would teach children music, physics, and philosophy; but most importantly music, for the patterns in music and all the arts are the keys to learning." Kalian juga dapat membaca berbagai manfaat memperkenalkan musik kepada balita pada tulisan di situs National Association of Music Merchants (NAMM) berikut ini.

Music and Toddlers: Benefits of Music and Movement in Early Childhood

USIA 3 TAHUN-MASIH BERLANJUT 

Kursus: Balet*

*Tempat tidak ditulis untuk menjaga privasi dan keamanan, karena Snow masih aktif mengikuti kegiatan di sana.

Snow_Activity.jpg

Apa pengaruh ikut kursus menari balet yang dirasakan pada Snow?

Karena saat di Rockstar Gym Snow sudah memperlihatkan ketertarikannya lebih kepada menari balet, maka saya dan suami mendaftarkan Snow kursus tari balet. Saya senang Snow terlihat bisa lebih serius mengikuti kelas balet di sini, mungkin karena suasananya juga lebih serius. Saya juga suka tempat kursus balet yang sekarang karena menyediakan kursus tari tradisional juga, serta mempunyai grup tari sendiri dan mengadakan berbagai pertunjukan seni tari. Mudah-mudahan nantinya Snow nggak hanya belajar menari balet, tapi juga mau belajar tarian tradisional serta ikut pertunjukan.

PLEASE NOTE

Pada intinya, maksud kami mengikutsertakan Snow dalam berbagai kursus ini adalah dalam rangka membantunya mengembangkan kemampuan sensorik, motorik, mencari kepercayaan diri, bersosialisasi dan tentunya mencari kegemarannya. Yang penting kami sebagai orangtua memperkenalkan dulu saja, membiarkan Snow mengeksplorasi minatnya. Nantinya kami yakin Snow akan menemukan passion-nya dan sebisa mungkin kami arahkan agar ia dapat menjalaninya dengan serius, senang, dan sepenuh hati. Siapa tahu di masa depan ia dapat menjadikan passion tersebut sebagai mata pencahariannya? Perjalanan Snow memang masih jauh, tapi sebagai orangtua, tentunya saya dan suami ingin Snow dapat mewujudkan mimpi-mimpinya, salah satunya menjalani hidup sesuai passion. Jadi kalau dari kecil sudah ketahuan passion-nya, menurut saya nggak ada salahnya diasah mulai sekarang selama Snow menikmati prosesnya.

Dari penjelasan saya di atas, mudah-mudahan dapat membantu kegalauan para orangtua yang sedang bingung mau mengikutsertakan anak kursus atau tidak dan kursusnya apa. Mohon maaf jika ada beberapa informasi tempat kursus yang tidak saya tulis di sini karena alasan privasi dan keamanan, tapi ingat bahwa kalian selalu bisa Google informasi mengenai tempat-tempat kursus yang ada di daerah kalian dan melakukan survey lebih lanjut. Saya sarankan untuk menyertakan anak untuk trial terlebih dahulu di tempat kursus yang diminati sebelum memutuskan mendaftarkan anak. Namun, pengalaman pada saat trial tidak sepenuhnya dapat dijadikan patokan apakah anak cocok atau tidak mengikuti kursus di tempat tersebut, karena faktor mood serta mengantuk atau tidaknya anak berpengaruh pada konsentrasi dan semangatnya ketika menjalani trial. Saya yakin sebagai orangtua kalian dapat mengenali apabila anak terlihat cocok atau tidak dengan kursus yang sedang dicoba.

Selanjutnya, apakah ada yang mau tanya-tanya? Boleh tinggalkan pertanyaannya di boks komentar di bawah. Atau ada yang mau berbagi mengenai pengalaman mengikutsertakan anak kursus tertentu? Atau ada anaknya yang ikut kursus yang sama dengan Snow dan mau berbagi juga? Boleh banget! Silahkan tulis di boks komentar di bawah. Terima kasih sudah baca-baca blog saya, semoga bermanfaaf.

SNOW STORY TIME: FEAR VS FAITH

Summer_Snow_Jones.jpg

Kemarin sore, kebetulan saya baru turun dari kantor yang berada pada paviliun untuk masuk ke rumah ketika melihat dari kejauhan Snow sedang berdiri sendirian di pinggir kolam renang yang dalam di rumah.

Jantung rasanya mau copot!

