SKINCARE REVIEW

KIEHL'S ULTRA LIGHT DAILY UV DEFENSE CC CREAM

Saya lagi cinta banget sama produk terbaru Kiehl’s ini. Namanya Ultra Light Daily UV Defense CC Cream, dengan formula yang dilengkapi SPF 50 PA++++ serta memiliki fungsi anti polusi. Wow! Keren bukan? Lebih keren lagi karena produk ini lulus saringan dr. Jonathan dari Bamed Skincare yang sejak bulan Maret tahun ini saya percaya dalam memberikan saran dan perawatan kulit wajah saya yang merupakan kombinasi kulit berminyak, kering, serta mudah berjerawat (kalian bisa lihat perkembangan perawatan kulit saya di Bamed Skincare di highlight Instagram saya yang berjudul Laser).

Saya nggak mau perawatan kulit yang selama ini saya jalani di Bamed Skincare sia-sia cuma karena iseng coba produk yang ternyata nggak cocok di kulit saya. Makanya, waktu dikirimkan produk ini dari PR Kiehl’s, sebelum mencobanya saya mengirimkan foto produk dan keterangan formulanya ke dr. Jo beserta pertanyaan, “Dokter Jo, ini kan sudah hari ke-6 (setelah laser CO2 yang dilakukan untuk menyamarkan bekas jerawat) dan udah ngeletek semua kulit matinya.. boleh ngga ya pake ini?” Dan disambut dengan jawaban, “Boleh.”

Hore! Ternyata, setelah mencoba, saya merasa cocok pakai produk ini. Lalu sekarang mau cerita ke kalian pendapat saya mengenai Ultra Light Daily UV Defense CC Cream SPF 50 PA++++ Anti-Pollution. Siap menyimak?

Kiehls_Ultra_Light_Daily_UV_Defense_CC_Cream.jpg

PACKAGING

Kalau dari kemasannya, menurut saya desainnya tubenya fungsional. Mudah ditutup erat maupun dibuka dan mengeluarkan isinya dengan takaran yang dapat dikontrol dengan baik. Yang bikin produk ini terkesan lebih mutakhir adalah sentuhan warna tembaga pada kemasannya. Ukuran produk yang saya miliki ini 30ml, praktis banget untuk dibawa traveling maupun dandan kilat di perjalanan ke kantor.

FORMULA

Seperti yang sudah saya tulis di atas, CC Cream ini juga merupakan sunscreen SPF 50 PA++++ yang dapat melindungi dari sinar UVA dan UVB. Selain itu, formulanya non-comedogenic, anti polusi dan mengandung ekstrak buah leci. Semua ini berfungsi untuk membantu melindungi kulit dari kerusakan, memperlambat munculnya tanda-tanda penuaan, mencerahkan kulit dan menghidrasinya, membuatnya tampak lebih sehat.

Kiehls_Ultra_Light_Daily_UV_Defense_CC_Cream.jpg

COLOR & TEXTURE

Tekstur CC Cream ini seperti lotion, tidak terlalu kental maupun cair, rasanya ringan banget di kulit! Saat baru dibaurkan di kulit saya, warnanya agak terlalu terang dan nggak langsung merata, tapi ketika sudah didiamkan beberapa menit warnanya terlihat lebih menyatu dan rata dengan kulit. Hasilnya akan lebih baik ketika sebelumnya saya menggunakan moisturizer terlebih dahulu - saya pakai Glossier Priming Moisturizer. Sayangnya produk ini hanya memiliki satu pilihan warna, tapi menurut informasi yang saya dapat dari Indra Riady dari Kiehl's Indonesia, untuk warna kulit lainnya dapat mencoba menggunakan Ultra Light Daily UV Defense Tone Up Cream SPF 50 PA++++ Anti-Pollution yang memiliki formula hampir serupa dengan CC Cream ini, juga dengan fungsi membuat warna kulit terlihat lebih merata.

