ART EXHIBITION

SIMPLE HAPPINESS: DIY PANTAINANAS IPHONE CASE

Pantai_Nanas_DIY_iPhone_Case.jpg

How cute is my iPhone case? Aslinya pelindung smartphone saya ini cuma soft case dari bahan silikon yang polos. Lalu, pas lagi jalan-jalan ke dia.lo.gue untuk lihat pameran Reka Rupa Rasa Illustration Festival, saya iseng beli sticker dari art label Pantainanas karya seniman Indonesia asal Bali Debbie Tea. Tadinya sticker tersebut cuma mau saya koleksi, tapi kemudian saya pikir lucu juga kalau ditempel-tempel pada soft case sebagai hiasan. Surprisingly, sticker-nya menempel dengan kuat, lho… Gambar-gambarnya yang jenaka dengan bentuknya yang timbul bikin tampilan soft case saya playful banget, melihatnya saja bikin happy! Kalau kalian mau bikin soft case seperti ini juga, tinggal beli soft case polos bahan silikon yang dapat kalian temukan dengan mudah di berbagai situs e-commerce dan sticker Pantainanas yang serupa di sini. Dapat membuat sesuatu sendiri itu bikin bahagia, lho… Coba, deh! Atau kalau kalian suka bikin DIY stuff juga, sharing pengalamannya, dong…

BERKUNJUNG KE PAMERAN WARNA-WARNA

Saya tertarik sekali untuk datang ke Pameran Warna-Warna di dia.lo.gue ketika Andien mengirimkan undangan ke grup Whatsapp AVENU Creators. Sebuah pameran seni rupa yang menampilkan karya anak-anak berkebutuhan khusus dari Art Therapy Center Widyatama yang mereka ciptakan sebagai respon terhadap lagu Warna-Warna Andien. Sempat sedih saat saya kira saya kelewatan pameran ini, tapi ternyata memang sudah jodoh untuk datang ke sini karena pamerannya diperpanjang. Tadinya dari 28 Agustus sampai 9 September, menjadi sampai 16 September, sehingga akhirnya saya sempat berkunjung. Jadi, saya juga dapat berbagi dengan kalian yang tidak sempat ke sana tentang pengalaman saya mengunjungi Pameran Warna-Warna. Pameran ini banyak memberikan saya inspirasi, bahwa dengan segala keterbatasan, kita harus tetap bisa berkarya. Dan perbedaan ‘warna’ di dunia, dapat menjadi sesuatu yang indah jika kita dapat saling menerima dengan damai.

Snow di depan instalasi interaktif  Tree of Hope   oleh Ogi dari Larch Studio . Pada secarik kertas di kiri bawah, tertulis: Silahkan ambil benang ini. Ikatkan pada ranting yang ada. Mari kita lanjut harapan hari ini, untuk impian hari esok.

Snow di depan instalasi interaktif Tree of Hope oleh Ogi dari Larch Studio. Pada secarik kertas di kiri bawah, tertulis: Silahkan ambil benang ini. Ikatkan pada ranting yang ada. Mari kita lanjut harapan hari ini, untuk impian hari esok.

Pameran_Warna_Warna_ATC_Widyatama_Andien_Aisyah.jpg
Pameran_Warna_Warna_ATC_Widyatama_Andien_Aisyah.jpg
Pameran_Warna_Warna_ATC_Widyatama_Andien_Aisyah.jpg

Instalasi Tree of Hope ini terbuat dari ranting-ranting kayu di pinggir jalan raya dan gulungan benang sisa pabrik karpet. Memiliki pesan yang indah sekali, yaitu bagaimana sesuatu yang dipandang “terbuang” dan “tidak berguna” ternyata bisa menjadi cantik dan memiliki nilainya tersendiri. Bagi setiap orang arti instalasi ini dapat berbeda, tergantung dari perspektif masing-masing. Saya sendiri mengartikannya seperti ini: manusia ibarat gulungan benang yang berbeda-beda warna, benang warna-warni yang terjalin pada ranting menciptakan keindahan, seperti halnya manusia jika dapat saling bekerjasama meskipun memiliki jalan pikiran yang berbeda.

Pameran_Warna_Warna_ATC_Widyatama_Andien_Aisyah.jpg
Pameran_Warna_Warna_ATC_Widyatama_Andien_Aisyah.jpg
Pameran_Warna_Warna_ATC_Widyatama_Andien_Aisyah.jpg

Mengunjungi pameran seni selalu membuat saya merasakan sesuatu. Menggelitik jiwa. Mencoba membayangkan apa yang dirasakan orang ketika menciptakan karyanya. Mencari arti tersendiri di balik karya tersebut yang dapat bermanfaat untuk saya. Ngomong-ngomong mengenai pencipta karya, yang ditampilkan di pameran adalah karya: Dwi Andini Ma’ruf, Adryan Adinugraha, Akbar Alliya, Ahmad Taufan, Nazario Prianggara Kurniawan, Angkasa Nasrullah Emir, Faiz Muhammad, Hillary Salsabila Sulton, Abiyan Zahran Faizal, Ariq Rabbani, Ghany Aziz, Mulyo Rahardjo, M. Nouval Radian dan M. Ihsan Nabil Budi. Semua merupakan murid di Art Therapy Center Widyatama yang berkebutuhan khusus. Ada yang mengalami autisme, gangguan sistem metabolisme yang dikarenakan cedera otak, kelainan saraf pada otak, dan sebagainya.

