LIFE

SUMMER SNOW JONES, MY LITTLE REBEL

IMG_8606.JPG

Beberapa bulan terakhir, Snow sudah bisa marah-marah dan melawan. Galak banget pula! Suatu hari pas saya melarangnya mencolek krim dari seloyang kue yang masih mau disimpan, bocahnya mengamuk. Dia menangis, memukul saya (walaupun belum ada tenaganya), kemudian mengatakan ke saya dengan nada tinggi, “Aku nggak mau lagi main sama mama!” Tentu saja saya tidak mengambil hati perkataannya - namanya juga anak kecil.

Kemudian sempat juga Snow mencakar dada dan menendang kaki saya waktu saya berusaha menggendongnya ke mobil untuk berangkat sekolah sementara Snow maunya nonton kartun saja di rumah. Perilakunya disertai teriakan penuh amarah dan lempar-lempar tisu selama perjalanan di mobil.

Adegan Snow lempar-lempar benda pun nggak berhenti sampai di situ. Snow juga sempat melayangkan bukunya waktu sedang diajarkan membaca oleh ayahnya - Mono memang cukup galak sama Snow perihal belajar.

Saya sempat menceritakan ini ke Kania Anggiani, seorang teman yang sudah memiliki dua anak. Ia pun menceritakan bahwa anaknya juga sempat melalui fase ini, memukul atau menendang ketika melampiaskan kemarahan atau kesedihannya. Di akhir obrolan itu kami sepakat, kalau anak lagi marah atau menangis, daripada melarang mereka mengekspresikan kemarahannya atau kesedihannya dengan mengatakan “Nggak perlu pakai marah (atau menangis), ya..” yang mungkin akan bikin mereka lebih histeris, lebih baik didik mereka untuk boleh merasakannya dan menyalurkannya tapi dengan cara yang tidak destruktif. Ini adalah awal memperkenalkan mereka dengan kesadaran kesehatan mental, lho... Salah satu cara saya: ajak anak berpelukan. Misalnya, saya akan katakan ke Snow, “Snow marah (atau sedih), ya? Boleh kok, sini peluk mama, boleh sekuat-kuatnya sampai nggak marah (atau sedih), ya...” Biasanya Snow akan jadi lebih tenang. Anak kecil dan orang dewasa itu sama, sebagai manusia terkadang kita cuma butuh orang untuk bersandar ketika kita sedang marah atau sedih. Benar nggak? Kalau mood Snow sudah ceria lagi, baru saya ajak ngobrol membahas alasan keinginannya belum atau tidak dipenuhi.

Saya berbagi cerita ini untuk sesama orangtua, agar tidak merasa sendirian atau berkecil hati jika anak juga sedang melalui fase ini. Banyak sekali orangtua yang juga mengalami, jadi tidak perlu malu. Ini justru kesempatan kita sebagai orangtua untuk menunjukkan ke anak bahwa kita siap mendengarkan keluh kesah mereka - menjadi tempat mereka untuk bersandar.

Kalau kalian ada cerita nggak mengenai perilaku anak, ponakan atau adik yang mulai dapat melampiaskan kemarahannya? Do share your story on the comment section below! Jangan lupa tulis juga nama akun Instagram kalian. 5 orang yang ceritanya paling menarik akan saya beri hadiah berupa NYX Powder Puff Lippie. Saya akan umumkan pemenangnya di Instastory saya pada tanggal 5 Agustus 2018.

*Diperpanjang hingga tanggal 8 Agustus 2018 jam 12 malam. Pengumuman pemenang pada tanggal 9 Agustus 2018.

Habis sharing cerita kalian, kalau tertarik boleh baca rekomendasi artikel dari Woop.id berikut yang masih bersangkutan dengan cara bersikap ketika anak mulai melawan.