Sesuai namanya CC Cream, coverage produk ini tentunya nggak full. Kalau kalian tipe orang yang lebih suka tampilan super flawless tanpa penampakan pori-pori, jerawat dan noda bekas jerawat, kalian mungkin akan sedikit kecewa, tapi di sini saya kasih tahu triknya. Kebetulan kondisi kulit saya saat mencoba CC Cream ini saat sedang tidak ada jerawat besar, jadi saya puas dengan warna kulit yang terlihat lebih merata dan bekas jerawat yang tersamarkan. Nah, jika kalian ingin coverage lebih, kalian dapat mencoba menggunakan produk ini kemudian dilapis compact powder foundation. Ini yang saya lakukan ketika nggak ingin menggunakan liquid foundation yang terasa tebal di kulit, tapi ingin kekurangan pada kulit lebih tertutupi. Di kulit saya, ketahanan CC Cream (tanpa dilapis compact powder) ini cukup lama - dari siang sampai malam masih terlihat bagus, meskipun sedikit luntur tapi nggak jadi berantakan. Kalau dilapis compact powder, akan tahan lebih lama lagi tanpa luntur - compact powder yang saya pakai adalah L’oreal True Match Even Perfecting Powder Foundation. Yang saya juga suka sekali dari produk ini adalah kemampuannya membuat kulit kelihatan bercahaya, seakan menggunakan luminizer. Ketika kulit berminyak pun, tampilan wajah akan terlihat jadi glowing ketika pakai CC Cream ini. I definitely love it and I've been using this product daily it's replacing my favorite makeup base product, Estée Lauder Doublewear Foundation.

Kiehls_Ultra_Light_Daily_UV_Defense_CC_Cream.jpg
Kiehls_Ultra_Light_Daily_UV_Defense_CC_Cream.jpg
Kiehls_Ultra_Light_Daily_UV_Defense_CC_Cream.jpg

PRICE & VALUE

Harganya cukup mahal untuk ukuran 30ml, yaitu 560.000 rupiah. Ini satu-satunya ukuran yang tersedia. Tapi sebenarnya produk ini nggak cepat habis, karena untuk sekali pemakaian hanya sebesar 1,5 kacang polong sudah cukup untuk diaplikasikan ke seluruh wajah dan leher. Dan fungsinya yang merangkap sebagai makeup base, sunscreen plus pelindung dari polusi membuat produk ini memiliki nilai sesuai harganya, paling tidak itu menurut saya.

Berikut foto tampilan produk Ultra Light Daily UV Defense CC Cream SPF 50 PA++++ Anti-Pollution di kulit saya. What do you think?

Kalau kalian punya pertanyaan mengenai produk ini, kalian bisa masukkan pertanyaannya di comments section di bawah dan saya akan menjawabnya secepat mungkin. Thank you for reading!

BEFORE

BEFORE

AFTER

AFTER

AFTER ADDING EYESHADOW, BROW PENCIL, BLUSH ON, HIGHLIGHTER AND LIP GLOSS

AFTER ADDING EYESHADOW, BROW PENCIL, BLUSH ON, HIGHLIGHTER AND LIP GLOSS

GLOSSIER SKINCARE ROUTINE

Glossier_Skincare_Routine.jpg

Hey, hey! I'm back with another skincare product review. Dan kali ini, saya membahas beberapa produk sekaligus dan semuanya dari Glossier. Yes, the brand with the coolest branding image with the tagline Skin First, Makeup Second. Well, at least that's what I think. If you don't know about the brand, boleh pelajari dulu di situsnya di sini.

Jadi, beberapa bulan yang lalu saya memang sempat menggunakan beberapa produk skincare dari Glossier dan pas cerita sedikit di Instastory, banyak yang minta review-nya. Tapi karena banyak produknya yang dipakai jadi saya bahas dengan singkat dan padat saja, ya. Kalau ada yang kurang jelas, mau tanya-tanya lebih lanjut atau mau berbagi review berdasarkan pengalaman pribadi, silahkan tinggalkan di bagian komentar dan saya akan coba balas satu-persatu.

Untuk review-nya, saya akan ceritakan pendapat saya mengenai masing-masing produk yang sudah saya pakai dalam skincare routine selama 2 bulan lebih.

Okaylet's start, shall we?