Saya langsung berseru ke arah Snow, memintanya masuk ke dalam rumah dan saya bergegas mencari Mbak Sri yang biasa ditugaskan menjaga Snow. Ternyata saat itu Mbak Sri sedang ke atas, sementara Mbak Iit yang ia minta menggantikan menjaga sebentar bisa-bisanya menganggap enteng situasi, ia ke toilet meninggalkan Snow dan temannya Emily (4 tahun) bermain tanpa ada yang mengawasi.

Apa jadinya kalau tadi Snow iseng lompat ke kolam dalam yang suka ia lakukan ketika sedang berenang ditemani orang dewasa? Bedanya tadi ia sedang tidak mengenakan rompi pelampungnya. Mempertanyakan hal tersebut saja saya gemetar, hati saya rasanya hancur berkeping-keping.

Namun saya bersyukur tadi saya ada di tempat yang tepat pada waktu yang tepat, sehingga tidak sampai terjadi hal-hal yang tidak diinginkan terhadap Snow.

Saya sudah mengutarakan ke Mbak Sri dan Mbak Iit bahwa saya tidak mau mereka mengulangi kesalahan yang sama - meninggalkan Snow sendiri tanpa pengawasan. Mereka pun sudah meminta maaf. Snow pun sudah saya beritahu berkali-kali agar tidak bermain di dekat kolam renang ketika tidak mengenakan pelampung dan tidak ada orang dewasa yang menemani. Namun hati saya rasanya masih hancur. Antara menyalahkan diri sendiri karena mempercayakan Snow dijaga orang lain sementara saya bekerja sehingga nyaris terjadi hal buruk kepada Snow, kesal terhadap Mbak Sri dan Mbak Iit dan takut akan berbagai kemungkinan terjadinya hal buruk yang dapat menimpa Snow ketika orang yang saya percaya untuk menjaganya lalai.

Sungguh, saat-saat seperti ini yang terkadang membuat saya merasa mungkin seharusnya saya jauh lebih posesif dan protektif sebagai seorang ibu. Membawa anak ke mana pun saya pergi. Tidak pernah meninggalkan anak barang sedetik pun di bawah pengawasan orang lain.

Namun, cepat atau lambat, mau tidak mau, akan ada waktunya saya harus percaya dan yakin, bahwa putri kecil saya akan baik-baik saja meskipun saya tidak di berada di sisinya. Kejadian beberapa detik yang saya ceritakan tadi cukup membuat saya khawatir seharian, dan saya rasa akan berlanjut terus. Sesuai ucapan Elizabeth Stone - seorang penulis buku berjudul A Boy I Once Knew, "Making the decision to have a child - it is momentous. It is to decide forever to have your heart go walking around outside your body."

Semoga anak-anak kita selalu terlindungi dari hal-hal buruk, di mana pun dan kapan pun.

TUTU SKIRT & FLORAL TOP

Waktu itu, saya khusus pergi ke Kemang Village untuk mengunjungi Lino Luna, sebuah toko milik Hanna Siahaan yang menjual berbagai pernak-pernik rumah dan pakaian anak-anak. Sebenarnya saya sudah mengincar pot tanaman di sana dan sempat menelepon ke toko tersebut untuk cek harganya, tapi akhirnya saya batal membeli pot yang saya mau karena terjadinya salah paham antara saya dan penjaga toko mengenai harga yang diinformasikan. However, I did not came home empty handed.

Karena teringat banyak baju Snow yang sudah kekecilan, akhirnya saya membeli sebuah atasan motif bunga yang cantik dari Petite Zosia dan rok tutu warna pink bertaburkan bintang berwarna emas dan silver dari Bebabeb yang dijual di sana. Keduanya produksi brand lokal dan yang saya pilih ini sudah saya perhatikan baik-baik jahitannya rapi, dan nggak lupa saya raba-raba kainnya untuk memastikan bahannya adem, lembut dan nyaman - produk-produk Petite Zosia terbuat dari katun organik serta katun premium. Soalnya kasian Snow kalau sampai bahan bajunya bikin gatal, panas atau terlalu kaku sehingga nggak dapat mengikuti gerakan Snow yang sangat aktif. Terpikir, selain bisa dipakai jalan-jalan, rok tutu ini juga bisa dipakai Snow kursus balet - dan dapat dipakai kira-kira sampai Snow berumur 4 tahun karena nggak terlalu pendek dan bagian pinggangnya ada karetnya. Untuk para ibu yang suka tanya saya di Instagram beli baju baletnya Snow di mana, sekalian saya jawab di sini, deh. Sepatu dan bajunya beli di Namarina sudah dapat sekaligus roknya, tapi kalau mau seru-seruan bisa juga pakai baju renang one piece kemudian pakai rok tutu Petite Zosia ini, tinggal pakai stocking banyak pilihan warna di H&M.

