LET'S LEARN A NEW SKILL!

I MADE MY OWN SNOW ILLUSTRATION ACRYLIC KEYCHAIN

Tepat minggu lalu, saya mendapatkan kesempatan untuk belajar ilmu baru lagi, yaitu bikin gantungan kunci akrilik. Tapi, ini bukan gantungan kunci akrilik biasa. Akriliknya berhiaskan gambar karya saya sendiri. Ini gemas banget, lho, untuk dibikin sebagai kado untuk orang tersayang kita! Saya sendiri senang banget karena punya saya gantungan kuncinya gambar Snow. Kalau mau tahu cara bikinnya, baca terus!

Living_Loving_Gingersnaps_Acrylic_Keychain_Workshop.jpg

Sebelum saya jelaskan cara bikinnya, saya mau cerita sedikit tentang workshop ini. 

Pihak yang bertanggung jawab membuat kami para ibu terhibur hari itu di Brood en Boter adalah Gingersnaps yang bekerja sama dengan Living Loving. Saya senang banget waktu diajak ikut workshop-nya. Soalnya, selain acaranya memang menarik, saya sudah beberapa kali bekerja sama dengan Gingersnaps dalam mempromosikan baju-baju anaknya yang nggak hanya stylish, tapi juga berkualitas dan nyaman, serta dengan Living Loving sebagai influencer yang hadir pada workshop pouch painting-nya tahun lalu. Dan di workshop kali ini lebih seru lagi, karena banyak pesertanya yang memang teman-teman saya, jadi  saya sekalian melepas kangen sama mereka plus anak-anaknya. Sayangnya Snow lagi nggak bisa ikut sore itu, karena sedang les musik dengan ayahnya.

Living_Loving_Gingersnaps_Acrylic_Keychain_Workshop.jpg
Living_Loving_Gingersnaps_Acrylic_Keychain_Workshop.jpg
Living_Loving_Gingersnaps_Acrylic_Keychain_Workshop.jpg
Living_Loving_Gingersnaps_Acrylic_Keychain_Workshop.jpg
Living_Loving_Gingersnaps_Acrylic_Keychain_Workshop.jpg
Living_Loving_Gingersnaps_Acrylic_Keychain_Workshop.jpg

Setelah heboh ngobrol dengan teman-teman yang hadir, acara pun dimulai dengan sambutan dari Founders Living Loving, Nike Prima dan Miranti serta Brand manager Gingersnaps, Mbak Dini. Kemudian lanjut dengan sharing session mengenai belanja serta padu padan baju anak yang dipandu oleh Mbak Dini. Saya suka banget dengan model-model baju Gingersnaps yang bervariasi dengan warna-warna cerah, yang dapat di-mix and match untuk berbagai acara. Bahannya juga nyaman. Mbak Dini sempat memberikan saran bahwa kita nggak perlu ragu mendandani anak cowok dengan warna pink karena sebenarnya warna itu tidak ada yang identik dengan gender tertentu, semua tergantung persepsi kita sendiri. Ah, I could not agree more to thisEnough with the pink is for girls and blue is for boys. Menurut saya perempuan dan laki-laki bebas mengenakan warna apapun.

Living_Loving_Gingersnaps_Acrylic_Keychain_Workshop.jpg
Living_Loving_Gingersnaps_Acrylic_Keychain_Workshop.jpg

Okay, I know you just can't wait for me to explain about how to create this illustrated acrylic keychain, so let's start already!

HOW TO CREATE YOUR OWN ILLUSTRATED ACRYLIC KEYCHAIN

Dari arahan tim Living Loving, berikut alat dan perlengkapan yang perlu kita sediakan untuk membuat gantungan kunci akrilik bergambar ini.

Print out foto orang yang ingin digambar pada akrilik. Untuk workshop ini, kami menggambar potret anak-anak kami, tapi kalian bebas menggambar siapapun dan apapun yang kalian mau.

- Kertas mika dan shrink film

- Gunting dan pembolong kertas

- Spidol permanen

- Gantungan kunci. Di sini kami diberikan gantungan kunci dengan hiasan pompom bulu, tapi kalian bebs menggunakan gantungan kunci lain sesuai selera.

-Kertas HVS

- Oven

Clear varnish spray

Kemudian, di bawah ini saya jelaskan langkah-langkah pembuatannya sesuai dengan foto-foto proses yang saya jalani saat workshop.