GLOSSIER MILKY JELLY CLEANSER

Aplikasikan 1-2 pumps pada kulit wajah yang basah jika sedang tidak menggunakan makeup, dan 2-3 pumps pada kulit wajah yang tidak dibasahkan untuk menghapus makeup. Pijat kulit wajah perlahan, kemudian bilas dengan air.

Untuk menghapus makeup base, eyeshadow, dan eyebrow product, Glossier Milky Jelly Cleanser ini menurut saya efektif. Tapi untuk lip color producteyeliner, maskara dan lem bulu mata, saya sarankan untuk pakai eye and lip makeup remover atau cleansing oil saja yang sekali aplikasi sambil diusap-usap dengan lembut langsung melunturkan dan benar-benar bersih ketika dibilas. Soalnya saya sudah coba beberapa kali dengan jelly cleanser ini, sudah dibiarkan cukup lama sambil diusap-usap supaya bersih, tapi ternyata tetap saja ada sisa-sisa lip color producteyeliner, maskara dan lem bulu mata yang masih menempel. Jadi biasanya untuk bagian makeup tersebut dan seluruh wajah saya bersihkan pakai cleansing oil favorit saya yaitu Shiseido Perfect Cleansing Oil, baru kemudian seluruh wajah saya bersihkan dengan Glossier Milky Jelly Cleanser ini. When I'm out of this product, I'm using LANEIGE Multi Cleanser or Innisfree Bija Trouble Facial Foam after cleansing oil.

Glossier_Milku_Jelly_Cleanser_Review.jpg

Yang saya suka dari pembersih ini adalah formulanya nggak berbusa dan nggak bikin kulit terasa kering dan kaku setelah cuci muka. It leaves your skin feeling soft and supple. Dari segi kemasan, cukup praktis dan mudah dibuka, ditutup, serta mengeluarkan formula dengan porsi yang tepat.

Formula produk ini mengandung bahan andalan di bawah.

Poloxamer: Agen pembersih wajah yang kuat namun ringan, sama seperti yang ada pada pembersih lensa kontak.

Rosewater: 1/4 dari kandungan H20 pada formula produk ini digantikan dengan air mawar atau rose water yang memberikan efek segar dan wangi yang ringan.

Comfrey Root Extract: Mengandung allantoin yang memperbaiki kulit kering dan stress.

Aquaxyl: Mengisi kembali persediaan air pada kulit dan meningkatkan kemampuan kulit dalam menyimpan air sehingga mencegah terjadinya dehidrasi.

Pro-Vitamin B5: Sangat kuat dalam melembabkan, dengan sumber dari jamur dan keju.

Produk ini diklaim hypoallergenic, dermatologist tested, safe for the eye area, ophthalmologist tested, appropriate for all skin types, soap free, paraben free, sulfate free, cruelty free, non-comedogenic, dan vegan. Yeay for all that!

GLOSSIER THE SUPER PACK

Untuk serumnya ada 3, yaitu Super Bounce dengan Hyaluronic Acid + Vitamin B5 Serum untuk melembutkan kulit yang terasa kasar dan kering agar lebih kenyal dan lembab, Super Pure dengan Niacinamide + Zinc Serum untuk menenangkan kulit serta meredakan jerawat dan kemerahan pada kulit, dan Super Glow dengan Vitamin C + Magnesium Serum untuk mencerahkan dan memberi energi pada kulit yang kusam dan terlihat lelah (misalnya kalau lagi kurang tidur). Cara pakainya dengan meneteskan 2-3 tetes pada kulit wajah dan menepuk-nepuknya hingga merata. 

Glossier_The_Super_Pack.
Glossier_The_Super_Pack_Review.jpg
Glossier_The_Super_Pack_Review.jpg

Kenapa saya beli ketiganya? Karena saya rasa masing-masing menjanjikan fungsi yang masuk akal. Seperti yang tertulis di situsnya.