Terakhir, untuk kalian yang sedang mencari atau memang hobi koleksi pernak-pernik rumah dan punya anak kecil yang suka didandani, kalau belum pernah, wajib banget mampir ke Lino Luna. Memang sih, ada online shop-nya, tapi rasanya senang kalau bisa melihat dan menyentuh langsung produk-produk cantik yang ada di sana. Trust me, you will definitely LOVE the shop.

SNOW STORY TIME: 5 AM IN THE MORNING

"Hai sayang..." bisik saya ketika sadar sosok kecil di sebelah saya terbangun dari tidurnya.

Her sleepy face looked so beautiful, even in the darkness of our room. My beautiful little angel.

Sebelum Snow tertidur jam 6 sore tadi, kamar kami habis dilanda 'badai' tantrumnya.

Ada 3 faktor yang mungkin menyebabkan Snow super cranky sore itu, yaitu berikut ini.

1. Ia mengantuk karena belum tidur siang sejak bangun pukul 8 pagi. Saya sudah mencoba mengajaknya tidur sejak jam 1 siang, tapi ia menolak terus dan selalu kabur setiap saya berusaha peluk di ranjang agar tertidur.

2. Tubuhnya sedang tidak fit. Ia beberapa kali mengeluh tenggorokannya sakit. Snow memang sedang pilek dan batik. Untungnya badannya tidak demam dan lehernya tidak panas - artinya radang tenggorokannya tidak parah. Sejak kemarin kami sudah memberikannya obat yang diresepkan adik ipar saya yang seorang dokter.

3.  Ia kesal karena diisengi Astrid, tantenya. She has this love-hate relationship with her aunt. Dan sore itu, ketika Astrid memutuskan untuk menggoda Snow dengan memeluk saya dan mengatakan padanya, "Onci dong, sama Mama.", it was the boiling point for Snow.

Ia menangis histeris sambil berulang kali merengek, "Onci di rumah aja!" yang maksudnya ia ingin Astrid keluar dari kamar kami dan masuk ke kamarnya sendiri saja dan jangan keluar-keluar. Saya pun meminta Astrid untuk mengalah dulu saja, supaya Snow tenang dulu sehingga saya dapat mengajaknya makan malam sebelum menidurkannya.

Beberapa menit setelah Astrid pergi, Snow masih terus-menerus bergumam, "Onci di rumah aja." sambil menangis. Ia baru terlihat agak tenang 10 menit kemudian, dan pada saat itu Snow mengiyakan ketika saya menawarkannya makan malam.

Sayangnya, begitu Mbak Srie mengantarkan makanan Snow ke kamar dan saya menyuapkan makanan pada Snow, ia menolak.

 "Nggak mau." kata Snow, dengan wajah bersungut.

"Lho, kan tadi Kakak bilang mau makan. Ayo dong, Kak, kalau nggak makan nanti sakit perut, nggak sembuh-sembuh." ucap saya membujuknya.

 "Onci di kamar aja. Onci di kamar aja." Snow kembali mengucapkan berulang-ulang.

"Oncinya udah keluar kan, udah di kamar, kok." kata saya, berusaha meyakinkan Snow. Snow kembali mengulang kata-katanya tadi.

"Kakak mau lihat Onci di kamar?" tanya saya.  Snow mengangguk-anggukkan kepalanya.

It was a wrong move offering her that. Karena saat saya bawa Snow ke kamar Astrid, ternyata Astrid tidak di sana, dan Snow pun menangis lagi sambil terus mengatakan, "Onci di kamar aja."

Great!

 "Kakak makan dulu deh, ya..." kata saya pada Snow sambil bergegas menggendong gadis kecil seberat 12kg itu kembali ke kamar kami - karena ia nggak mau jalan sendiri saat itu.

"Onci di kamar aja."  Snow terisak sambil menggeliatkan tubuhnya di gendongan saya, mengisyaratkan ingin turun ke bawah.