SUDAH TIDAK JAMANNYA LAGI MEMUKUL ANAK, SAATNYA MEMILIH DISIPLIN POSITIF

A MONTH & A HALF BREAK & LIFE LATELY

IMG_0039blog.jpg

Hi, everyone! I'm finally back on the blog. Sorry not sorry for missing in action for a month and a half. Pasalnya, pertengahan Mei hingga pertengahan Juni merupakan periode yang sangat berat bagi saya. Selain sempat mengalami masalah kesehatan (akan saya ceritakan di post terpisah) sejak bulan Mei, saya juga sempat melalui masalah dalam hubungan saya dengan suami sehingga saya merasa belum sanggup untuk menuangkan tulisan ke blog - karena mood dan kondisi tubuh yang sedang sangat kacau. Ya, saya tidak malu mengakui hal ini, karena saya yakin setiap pasangan pasti pernah mengalami masalah dalam hubungan mereka dan ini merupakan hal yang normal. Dan bukannya saya ingin mengumbar masalah rumah tangga atau mencari perhatian, tapi saya hanya tidak ingin orang-orang mengira bahwa hubungan yang sempurna adalah hubungan yang tidak pernah melalui pertengkaran. Menurut saya, hubungan pasangan akan lebih erat jika antara satu pihak dan lainnya dapat belajar hal positif dari masalah yang mereka alami, berkomunikasi, serta terus mencoba memperbaiki diri masing-masing agar masalah yang sempat terjadi tidak terulang kembali. Setuju?

Saya tidak akan membahas hal ini lebih detail. I'm just going to tell you that I'm feeling a lot better lately, physically and mentallyOur family is doing great. Kami menyempatkan untuk liburan ke Bali di akhir bulan Juni kemarin. It was so much funI can't wait to tell you all about it. Bocorannya sudah saya post di Instagram, sih... Hehehe! Tapi sebelumnya, saya akan menulis post setelah ini untuk melanjutkan cerita saya yang terputus di post terakhir saya di bulan Mei. Semoga kalian sabar menunggu post-nya, ya...

Thank you for reading and I hope you're all in a good condition. Healthy and happy.

ADIOS, 2017!

Cinta_Ruhama_Amelz.jpg

Is it really the last day of 2017? So it is, and here are my thoughts from this year and my goals for 2018.

Di awal tahun 2017 saya memutuskan untuk belajar bikin tato. Yes, my husband talked me into it on new year's eve and I know the reason is because he just wanted to have a personal tattoo artist or so I can earn more money for myself - which is not a bad idea, so I learned and liked it? Setelah 3 kali pertemuan dengan tattoo artist yang mengajarkan saya, ia menyatakan bahwa saya berpotensi untuk menjadi tattoo artist yang hebat (WOW!) dan ternyata bikin tato itu menyenangkan! Yang bikin saya terharu, pengajar saya ini adalah orang pertama yang saya tato dan tato yang ia minta buatkan adalah gambar wajah almarhum anaknya. Selama bertahun-tahun saya entah kenapa saya yang tidak tergerak untuk menggunakan kemampuan menggambar yang saya miliki dan sekarang saya menemukan hal yang membuat saya kembali semangat menggunakan kemampuan tersebut. Oke, tapi sampai saat ini saya belum resmi menjadi tattoo artist karena setelah 6 kali membuat tato di tubuh orang lain, mesin tato saya rusak dan belum ada yang berhasil memperbaiki. I probably have to replace it with a new one. Yang pasti, tahun ini saya ingin mengembangkan skill ini dan seperti niat saya di tahun ini yang belum terlaksana, saya juga ingin belajar sulam alis - karena kalau saya perhatikan membuat tato dan menyulam alis itu masih mirip-mirip tekniknya.

Kemudian, WOOP.id yang sudah live sejak November 2016 kini sudah berumur 1 tahun lebih dan akhirnya kami sudah menyelenggarakan acara peluncurannya. Tahun 2017 merupakan tahun di mana kami fokus pada konten editorial, dan setelah berhasil konsisten memproduksi artikel yang berkualitas setiap hari selama 1 tahun, saatnya kami mulai fokus pada hal lainnya yang tidak kalah penting sambil tetap mempertahankan konsistensi produksi artikel yang telah dicapai. Our team may be small right now, but we have the spirit to go with full force in 2018. Saya berharap di tahun 2018, WOOP.id juga akan konsisten memproduksi video-video YouTube, mengadakan berbagai acara, dan melakukan kolaborasi dengan banyak pihak yang memiliki satu visi dan misi dengan WOOP.id. Terima kasih banyak kepada kalian semua yang sudah membaca WOOP.id selama ini, kepada pihak-pihak yang sudah bekerjasama dengan kami dan yang terpenting, terima kasih kepada tim WOOP.id yang sudah bekerjasama dengan sangat baik sehingga kami bisa di posisi kami sekarang. Mohon dukungannya dari kalian semua di tahun-tahun mendatang, agar WOOP.id dapat terus berkembang menyediakan konten yang dapat memberikan perubahan positif kepada pembacanya.