"They’re supplements for your face: potent, fast-absorbing treatment serums packed with vital nutrients to bring your skin the boost it needs today. Because you’re not just a “skin type”—your needs change throughout the month, and your product lineup should help you adapt. Some days skin feels dull, like after an all-nighter. Enter: Super Glow. Some days it’s stressed and breaking out—sounds like a job for Super Pure. Super Bounce eases tight, dehydrated skin (think: hangovers, long flights). Use after cleansing, before moisturizer."

Jadi masing-masing serum disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi kulit kita. Kalau kita habis bergadang sehingga kulit kelihatan kusam dan lelah, banyak kena asap rokok, pakai Super Glow. Kalau hormon kita sedang 'berulah' atau merasa habis makan banyak junk food sehingga berjerawat, pakai Super Pure. Dan kalau kulit terasa kering dan kaku, misalnya gara-gara terlalu banyak kena AC, habis naik pesawat dalam waktu lama atau dehidrasi, pakai Super Bounce. Merasa sedang ditodong sama Glossier? Lumayan, sih... Hahaha!

The formula of these three do not have any fragrance, which is a good thing for me. Teksturnya nyaman di kulit dan cepat menyerap. Dan meskipun hasilnya bukan yang terlihat dramatis ataupun instan, saya merasa kondisi kulit saya lebih stabil sehatnya saat menggunakan serum-serum ini bergantian sesuai kebutuhan kulit yang saya perkirakan. Biasanya saya menggunakan salah satu serum ini setelah membersihkan wajah dari makeup dan mengusapkan toner ke seluruh wajah - saya lagi suka pakai Acqua di Rose Santa Maria Novella alias rose water sebagai toner.

Satu hal yang saya kurang suka dari produk ini adalah kemasan botolnya yang terbuat dari kaca, bikin kita harus hati-hati jangan sampai pecah.

GLOSSIER PRIMING MOISTURIZER

Krim pelembab yang satu ini kece banget! Dengan kulit kombinasi berminyak dan kering, menurut saya pelembab sederhana seperti yang saya butuhkan. Tips dari saya dalam menggunakan krim pelembab, gunakan lebih banyak pada area kulit yang seringkali terasa kering, dan lebih sedikit pada area kulit yang berminyak. Seringkali kita menggunakan krim pelembab langsung merata pada seluruh wajah, padahal kita harus perhatikan mana yang perlu aplikasi lebih banyak dan mana yang hanya perlu sedikit.

Glossier_Priming_Moisturizer_Review.jpg

Saya sangat setuju dengan penjelasan mengenai produk ini yang tercantum pada situs Glossier, bunyinya seperti ini.

“Priming” means that it instantly brings out the best in your skin, so you have a fresh, glowing canvas that’s ready for makeup (but looks so good you might want to wear less). The ideal base for Perfecting Skin Tint, it visibly plumps skin up with moisture to create cushiony bounce and an even texture, which helps minimize the appearance of pores—minus any heavy blurring ingredients. The anti-redness complex soothes and evens skin tone, leaving a clean, dewy, balanced finish. This comforting cream allows you to layer and build up to the perfect amount of moisture depending on climate, season, or how your skin’s feeling on any given day.

Untuk kemasannya, menurut saya harusnya tubenya terbuat dari bahan yang tidak terlalu lunak. Karena yang saat ini kalau ditekan sedikit saja formulanya sudah keluar banyak, jadi kalau nggak sengaja tertekan terlalu kuat, jadinya boros mengeluarkan formulanya.

Moisturizer favorit saya selain produk ini adalah The Body Shop Drops of Youth dan Kiehl's Ultra Facial Cream. Dan untuk mengunci kelembaban kulit, biasanya saya pakai CLINIQUE Moisture Surge Hydrating Supercharge Concentrate setelah pakai moisturizer.

Formula produk ini mengandung bahan andalan di bawah.

Hyaluronic Acid: Menghidrasi kulit dengan baik dan membuat kulit terasa kenyal.

Mushroom Super Hydrator: Ekstrak tanaman yang sangat berkhasiat dalam memberikan kelembaban yang mendalam pada kulit dan membuat kulit terasa kenyal (lagi).

Anti-Redness Complex: Kombinasi ekstrak teh dan madu yang menyejukkan dan menenangkan kulit, sekaligus mengurangi kemerahan pada kulit dengan cepat.