Pertama, gambarlah objek yang ingin kalian gambar pada shrink film. Jika kalian merasa butuh latihan menggambar dulu, silahkan menjiplak dengan menggambar pada atas kertas mika yang diletakkan di atas print out objek yang ingin digambar, karena memang fungsi kerta mika dan print out tersebut menang untuk latihan. Kalau sudah yakin dapat menggambar objeknya dengan rapi, baru gambar pada shrink film.

Living_Loving_Gingersnaps_Acrylic_Keychain_Workshop.jpg
Living_Loving_Gingersnaps_Acrylic_Keychain_Workshop.jpg
Living_Loving_Gingersnaps_Acrylic_Keychain_Workshop.jpgLiving_Loving_Gingersnaps_Acrylic_Keychain_Workshop.jpg

Setelah selesai menggambar pada kertas shrink film, gunakan pembolong kertas untuk membuat lubang di atas gambarnya. Lalu, gunting sekeliling shrink film membentuk gambar. Berikan jarak 0,5 cm dari batas guntingan ke gambar. Pastikan kalian menggunting bentuk pinggirnya patah-patah, bukan melengkung - lihat contoh foto di kanan bawah berikut ini.

Living_Loving_Gingersnaps_Acrylic_Keychain_Workshop.jpg
Living_Loving_Gingersnaps_Acrylic_Keychain_Workshop.jpg

Setelah sudah terbentuk rapi, letakkan potongan kertas mica bergambar di atas sebuah kertas HVS yang ditaruh pada wadah oven seperti foto di bawah ini. Masukkan ke dalam oven dan panaskan. Selama proses ini, pantau terus dan pastikan agar shrink film-nya tidak menempel atau menggulung. Di dalam oven, shrink film bergambar tersebut akan mengecil ukurannya sekitar 50%. Prosesnya kelihatan ajaib banget, ya? Saya sendiri gemas lihatnya. Nah, jika tebal pinggirnya sudah terlibat menebal menjadi kira-kira 1 mm, matikan oven dan keluarkan wadahnya. Lalu, kipas-kipas secara perlahan shrink film yang ukurannya sudah mengecil dan semprot dengan clear varnish agar gambar tidak mudah rusak.

Living_Loving_Gingersnaps_Acrylic_Keychain_Workshop.jpg
Living_Loving_Gingersnaps_Acrylic_Keychain_Workshop.jpg

Kalau potongan akriliknya sudah mengeras sempurna, tinggal pasang ring gantungan kunci ke lubang pada potongan akrilik. Yeay, now your illustrated acrilic keychain is done! Gampang banget ternyata bikinnya, kan? Terus, kalian bisa memberikan hasilnya untuk diri sendiri, untuk orang lain atau untuk dijual mungkin? Yang pasti gantungan kunci akrilik bergambar ini lucu banget untuk gantungan kunci (duh!) atau hiasan tas. Kalau kalian masih bingung, coba baca juga petunjuk di post Living Loving.

Living_Loving_Gingersnaps_Acrylic_Keychain_Workshop.jpg
Living_Loving_Gingersnaps_Acrylic_Keychain_Workshop.jpg

Terima kasih Ibu Nike dan Miranti dari Living Loving serta tim Gingersnaps untuk acaranya yang seru dan bermanfaat!

Semoga post ini berguna untuk kalian yang membaca. Kalian sendiri ada ilmu DIY yang baru dipelajarikah akhir-akhir ini? Atau selama ini, apa ilmu DIY yang ternyata terpakai banget untuk kalian? Do share on the comment box below!

WAX ART WORKSHOP WITH OLIVIA BURTON & KAMINARI

Wax_Art_Workshop_Kaminari_Olivia_Burton.jpg

Di tahun 2017, saya belajar banyak hal baru. Banyak yang belum sempat ditulis di blog (boleh menyusul di 2018 saja, ya..) karena tahun ini saya lagi konsentrasi belajar juga jadi entrepreneur bikin WOOP.id - ini yang paling sulit, tapi di antaranya saya sudah belajar bikin tato, menulis kaligrafi, dan membuat dekorasi kue berbentuk bunga dari gula. Di akhir tahun ini, senang banget bisa belajar satu hal menyenangkan lagi, yaitu wax art.