Untuk blog dan kegiatan membuat konten pribadi, beberapa tahun terakhir saya memang banyak absen menulis post di blog dan lebih aktif di Instagram karena sedang beradaptasi dengan entrepreneurship - sekaligus berusaha tetap menjadi manusia yang waras dengan segala peran yang saya jalani (menurut saya sebagai manusia, saya bukan cuma berperan ibu dan istri, tapi juga anak, teman, dan sebagainya). Selama ini YouTube channel saya pun masih belum sesuai dengan keinginan saya, bukan karena pihak yang bekerjasama dengan saya dalam mengembangkannya, tapi karena saya belum total 'memikirkannya'. So this year I want to work on those things. Walaupun sibuk dengan WOOP.id, saya ingin tetap bisa memproduksi konten pribadi secara konsisten dan berusaha untuk lebih baik lagi dalam mengekspresikan diri saya lewat konten tersebut.

For self care, saya ingin bisa lebih sering lagi berolahraga. Kalau sejak Oktober saya sudah mulai olahraga 2 kali dalam 1 minggu, saya ingin setiap hari saya diawali dengan olahraga. Dan bukannya mengurangi makan, tapi ingin lebih pintar memilih makanan yang dikonsumsi. Terserah orang mau menyebut saya diet dan menasehati saya untuk lebih cuek makan apa saja. Bagi saya menahan diri untuk tidak lepas kontrol mengkonsumsi makanan yang tidak sehat itu artinya peduli dengan orang-orang yang membutuhkan saya, dan jika saya lepas kontrol itu artinya saya mempersiapkan diri untuk menyusahkan mereka. Benar bukan? Kalau saya nggak olahraga, makan suka-suka, dan ujung-ujungnya sakit keras, siapa yang dibikin susah? Kasihan orang-orang yang membutuhkan saya, yaitu keluarga.

Last but definitely not the least. In fact, this is the most important thing. Saya ingin lebih mendekatkan diri lagi dengan keluarga dan sahabat-sahabat saya. I want to be able to take care of them more than I already did this year, and make them feel loved by me more than ever.

These are things I just came up with last night, keeping it spontaneous, nothing ambitious, and I’m kinda surprise that having more stuff, having our own house, or traveling as goals didn’t even came into my mind when I wrote it this post. But then again they were never my priority to begin with. I just want to work, make the best and be grateful with what I have, instead of wishing for more. Focus on things that truly matters: my family, the positive changes I wish I can bring through content creating and WOOP.id, plus being a better and better version of myself. Hope we can take all the lessons from 2017 and make the best of 2018. So tell me, what are your thoughts from 2017, and your goals for 2018?

 

HAPPY NEW YEAR EVERYONE! 

MAIN KE RUMAH SESE & NANDA

Sebelum Lebaran, saya, Mono dan Snow sempat main ke rumah teman kami, Sese dan Nanda. Iseng-iseng, saya ingin lihat rumah barunya yang kalau dipost di Instagram bikin ingin punya rumah sendiri. Hahaha! Dan tentunya, Sese ini salah satu teman saya yang orangnya paling menyenangkan, jadi sering bikin kangen dan main ke rumahnya dalam rangka kangen-kangenan setelah lama nggak bertemu.