"Ya udah, coba kita lihat Onci di mana, ya." ujar saya sambil menuruni tangga sambil tetap menggendong Snow, lalu berjalan menuju kamar mertua saya. Kami menemukan Astrid di sana dan Snow pun mulai lagi dengan, "Onci di rumah aja."

Akhirnya Astrid kembali ke kamarnya demi 'menyenangkan' Snow.  Saya juga kembali membawa Snow ke kamar untuk menyuapinya makan.  Tapi tetap, Snow menangis dan menolak untuk makan. Kali ini ia merengek, "Mau main-main sama Dedek."

Habis sudah kesabaran saya. Sepertinya Snow hanya mencari-cari alasan untuk tidak makan.

"No! Kakak makan dulu, baru boleh main sama Dedek. Kalau nggak mau makan nggak boleh keluar kamar!" 

"Iya..." jawab Snow.

Tapi setiap saya menyodorkan sendok berisi makanan, Snow malah menangis.

Akhirnya saya meletakkan makanan Snow di meja, menggendong Snow, membawanya ke ranjang, kemudian memeluknya sambil bersandar pada bantal. Lumayan pegal-pegal tubuh ini setelah menggendong Snow naik turun tangga tadi. Saya mendekap Snow sambil membelai-belai alisnya menggunakan ibu jari saya. Biasanya ia cepat tidur kalau saya melakukan ini, dan benar saja, dalam 10 menit Snow yang tadinya masih terisak-isak kini sudah tertidur.

"Hai sayang..." bisik saya ketika sadar sosok kecil di sebelah saya terbangun dari tidurnya.

Her sleepy face looked so beautifuleven in the darkness of our roomMy beautiful little angel.

Snow tersenyum begitu melihat wajah saya. Jam menunjukkan pukul 5 pagi. Saat itu saya belum tidur karena habis lembur dan lanjut mengobrol dengan Mono yang baru kembali dari bekerja di studio.

Karena Snow tadi tertidur jam 7 sebelum sempat makan malam, saya pun menawarkannya makan. And she said yes, jadi saya turun ke bawah untuk mengambilkan makanan. 

Sambil menyuapi Snow mayan sendok demi sendok, saya tersenyum memandang Snow. Untung mood-nya sudah lebih baik, dalam hati saya berucap. Tiba-tiba Snow mengatakan sesuatu.

"Bosen..." kata Snow sambil memandang ke bawah.

"Bosen sama siapa?" tanya Mono.

"Mama." jawab Snow.

Saya dan Mono hanya bisa saling memandang sambil mengernyitkan dahi.

SNOW STORY TIME: SABTU BERSAMA SUMMER SNOW

Cinta_Ruhama_Amelz.jpg

Setelah satu minggu yang cukup hectic, cuma sempat bertemu Snow dan Mono sekilas-sekilas saja, akhirnya kemarin saya punya waktu seharian bersama Snow. Meskipun sambil kerja juga, tapi rasanya senang banget Snow ada di dekat saya terus mulai dari bangun tidur sampai tidur lagi.

Kemarin itu acara kami yang pertama adalah ikutan No-Oven Baking Workshop yang diadakan oleh Blue Band dan The Urban Mama. Seru banget, di workshop ini saya dapat ilmu dari Chef Ayu Anjani kalau baking kue ternyata bisa pakai panci kukusan. Jadi biarpun nggak punya oven, tetap bisa baking bermacam-macam kue. Kemarin saya sempat share caranya di Instastory, tapi pasti ada yang belum baca, jadi nanti saya tulis di sini juga, deh.

 Snow sibuk tanya-tanya, ini apa, itu apa. Anaknya senang banget lihat printilan masak-memasak di acara  baking workshop.

Snow sibuk tanya-tanya, ini apa, itu apa. Anaknya senang banget lihat printilan masak-memasak di acara baking workshop.

 Dalam  talkshow  acara Blue Band,  Chef Ayu Anjani  menyampaikan trik  baking  kue tanpa oven. Ternyata gampang, lho! Jadi, pengganti ovennya adalah panci kukusan. Cukup panaskan panci kukusan berisi 1 sendok makan air dengan api kecil selama 10 menit, kemudian letakkan kue yang akan di- bake  di atas kukusan tertutup selama 20-30 menit.