Oxygenating Agent: Memberikan persediaan oksigen pada kulit yang stress dan memperbaiki teksturnya. secara nyata.

Antioxidant Blend: Vitamin A, C, E dan ekstrak akar tanaman lobak yang membantu melindungi kulit dari kerusakan.

GLOSSIER INVISIBLE SHIELD

Ini dia yang nggak boleh sampai lupa dipakai ke mana pun kita pergi: sun screen. Banyak hal yang biasanya bikin saya malas pakai sun screen, di antaranya adalah biasanya sun screen meninggalkan warna keputihan pada kulit yang bikin kita jadi kelihatan seperti pakai topeng, lalu formulanya biasanya terasa oily di kulit, dan makeup jadi kurang menempel ketika pakai sun screen. Padahal sun screen itu penting untuk mencegah kerusakan kulit yang disebabkan sinar UVA dan UVB matahari.

Glossier_Invisible_Shield_Review.jpg

Nah, produk ini beda banget dari semua sun screen yang pernah saya coba. Hal pertama yang saya suka dari produk ini adalah formulanya yang seperti gel yang transparan ketika diaplikasikan, nggak seperti kebanyakan sun screen yang meninggalkan white cast atau warna keputihan pada kulit. Kemudian, formulanya nggak terasa berat, bahkan rasanya sangat ringan di kulit, mudah diratakan dan nggak bikin makeup susah menempel. Formula produk ini memiliki wangi segar yang datang dari bahan natural minyak kulit jeruk. Yang disayangkan, SPF-nya hanya SPF 35, nggak sampai SPF 50+++ seperti produk sun screen lain yang sudah banyak beredar.  But I do love this product so bad. Dari segi kemasan, cukup praktis dan mudah dibuka, ditutup, serta mengeluarkan formula dengan porsi yang tepat.

Selain produk ini, saya juga suka The Body Shop Skin Defence Multi Protection Essence SPF 50 PA+++.

Formula produk ini mengandung bahan andalan di bawah.

Active Microcapsules: Butiran halus yang mengandung filter UVA/UVB, terdiri dari Avobenzone, Homosalate dan Octisalate.

H2O: Formula watergel dengan alkohol yang tidak membuat kulit kering, tidak terasa tebal maupun berminyak, dan teksturnya langsung menyerap ke kulit.

Antioxidant Complex: Kombinasi Vitamin E, Vitamin P, ekstrak brokoli dan daun lidah buaya yang membantu menetralkan radikal bebas.

Fermented Yeast + Vegetal Extract: Menciptakan lapisan transparan yang tetap membuat kulit kita dapat bernafas, mencegah polusi masuk ke dalam kulit.

Sweet Orange Peel Oil: Memberikan wangi segar yang natural pada formulanya.

NOTE THIS

Nilai plus yang bikin saya merasa lebih nyaman lagi menggunakan produk-produk Glossier adalah formulanya aman untuk area mata dan ophthalmologist tested (Milky Jelly Cleanser), hypoallergenic, dermatologist tested, sesuai untuk berbagai jenis kulit, soap free, paraben free, sulfate free, cruelty free, non-comedogenic, dan vegan.

Nah, itu tadi review saya mengenai produk-produk skincare Glossier yang sudah saya coba. Mudah-mudahan membantu, ya. By the way, kalau kalian mau beli atau cek harga produk Glossier yang saya beli, bisa ke tempat saya langganan beli di akun Shopee All Things Chic (I'm not endorsed, I actually buy all these Glossier products), ada juga Instagramnya di sini.

Kalau ada yang mau tanya, langsung tulis di bawah saja, ya. Akan segera saya balas. Dan, kalau ada yang sudah pernah coba produk-produk Glossier lainnya, yang saya bahas di atas atauun yang nggak ada di atas, boleh sharing juga di boks komentar di bawah. Saya lagi penasaran sama Mask Duo dan Body Hero Duo Glossier, sih, jadi kalau ada yang sudah pernah coba, please tell me what you think!