Esinsillia_Ernanda_Putra_Rumah.jpg

Nggak terlalu sulit mencari jalan ke rumahnya yang berada di daerah Cirendeu. Sesampainya di sana, yang pertama mencuri perhatian Snow adalah bantal-bantal gemas, keju mainan dan boneka tikus kecil yang tergeletak. "Ini apaan?" tanya Snow. Tante Sese pun langsung menunjukkan kepada Snow cara memainkan si boneka tikus dengan kucingnya yang super gemas, namanya Mr. Pinkman The Cat. Kucingnya ada Instagramnya, lho, dan seperti dua pemiliknya, foto-foto Instagram-nya keren semua. Hahaha!

Esinsillia_Ernanda_Putra_Rumah.jpg
Esinsillia_Ernanda_Putra_Rumah.jpg
Esinsillia_Ernanda_Putra_Rumah.jpg

Begitu dikenalkan dengan Mr. Pinkman, Snow langsung heboh ingin main terus. Ke mana Mr. Pinkman pergi, Snow mengikuti sambil membawa mainan Mr. Pinkman, berharap Mr. Pinkman akan semangat bermain dengannya. Mr. Pinkman ini tampilannya memang lucu banget, sih, bulunya bagus berwarna abu-abu kecokelatan dan matanya kuning menyala.

Esinsillia_Ernanda_Putra_Rumah.jpg
Esinsillia_Ernanda_Putra_Rumah.jpg
Rumah_Esinsilia_Ernanda_Putri.jpg
Esinsillia_Ernanda_Putra_Rumah.jpg
Esinsillia_Ernanda_Putra_Rumah.jpg
Rumah_Esinsilia_Ernanda_Putra.jpg

Saya sukaaa... sekali dengan banyaknya cahaya yang masuk di rumah ini berkat jendela-jendelanya yang besar. Ukuran rumah ini nggak terlalu besar tapi terasa lega karena tidak banyak sekat antara ruangan. Ruang tamu yang juga berfungsi sebagai ruang keluarga bersambung dengan dapur bersih dan ruang makan. Dekorasi rumahnya pun minimalis, jadi terlihat rapi sekali. Lalu ada sentuhan tanaman-tanaman cantik di beberapa sudutnya.

Esinsillia_Ernanda_Putra_Rumah.jpg
Esinsillia_Ernanda_Putra_Rumah.jpg
Esinsillia_Ernanda_Putra_Rumah.jpg
Esinsillia_Ernanda_Putra_Rumah.jpg

Sore itu Sese dan Nanda sedang puasa, tapi saya, Mono dan Snow tidak, jadi kami sempat mencicipi es kacang hijau buatan Sese yang segar. Jadi teringat dulu pas Snow masih 1 tahun suka saya buatkan es seperti ini dari buah-buahan. Meskipun nggak habis setiap memakan es kacang hijau buatan Tante Sese, Snow sempat minta tambah sampai 3 kali, 1 kali tidak habis saya yang menghabiskan, 2 kalinya Mono yang menghabiskan. Hehehe...

Esinsillia_Ernanda_Putra_Rumah.jpg
Esinsillia_Ernanda_Putra_Rumah.jpg
Esinsillia_Ernanda_Putra_Rumah.jpg
Esinsillia_Ernanda_Putra_Rumah.jpg
Esinsillia_Ernanda_Putra_Rumah.jpg
Esinsillia_Ernanda_Putra_Rumah.jpg
Esinsillia_Ernanda_Putra_Rumah.jpg

Bukan main ke rumah baru namanya kalau nggak ada home tour. Hahaha! Sese dan Nanda pun sempat mengajak kami keliling rumah, termasuk ke lantai atas di mana ada electric drum dan kamar mereka. Snow antusias sekali mencoba electric drum Oom Nanda, soalnya kalau di rumah ia biasa dipangku Mono main drum asli. Mono pun juga sempat mencoba electric drum-nya. 