Saya mendapat kesempatan untuk ikut wax art workshop yang dipandu oleh Kaminari ini karena diundang oleh brand jam tangan Olivia Burton. Sudah pada tahu belum brand jam tangan yang modelnya cantik-cantik dan klasik ini? Kalian bisa lihat-lihat dan beli jamnya di website The Watch Co. di sini.

Kembali ke wax art workshop. I was so happy! Karena selama ini saya sudah mengikuti akun Instagram Kaminari dan selalu kagum lihat wax art berupa 'lukisan' dari lilin dan bunga kering, lilin bakar dan lilin pewangi ruangan karya Kaminari. They look so dreamy, and even though I've never actually hold one on my hand, I imagined how lovely and relaxing the scent is. Ketika akhirnya bisa kenalan dengan pendiri Kaminari, Vina Kosasih, dan belajar wax art langsung dari Vina, rasanya beruntung banget!

Di awal workshop, Vina sempat menjelaskan bahwa ia mendirikan Kaminari yang produknya menggunakan essential oil dengan wewangian dari alam serta bunga dan dedaunan kering karena menurutnya setiap orang membutuhkan sesuatu yang mendekatkan dan mengingatkan mereka pada alam - khususnya mereka yang tinggal di tengah kesibukan kota. Setuju banget nggak, sih? I really can't agree more!

Oke, selanjutnya saya akan menceritakan pengalaman saya ketika mengikuti wax art workshop sekaligus memberikan panduan singkat bagaimana kalian dapat membuat wax art kalian sendiri. Read up!

Wax_Art_Workshop_Kaminari_Olivia_Burton.jpg
Wax_Art_Workshop_Kaminari_Olivia_Burton.jpg
Wax_Art_Workshop_Kaminari_Olivia_Burton.jpg
Wax_Art_Workshop_Kaminari_Olivia_Burton.jpg

Berikut ini adalah beberapa contoh wax art karya Kaminari. Seperti yang tadi saya sebutnya, ada yang berupa 'lukisan', lilin bakar dan lilin pewangi ruangan - semuanya mengandung essential oil yang wanginya enak sekali. Cantik-cantik, ya?

Wax_Art_Workshop_Kaminari_Olivia_Burton.jpg
Wax_Art_Workshop_Kaminari_Olivia_Burton.jpg
Wax_Art_Workshop_Kaminari_Olivia_Burton.jpg
Wax_Art_Workshop_Kaminari_Olivia_Burton.jpg

Kalau yang di bawah ini adalah bahan-bahan yang digunakan untuk membuat wax art. Ada bunga-bunga dan dedaunan kering, berbagai pilihan essential oil dan lilin. Semua dapat dipilih dan dikombinasikan sesuai tema yang kita inginkan. Kita dapat menentukan tema wax art dari kombinasi warna tanaman kering yang kita gunakan atau dari wangi essential oil yang kita pilih. Kalau pilihan warna tanamannya berwarna-warni, kita bisa pilih essential oil yang wanginya segar atau manis. Sedangkan kalau warnanya lebih kalem, kita bisa pilih essential oil yang wanginya menenangkan. Tapi, sebenarnya suka-suka kita, boleh bikin sesuai selera saja.

Wax_Art_Workshop_Kaminari_Olivia_Burton.jpg
Wax_Art_Workshop_Kaminari_Olivia_Burton.jpg
Wax_Art_Workshop_Kaminari_Olivia_Burton.jpg
Wax_Art_Workshop_Kaminari_Olivia_Burton.jpg

Alat-alat yang digunakan untuk membuat wax art selain panci dan kompor untuk memasak lilin hingga cair, mangkuk kaca kecil untuk wadah essential oil, gunting untuk memotong tanaman kering, ada frame khusus wax art yang memiliki kedalaman sehingga bisa menampung lilin), kertas putih untuk alas saat kita memperkirakan susunan tanaman kering sebelum disusun di lilin, pinset untuk menyusun tanaman kering di lilin, dan lidi untuk membantu mendorong-dorong tanaman kering secara perlahan jika kita ingin posisinya lebih dalam pada lilinnya nanti.