 

THE BODY SHOP BRITISH ROSE FRESH PLUMPING MASK

Hai, semua! Kali ini saya mau berbagi tentang produk kecantikan lagi. Note that this blog post is not a paid one, walaupun yang berbayar tulisannya jujur juga, kok. Produk yang satu ini sukses jadi produk andalan saya yang terbaru untuk menjaga kulit supaya tetap terasa kenyal - istilah bahasa Inggrisnya: plump atau supple, saking kenyalnya bikin ingin cubit-cubit pipi sendiri. Don’t you just love that kind of feeling on your skin?

The_Body_Shop_British_Rose_Plumping_Mask_Review_Indonesia.jpg

Saya dapat produk ini dari hampers yang dikirimkan The Body Shop dalam rangka Idul Fitri kemarin. Baru tahu juga bahwa ternyata rangkaian British Rose ada maskernya. Pas iseng coba, ternyata enak banget pakainya. Benar-benar bikin jatuh cinta! Serius, baru satu produk masker ini yang berhasil bikin saya terbayang-bayang sejak pertama kali pakai, habis membersihkannya dari wajah rasanya nggak sabar ingin pakai lagi.

FORMULA

Teksturnya seperti gel, warnanya cokelat bening agak mirip selai minus rasa lengketnya, kemudian ada kelopak bunga mawarnya. Ketika diaplikasikan di kulit, formulanya memberikan sensasi dingin dan segar, dengan wangi yang menenangkan. Kalau cuaca lagi panas, rasanya nikmat banget pakai masker ini! Sebenarnya sambil mengetik blog post ini saya sambil pakai maskernya, supaya lebih menjiwai. Hahaha!

Anyway, dari hasil baca-baca info produk di online shop-nya The Body Shop Indonesia, saya jadi tahu kalau formula masker ini 100% vegan, lalu selain mengandung kelopak mawar, juga dilengkapi esens mawar Inggris, minyak rosehip Chili dan aloe vera organik Meksiko. Yang tidak ada dalam formulanya adalah parabens, paraffin, silikon dan minyak mineral, yang artinya formulanya lebih aman untuk kita, termasuk untuk ibu hamil dan menyusui.

The_Body_Shop_British_Rose_Plumping_Mask_Review_Indonesia.jpg

PACKAGING

Oh, iya, soal kemasannya, bentuknya memang agak besar untuk kemasan masker. Saya suka kombinasi warna pink pada label, pot kacanya yang bening tapi jadi terlihat cokelat karena isinya, dengan tutup dari bahan plastik berwarna hitam. Bahan kacanya memang bikin jadi berat, sih. Tapi serunya, kalau produknya sudah habis, menurut saya potnya akan cantik sekali untuk menanam sukulen. Untuk tempat cincin atau anting-anting kecil juga lucu. Atau kalau mau diisi permen jelly beans boleh juga. Pilihan terakhir, simpan saja baik-baik, karena The Body Shop rutin mengadakan program Bring Back Our Bottles di mana kita dapat mengembalikan kemasan kosong produknya ke toko untuk didaur ulang dan kita akan mendapat diskon untuk pembelian produk terpilih. I already love being able to do green action, now I can do it while restocking my beauty holy grails.

PRICE

Ternyata nggak hanya saya yang terkagum-kagum dengan produk ini saat pertama kali coba, banyak yang sudah memberikan testimonial positif mengenai si masker kelopak mawar di online shop The Body Shop. Komentar-komentarnya: maskernya nggak ribet dipakai, bikin kulit jadi halus, lembab dan segar, nggak bikin kulit berminyak, bikin jerawat kecil cepat kering, cocok untuk kulit berminyak, kombinasi maupun sensitif dan wanginya bikin rileks. Dan saya sendiri merasakan hal yang sama, tapi ditambah kulit juga jadi kelihatan lebih bercahaya.

British Rose Skin Plumping Mask ini adalah 1 dari 5 Superfood Face Mask yang dirilis The Body Shop. 4 lainnya adalah Amazonian Acai Energising Radiance Mask, Chinese Ginseng & Rice Clarifying Peeling Mask, Ethiopian Honey Deep Nourishing Mask dan Himalayan Charcoal Purifying Glow Mask. Kalau sudah merasakan 1 yang bagus, jadi ingin coba semuanya, deh. 