Rumah_Esinsilia_Ernanda_Putra.jpg
Rumah_Esinsilia_Ernanda_Putra.jpg
Rumah_Esinsilia_Ernanda_Putra.jpg

Kalau punya rumah seperti milik Sese dan Nanda, sepertinya saya akan betah di rumah, malas pergi ke mana-mana. Habis sudah nyaman banget, enak untuk kerja di rumah maupun leyeh-leyeh. Saya pikir begitu juga Sese dan Nanda, tapi ternyata menurut Sese mereka masih semangat keluar rumah untuk ke kantor ataupun jalan-jalan di akhir pekan. Ketika saya menanyakan Mono apakah dia ingin punya rumah seperti ini, katanya dia lebih tertarik untuk merenovasi dan mendekorasi ulang rumah orangtuanya yang selama ini kami huni. Ada benarnya, sih, soalnya saya nggak bisa membayangkan di mana Mono akan menyimpan koleksi alat musik yang sekarang saja merajalela sampai ke rak kamar tidur kami.

Esinsillia_Ernanda_Putra_Rumah.jpg
Rumah_Esinsilia_Ernanda_Putra.jpg
Esinsillia_Ernanda_Putra_Rumah.jpg
Esinsillia_Ernanda_Putra_Rumah.jpg
Esinsillia_Ernanda_Putra_Rumah.jpg
Esinsillia_Ernanda_Putra_Rumah.jpg

Kemudian, saat ini studio musik dan kantor WOOP.id di mana kami bekerja letaknya masih di rumah mertua saya pula, jadi perlu persiapan ekstra kalau kami memang ingin punya rumah sendiri. Saya pun sebenarnya merasa senang dengan ramainya rumah mertua, karena nggak pernah terasa sepi, kemudian kami nggak pernah bingung kalau harus meninggalkan Snow di rumah, karena ada saja mertua atau adik ipar yang bisa membantu menjaganya. Tapi kalau soal privasi dan idealisme dalam membesarkan Snow memang jadi terasa lebih tricky. However, I'm not complaining.

Overallwe had so much fun visiting Sese and Nanda at their new house. Terima kasih sudah boleh main ke rumah, Sese, Nanda dan Mr. Pinkman The Cat!

SNOW STORY TIME: SABTU BERSAMA SUMMER SNOW

Cinta_Ruhama_Amelz.jpg

Setelah satu minggu yang cukup hectic, cuma sempat bertemu Snow dan Mono sekilas-sekilas saja, akhirnya kemarin saya punya waktu seharian bersama Snow. Meskipun sambil kerja juga, tapi rasanya senang banget Snow ada di dekat saya terus mulai dari bangun tidur sampai tidur lagi.

Kemarin itu acara kami yang pertama adalah ikutan No-Oven Baking Workshop yang diadakan oleh Blue Band dan The Urban Mama. Seru banget, di workshop ini saya dapat ilmu dari Chef Ayu Anjani kalau baking kue ternyata bisa pakai panci kukusan. Jadi biarpun nggak punya oven, tetap bisa baking bermacam-macam kue. Kemarin saya sempat share caranya di Instastory, tapi pasti ada yang belum baca, jadi nanti saya tulis di sini juga, deh.

Snow sibuk tanya-tanya, ini apa, itu apa. Anaknya senang banget lihat printilan masak-memasak di acara  baking workshop.

Snow sibuk tanya-tanya, ini apa, itu apa. Anaknya senang banget lihat printilan masak-memasak di acara baking workshop.

Dalam  talkshow  acara Blue Band,  Chef Ayu Anjani  menyampaikan trik  baking  kue tanpa oven. Ternyata gampang, lho! Jadi, pengganti ovennya adalah panci kukusan. Cukup panaskan panci kukusan berisi 1 sendok makan air dengan api kecil selama 10 menit, kemudian letakkan kue yang akan di- bake  di atas kukusan tertutup selama 20-30 menit.

Dalam talkshow acara Blue Band, Chef Ayu Anjani menyampaikan trik baking kue tanpa oven. Ternyata gampang, lho! Jadi, pengganti ovennya adalah panci kukusan. Cukup panaskan panci kukusan berisi 1 sendok makan air dengan api kecil selama 10 menit, kemudian letakkan kue yang akan di-bake di atas kukusan tertutup selama 20-30 menit.

Saat saya sedang memperhatikan  talkshow , Snow minta saya menyematkan bunga pada rambutnya dan pada rambut saya juga. Hahaha!