Dalam talkshow acara Blue Band, Chef Ayu Anjani menyampaikan trik baking kue tanpa oven. Ternyata gampang, lho! Jadi, pengganti ovennya adalah panci kukusan. Cukup panaskan panci kukusan berisi 1 sendok makan air dengan api kecil selama 10 menit, kemudian letakkan kue yang akan di-bake di atas kukusan tertutup selama 20-30 menit.

 Saat saya sedang memperhatikan  talkshow , Snow minta saya menyematkan bunga pada rambutnya dan pada rambut saya juga. Hahaha!

Saat saya sedang memperhatikan talkshow, Snow minta saya menyematkan bunga pada rambutnya dan pada rambut saya juga. Hahaha!

  The glorious cookies and cakes display at the event.  Di akhir acara, semua kue ini boleh dibawa pulang oleh semua peserta  workshop , lho!

The glorious cookies and cakes display at the event. Di akhir acara, semua kue ini boleh dibawa pulang oleh semua peserta workshop, lho!

Cinta_Ruhama_Amelz.jpg
 Snow ketagihan kue salju pandan. Rasanya memang super enak! Kalau mau tahu resepnya, kalian bisa buka   website Blue Band   atau tonton video YouTube-nya di   sini  .

Snow ketagihan kue salju pandan. Rasanya memang super enak! Kalau mau tahu resepnya, kalian bisa buka website Blue Band atau tonton video YouTube-nya di sini.

 Bersama para ibu inspiratif yang juga hadir di acara Blue Band. Ada Ayudia Bing Slamet, Andra Alodita, Cynthia Riza, Tyna Kanna Mirdad dan Fifi Alfianto, plus Sekala dan Snow (yang lagi nggak  mood  difoto).

Bersama para ibu inspiratif yang juga hadir di acara Blue Band. Ada Ayudia Bing Slamet, Andra Alodita, Cynthia Riza, Tyna Kanna Mirdad dan Fifi Alfianto, plus Sekala dan Snow (yang lagi nggak mood difoto).

 Waktu  baking workshop,  Snow sempat ikut membantu mengaduk dan membulat-bulatkan adonan kue nastar. Berkali-kali ia mengatakan, " This is fun,  Mama!  This is fun !" Gemaaas!

Waktu baking workshop, Snow sempat ikut membantu mengaduk dan membulat-bulatkan adonan kue nastar. Berkali-kali ia mengatakan, "This is fun, Mama! This is fun!" Gemaaas!

 Summer Snow Jones kenalan sama Dia Sekala Bumi.

Summer Snow Jones kenalan sama Dia Sekala Bumi.

 Paling bahagia kalau lagi bercanda dengan Snow sampai dia tertawa cekikikan seperti ini.

Paling bahagia kalau lagi bercanda dengan Snow sampai dia tertawa cekikikan seperti ini.

Selama saya kerja - memperhatikan talkshowikutan baking workshop, foto-foto dan merekam Instastory, Snow asyik mencicipi kue-kue (yang semuanya dimasak tanpa oven) yang ada di sana. Favoritnya yang bikin bolak-balik ambil terus adalah Kue Salju Pandan. Rasanya memang enaaak...banget! Percaya nggak percaya, rasanya sama enaknya dengan kue yang dibikin pakai oven.

 Nggak tahan lihat pipi bulatnya Snow di sini.  Anyone else notice that other than me ? Hihihi!

Nggak tahan lihat pipi bulatnya Snow di sini. Anyone else notice that other than me? Hihihi!

 Snow anteng sekali nonton  channel  BabyFirst sambil potong rambut.

Snow anteng sekali nonton channel BabyFirst sambil potong rambut.

 Mengabadikan momen sederhana menggemaskan yang suatu hari nanti akan membuat saya dan Snow tersenyum melihatnya dalam foto.

Mengabadikan momen sederhana menggemaskan yang suatu hari nanti akan membuat saya dan Snow tersenyum melihatnya dalam foto.