Well, tadinya saya cuma ingin menulis review pendek, tapi ternyata malah jadi panjang, ya. Nggak apa-apa, deh, semoga bermanfaat untuk kalian yang baca. Gantian, dong, kalian sharing juga mengenai produk andalan kalian atau kalau ada yang pernah coba produk yang sama atau Superfood Face Mask lainnya dari The Body Shop, boleh berbagi pengalamannya di boks komentar di bawah, ya.

CLICK HERE TO SHOP FOR THE BODY SHOP FRESH PLUMPING MASK

DR. JART CERAMIDIN DERMA CARE TECHNOLOGY CREAM

Sejujurnya, yang membuat saya penasaran dengan Dr. Jart+ Ceramidin Derma Care Technology Cream ini adalah karena waktu Harbolnas 2016 harganya turun 40% di Althea Beauty dari Rp1.002.400 menjadi Rp601.400. Mengetahui potongan harganya cukup besar, saya pun iseng googling mencari review mengenai produk ini. Walaupun yang menarik perhatian saya dari hasil googling adalah review Into The Gloss mengenai Dr. Jart+ Ceramidin Derma Care Technology Serum - yang tidak tersedia di Althea Beauty, saya jadi tertarik untuk membeli krim ini, karena penulis review tersebut juga menyatakan bahwa ia juga membeli krimnya. Plus, poin-poin informasi produk asal Korea yang dicantumkan di situs Althea mengenai produk ini benar-benar bikin saya semakin penasaran, yaitu berikut ini.

MELEMBABKAN HINGGA 26 JAM

Membantu menjaga kelembaban kulit dengan baik dan merawat kulit sepanjang hari.

TIDAK MENGUAP

Berkat kandungan Ceramide-nya, kita tidak perlu khawatir produk ini menguap dari kulit kita.

TERUJI SECARA DERMATOLOGI

Telah melalui uji coba dermatologi selama 6 minggu dengan hasil yang menyatakan formulanya dapat digunakan oleh kulit sensitif tanpa menimbulkan masalah. And I do have a sensitive skinso into the cart it wentCheck outplease.

Saya juga sempat cek informasi produk ini di situs Dr. Jart+ dan menemukan bahwa formulanya bebas Parabens, Sulfates, Phtalates. 

Ketika akhirnya produknya ini sampai ke tangan saya, kesan pertama adalah saya suka dengan bentuk packaging-nya yang berupa tube dari bahan metal dengan tutup dari bahan plastik. Desainnya juga sederhana, memberikan image clean dan smart. Ukuran 50ml yang saya beli ini juga travel-friendly. Kemudian, meskipun teksturnya terasa sangat kental, krim ini mudah diratakan pada kulit, meresap dalam waktu kurang lebih 3 menit dan sama sekali tidak membuat kulit wajah terasa berat dan tebal. So, so good. Aroma herbalnya mungkin sekilas mirip aroma obat, tapi saya tidak merasa terganggu dan justru suka!

Saya sudah menggunakan krim ini selama kurang lebih 1 bulan. And so far, I love how this cream have been treating my skin. Sejak rutin mengaplikasikannya setiap pagi dan malam setelah membersihkan wajah (meskipun akhir-akhir ini saya sedang berhenti menggunakan toner, essence dan serum) kulit saya terasa lebih kenyal, teskturnya lebih halus dan area kulit wajah yang biasanya terlihat flaky keadaannya membaik - sesuai dengan efek yang ditulis di review Into The Gloss.

Kalau kalian bertanya-tanya apakah krim ini juga memiliki fungsi oil controlbrightening dan menyamarkan bekas jerawat, sayang sekali hal itu memang tidak dijanjikan brand Dr. Jart+ pada situsnya.

Have you ever tried Dr. Jart+ Ceramidin Derma Care Technology Cream before? Atau ada yang sudah pernah coba Dr. Jart+ Ceramidin Derma Care Technology SerumSharing dong, pengalaman kalian.