Saat saya sedang memperhatikan talkshow, Snow minta saya menyematkan bunga pada rambutnya dan pada rambut saya juga. Hahaha!

The glorious cookies and cakes display at the event.  Di akhir acara, semua kue ini boleh dibawa pulang oleh semua peserta  workshop , lho!

The glorious cookies and cakes display at the event. Di akhir acara, semua kue ini boleh dibawa pulang oleh semua peserta workshop, lho!

Cinta_Ruhama_Amelz.jpg
Snow ketagihan kue salju pandan. Rasanya memang super enak! Kalau mau tahu resepnya, kalian bisa buka   website Blue Band   atau tonton video YouTube-nya di   sini  .

Snow ketagihan kue salju pandan. Rasanya memang super enak! Kalau mau tahu resepnya, kalian bisa buka website Blue Band atau tonton video YouTube-nya di sini.

Bersama para ibu inspiratif yang juga hadir di acara Blue Band. Ada Ayudia Bing Slamet, Andra Alodita, Cynthia Riza, Tyna Kanna Mirdad dan Fifi Alfianto, plus Sekala dan Snow (yang lagi nggak  mood  difoto).

Bersama para ibu inspiratif yang juga hadir di acara Blue Band. Ada Ayudia Bing Slamet, Andra Alodita, Cynthia Riza, Tyna Kanna Mirdad dan Fifi Alfianto, plus Sekala dan Snow (yang lagi nggak mood difoto).

Waktu  baking workshop,  Snow sempat ikut membantu mengaduk dan membulat-bulatkan adonan kue nastar. Berkali-kali ia mengatakan, " This is fun,  Mama!  This is fun !" Gemaaas!

Waktu baking workshop, Snow sempat ikut membantu mengaduk dan membulat-bulatkan adonan kue nastar. Berkali-kali ia mengatakan, "This is fun, Mama! This is fun!" Gemaaas!

Summer Snow Jones kenalan sama Dia Sekala Bumi.

Summer Snow Jones kenalan sama Dia Sekala Bumi.

Paling bahagia kalau lagi bercanda dengan Snow sampai dia tertawa cekikikan seperti ini.

Paling bahagia kalau lagi bercanda dengan Snow sampai dia tertawa cekikikan seperti ini.

Selama saya kerja - memperhatikan talkshowikutan baking workshop, foto-foto dan merekam Instastory, Snow asyik mencicipi kue-kue (yang semuanya dimasak tanpa oven) yang ada di sana. Favoritnya yang bikin bolak-balik ambil terus adalah Kue Salju Pandan. Rasanya memang enaaak...banget! Percaya nggak percaya, rasanya sama enaknya dengan kue yang dibikin pakai oven.

Nggak tahan lihat pipi bulatnya Snow di sini.  Anyone else notice that other than me ? Hihihi!

Nggak tahan lihat pipi bulatnya Snow di sini. Anyone else notice that other than me? Hihihi!

Snow anteng sekali nonton  channel  BabyFirst sambil potong rambut.

Snow anteng sekali nonton channel BabyFirst sambil potong rambut.

Mengabadikan momen sederhana menggemaskan yang suatu hari nanti akan membuat saya dan Snow tersenyum melihatnya dalam foto.

Mengabadikan momen sederhana menggemaskan yang suatu hari nanti akan membuat saya dan Snow tersenyum melihatnya dalam foto.