Pulang dari event, kebetulan Bunda dan Yanda saya sedang di Ratu Plaza, jadi kamipun janjian bertemu di Senayan City. Nah, pas di sana saya sempat post di Instagram foto Snow lagi potong rambut. Jadi, tiba-tiba pas lewat Kiddy Cuts Snow ngomong ke Ba'ai-nya (panggilan nenek bahasa Manado), "Kakak mau potong rambut, dong." Sedikit flashback, terakhir rambut Snow digunting, yang melaksanakan adalah Mono, alias bapaknya sendiri. Kata Mono, model rambut Snow hasil potongannya 'indies' banget. Namanya anak kecil, Snow super bangga sama hasil karya bapaknya, lalu pamer ke neneknya sambil menanyakan, "Lucu nggak rambut kakak?" Jawabannya, "Nggak." Meskipun banyak yang komentar model rambutnya Snow lucu, bagi saya, mertua, orangtua saya dan adik-adik ipar, hasil potongan Mono kacau. Hahaha! Rambut Snow pendek dramatis di bagian dekat telinga, panjang di bagian belakang. Makanya, setelah sekian lama pasrah lihat rambut 'indies' Snow karena setiap diajak potong rambut anaknya selalu menolak atau dilarang Mono, akhirnya kemarin saya kesampaian rapiin rambut Snow di Kiddy Cuts. Pas banget Snow minta dan Mono lagi perform di luar kota. KESEMPATAN!

Cinta_Ruhama_Amelz.jpg
 Ekspresi andalan Snow kalau foto.  Fierce ? Hmm...bukan. Katanya sih, ini ekspresi marah.

Ekspresi andalan Snow kalau foto. Fierce? Hmm...bukan. Katanya sih, ini ekspresi marah.

 Snow senang sekali seharian sama mama, terus sempat main sama Ba'ai juga. Snow dekat banget sama Ba'ai-nya meskipun nggak setiap hari bertemu. Kemarin seharian berkali-kali ia mengatakan, "I love you, Mama. I love you, Ba'ai." Bahagia banget dengarnya!

Snow senang sekali seharian sama mama, terus sempat main sama Ba'ai juga. Snow dekat banget sama Ba'ai-nya meskipun nggak setiap hari bertemu. Kemarin seharian berkali-kali ia mengatakan, "I love you, Mama. I love you, Ba'ai." Bahagia banget dengarnya!

Selesai potong rambut, kami mampir ke Sushi Tei untuk makan, kemudian pulang. Di sini juga ada cerita lucu soal Snow dan 2 permen hadiah potong rambutnya, kalau sudah baca di post Instagram saya silahkan di-skip, tapi untuk yang belum baca saya tulis lagi. Habis potong rambut kemarin, Snow dapat hadiah 2 permen dari hairdresser-nya. Happy banget dia, dooong... Selama makan di restoran Snow menggenggam 2 permen itu sambil berulang kali mengatakan, "Ini 1 buat kakak, 1 buat dedek (Asa, sepupunya di rumah)." Kebetulan pas di restoran ada anak kecil pakai baju Superman lewat-lewat. Karena Snow suka superheroes dan gemes sama anak itu, 1 permennya pun dia kasih ke si anak. Lalu, sepanjang jalan pulang Snow ngoceh, "Ini yang 1 buat dede. Kakak baik ya, kasih permen ke Superman. Kakak nggak pegang permen, kakak nggak nangis. Ini 1 buat dede." Ketika di rumah sudah malam, Snow baru ingat mau kasih permen ke Asa. Ia pun minta diantarkan ke kamar Asa, tapi ternyata Asa sudah tidur. Kata Bubu (panggilan ibunya Asa), "Kalau mau kasih permennya besok aja pas dede lagi bangun, ya. Atau kalau Kakak mau, nggak apa-apa kok dimakan sendiri permennya." Lalu tanggapan Snow, "Besok beli lagi aja ya, permennya buat dede." Batal deh, niat Snow kasih permen untuk dede. Nggak apa-apa, Kak, yang penting awalnya niatnya baik. Hahaha!

Kira-kira begitu keseruan Sabtu saya kemarin. Intinya, sih, biarpun seminggu penuh sibuk juggling berhadapan sama urusan anak dan suami, pekerjaan WOOP.id, dan pekerjaan sebagai influencer - yang semuanya itu saya anggap rejeki masih diberi kesehatan untuk menjalani dan yang dijalani adalah hal-hal yang memang sesuai passion, saya bersyukur banget masih bisa menghabiskan waktu sama keluarga, plus mengalami cerita-cerita seru dan lucu Snow.

Kalau kalian ada cerita seru apa dari akhir pekan ini? Yuk, share cerita kalian di bagian komentar di bawah! Nggak sabar deh, dengar cerita dari kalian seperti apa.