Kaminari_Olivia_Burton_Wax_Art_Workshop.jpg

Jika kita sudah menentukan pilihan tanaman kering dan essential oil yang ingin digunakan, langkah selanjutnya adalah menyusun tanaman keringnya terlebih dahulu di atas kertas putih. Penting untuk melakukan ini karena ketika sudah dituang pada bingkai, lilin cair akan mengering dengan cukup cepat, sehingga kalau kita masih berpikir harus menyusun tanaman keringnya bagaimana, lilinnya sudah lebih dulu kering. Tentunya kita nggak mau seperti itu. Jadi, ingat untuk membuat desain susunan tanaman keringnya dulu sebelum menuang lilin cair (yang diberi campuran essential oil) pada bingkai.

Wax_Art_Workshop_Kaminari_Olivia_Burton.jpg

Pada foto di atas, kalian dapat melihat Vina sedang mencampur essential oil ke dalam lilin cair yang pada foto berikutnya dituang ke dalam bagian tengah bingkai. Karena campuran lilin dan essential oil akan kita tuangkan ke bingkai, jangan lupa untuk rekatkan tape untuk menutupi bagian tengah bingkai - seperti yang kalian lihat di foto di depan Vina, bagian tengah bingkai yang berwarna krem sudah dipasangi tape.

Untuk campuran lilin dan essential oil, kita harus menimbang dulu essential oil yang digunakan. Untuk frame berukuran kira-kira 14cmx8cm dengan kedalaman 0,5cm, essential oil yang digunakan adalah 2 gram.

Campur essential oil ke dalam lilin cair dan mengaduknya hingga merata, tuangkan lilin ke dalam bagian tengah bingkai secara perlahan sampai lilin benar-benar menutupi bagian tengah bingkai tersebut. Selanjutnya, cepat-cepat susun tanaman kering pada lilin di bingkai sebelum lilinnya mengering. Jangan panik, yang penting hasilnya cantik dan rapi.

Jika sudah selesai menyusun tanaman kering dan lilinnya juga sudah mengering, bingkai boleh dipasang.

Wax_Art_Workshop_Kaminari_Olivia_Burton.jpg

Sebenarnya bikin wax art ini cukup gampang, ya? Yang susah itu menentukan tanaman kering yang mau kita susun di lilin. Soalnya tanaman keringnya cantik-cantik banget, bikin gemas ingin pakai semuanya di wax art kita! Tapi kalau terlalu banyak yang dipakai, wax art-nya jadi terlalu penuh, bingung menyusunnya dan belum tentu waktu untuk menyusunnya cukup - ingat bahwa lilinnya mengering dengan cepat. Jadi, pilih yang benar-benar disuka saja dan sesuai tema yang kamu tentukan. Dan kalau tanaman keringnya tidak terlalu banyak, justru wax art akan terlihat lebih cantik!

Wax_Art_Workshop_Kaminari_Olivia_Burton.jpg

Di bawah ini tanaman kering yang saya pili dan susun untuk wax art saya. Ternyata susunannya menunjukkan warna yang kalem tapi tetap terlihat ceria, jadi untuk essential oil-nya saya pilih yang menenangkan tapi ada kesan segarnya, yaitu matcha.

Wax_Art_Workshop_Kaminari_Olivia_Burton.jpg
Wax_Art_Workshop_Kaminari_Olivia_Burton.jpg
Wax_Art_Workshop_Kaminari_Olivia_Burton.jpg
Wax_Art_Workshop_Kaminari_Olivia_Burton.jpg
Wax_Art_Workshop_Kaminari_Olivia_Burton.jpg
Wax_Art_Workshop_Kaminari_Olivia_Burton.jpg

Dan ini dia saya, dengan Andra Alodita dan Artika Sari Devi, bersama wax art karya kami! Terima kasih sekali lagi kepada Olivia Burton dan Kaminari yang sudah menyelenggarakan wax art workshop ini. It was such a valuable experience to learn this skill in the end of the year 2017. 

Untuk kalian yang ingin ikut private art wax workshop Kaminari, sebaiknya kalian ajak teman-teman kalian untuk ikut juga karena jumlah minimum pesertanya adalah 7 orang. Jadi bisa patungan untuk biaya workshop-nya. Untuk informasi lebih detail, kalian bisa email ke kaminari.cs@gmail.com.

Wax_Art_Workshop_Kaminari_Olivia_Burton.jpg
Wax_Art_Workshop_Kaminari_Olivia_Burton.jpg