Pulang dari event, kebetulan Bunda dan Yanda saya sedang di Ratu Plaza, jadi kamipun janjian bertemu di Senayan City. Nah, pas di sana saya sempat post di Instagram foto Snow lagi potong rambut. Jadi, tiba-tiba pas lewat Kiddy Cuts Snow ngomong ke Ba'ai-nya (panggilan nenek bahasa Manado), "Kakak mau potong rambut, dong." Sedikit flashback, terakhir rambut Snow digunting, yang melaksanakan adalah Mono, alias bapaknya sendiri. Kata Mono, model rambut Snow hasil potongannya 'indies' banget. Namanya anak kecil, Snow super bangga sama hasil karya bapaknya, lalu pamer ke neneknya sambil menanyakan, "Lucu nggak rambut kakak?" Jawabannya, "Nggak." Meskipun banyak yang komentar model rambutnya Snow lucu, bagi saya, mertua, orangtua saya dan adik-adik ipar, hasil potongan Mono kacau. Hahaha! Rambut Snow pendek dramatis di bagian dekat telinga, panjang di bagian belakang. Makanya, setelah sekian lama pasrah lihat rambut 'indies' Snow karena setiap diajak potong rambut anaknya selalu menolak atau dilarang Mono, akhirnya kemarin saya kesampaian rapiin rambut Snow di Kiddy Cuts. Pas banget Snow minta dan Mono lagi perform di luar kota. KESEMPATAN!

Cinta_Ruhama_Amelz.jpg
Ekspresi andalan Snow kalau foto.  Fierce ? Hmm...bukan. Katanya sih, ini ekspresi marah.

Ekspresi andalan Snow kalau foto. Fierce? Hmm...bukan. Katanya sih, ini ekspresi marah.

Snow senang sekali seharian sama mama, terus sempat main sama Ba'ai juga. Snow dekat banget sama Ba'ai-nya meskipun nggak setiap hari bertemu. Kemarin seharian berkali-kali ia mengatakan, "I love you, Mama. I love you, Ba'ai." Bahagia banget dengarnya!

Snow senang sekali seharian sama mama, terus sempat main sama Ba'ai juga. Snow dekat banget sama Ba'ai-nya meskipun nggak setiap hari bertemu. Kemarin seharian berkali-kali ia mengatakan, "I love you, Mama. I love you, Ba'ai." Bahagia banget dengarnya!

Selesai potong rambut, kami mampir ke Sushi Tei untuk makan, kemudian pulang. Di sini juga ada cerita lucu soal Snow dan 2 permen hadiah potong rambutnya, kalau sudah baca di post Instagram saya silahkan di-skip, tapi untuk yang belum baca saya tulis lagi. Habis potong rambut kemarin, Snow dapat hadiah 2 permen dari hairdresser-nya. Happy banget dia, dooong... Selama makan di restoran Snow menggenggam 2 permen itu sambil berulang kali mengatakan, "Ini 1 buat kakak, 1 buat dedek (Asa, sepupunya di rumah)." Kebetulan pas di restoran ada anak kecil pakai baju Superman lewat-lewat. Karena Snow suka superheroes dan gemes sama anak itu, 1 permennya pun dia kasih ke si anak. Lalu, sepanjang jalan pulang Snow ngoceh, "Ini yang 1 buat dede. Kakak baik ya, kasih permen ke Superman. Kakak nggak pegang permen, kakak nggak nangis. Ini 1 buat dede." Ketika di rumah sudah malam, Snow baru ingat mau kasih permen ke Asa. Ia pun minta diantarkan ke kamar Asa, tapi ternyata Asa sudah tidur. Kata Bubu (panggilan ibunya Asa), "Kalau mau kasih permennya besok aja pas dede lagi bangun, ya. Atau kalau Kakak mau, nggak apa-apa kok dimakan sendiri permennya." Lalu tanggapan Snow, "Besok beli lagi aja ya, permennya buat dede." Batal deh, niat Snow kasih permen untuk dede. Nggak apa-apa, Kak, yang penting awalnya niatnya baik. Hahaha!

Kira-kira begitu keseruan Sabtu saya kemarin. Intinya, sih, biarpun seminggu penuh sibuk juggling berhadapan sama urusan anak dan suami, pekerjaan WOOP.id, dan pekerjaan sebagai influencer - yang semuanya itu saya anggap rejeki masih diberi kesehatan untuk menjalani dan yang dijalani adalah hal-hal yang memang sesuai passion, saya bersyukur banget masih bisa menghabiskan waktu sama keluarga, plus mengalami cerita-cerita seru dan lucu Snow.

Kalau kalian ada cerita seru apa dari akhir pekan ini? Yuk, share cerita kalian di bagian komentar di bawah! Nggak sabar deh, dengar cerita dari kalian seperti apa.