Pameran_Warna_Warna_ATC_Widyatama_Andien_Aisyah.jpg
Pameran_Warna_Warna_ATC_Widyatama_Andien_Aisyah.jpg
Pameran_Warna_Warna_ATC_Widyatama_Andien_Aisyah.jpg
Pameran_Warna_Warna_ATC_Widyatama_Andien_Aisyah.jpg
Pameran_Warna_Warna_ATC_Widyatama_Andien_Aisyah.jpg
Pameran_Warna_Warna_ATC_Widyatama_Andien_Aisyah.jpg
Pameran_Warna_Warna_ATC_Widyatama_Andien_Aisyah.jpg

Waktu saya kecil, ayah saya sering mengajak saya dan kakak melihat pameran seni. Jadi waktu saya berencana berkunjung ke Pameran Warna-Warna, saya sengaja mengajak Snow, Mono, dan kedua orangtua saya untuk semacam nostalgia dengan mereka akan masa kecil saya. Kebetulan Snow juga lagi senang menggambar dan melukis, jadi menurut saya datang ke pameran seperti ini dapat membuatnya lebih semangat lagi melakukan kegiatan tersebut.

Pameran_Warna_Warna_ATC_Widyatama_Andien_Aisyah.jpg
Pameran_Warna_Warna_ATC_Widyatama_Andien_Aisyah.jpg
Pameran_Warna_Warna_ATC_Widyatama_Andien_Aisyah.jpg
Pameran_Warna_Warna_ATC_Widyatama_Andien_Aisyah.jpg

Sepertinya ayah saya senang berkunjung ke pameran ini, karena ia sibuk melihat-lihat karya, memotret, dan saat kami ajak pulang, ia justru masih ingin berlama-lama di sana. Kami sekeluarga menghabiskan waktu yang menyenangkan di dia.lo.gue. Nggak hanya karena ada Pameran Warna-Warna, tapi juga karena kami sempat makan siang di sana dan makanan di dia.lo.gue itu enak-enak sekali! Hari itu merupakan hari Sabtu yang sangat seru bagi saya dan keluarga.

Pameran_Warna_Warna_ATC_Widyatama_Andien_Aisyah.jpg
Pameran_Warna_Warna_ATC_Widyatama_Andien_Aisyah.jpg
Pameran_Warna_Warna_ATC_Widyatama_Andien_Aisyah.jpg
Pameran_Warna_Warna_ATC_Widyatama_Andien_Aisyah.jpg
Pameran_Warna_Warna_ATC_Widyatama_Andien_Aisyah.jpg
Pameran_Warna_Warna_ATC_Widyatama_Andien_Aisyah.jpg
Pameran_Warna_Warna_ATC_Widyatama_Andien_Aisyah.jpg
Pameran_Warna_Warna_ATC_Widyatama_Andien_Aisyah.jpg
Pameran_Warna_Warna_ATC_Widyatama_Andien_Aisyah.jpg
Pameran_Warna_Warna_ATC_Widyatama_Andien_Aisyah.jpg
Pameran_Warna_Warna_ATC_Widyatama_Andien_Aisyah.jpg
Pameran_Warna_Warna_ATC_Widyatama_Andien_Aisyah.jpg

ART JAKARTA 2018: MENEMUKAN ARIFIEN NEIF

Apakah kalian sudah berkunjung ke Art Jakarta 2018 di Ritz Carlton Pacific Place yang digelar sejak Kamis sampai hari Minggu ini? Saya sudah ke sana di hari pembukaannya, setelah beberapa tahun sebelumnya berhalangan datang ke acara tahunan ini. Seperti biasanya, tentunya pameran seni rupa ini menampilkan banyak karya seniman yang mengagumkan, tapi di sini saya hanya ingin menampilkan sedikit karya satu seniman yang sangat berkesan untuk saya. 

Art_Jakarta_2018_Arifien_Neif.jpg
Art_Jakarta_2018_Arifien_Neif.jpg

Seniman kelahiran tahun 1955 ini baru saya ketahui, yaitu Arifien Neif. Setelah sedikit browsing mengenai Arifien Neif, saya jadi tahu bahwa seniman asal Surabaya ini pernah menjadi tukang batu, pelayan restoran, asisten desainer interior, menggeluti industri periklanan dan melakukan beberapa film animasi sampai akhirnya ia memutuskan untuk memenuhi mimpinya menjadi seniman profesional.

Art_Jakarta_2018_Arifien_Neif.jpg
Art_Jakarta_2018_Arifien_Neif.jpg

Saya suka sekali lukisannya yang memiliki goresan kasar tetapi detil menggambarkan suasana, sampai gambar benda-benda di meja, hewan peliharaan, dan latar belakang pada lukisan sangat menarik untuk diperhatikan. Menurut saya jika lukisannya dipotong-potong, seperti yang saya foto sebagian-sebagian di sini - hanya gambar hewan atau mejanya, tetap terlihat sangat bagus. Permainan warnanya pun sungguh indah. Kalau saya perhatikan, di lukisan-lukisannya yang terpajang di gerai Zola Zolu Gallery, Arifien senang menampilkan sosok pasangan pria dan wanita. Bagi saya, terlihat sangat manis. Lukisan seperti karyanya ini termasuk aliran Fauvisme. Setelah menulis post ini saya akan mencari tahu lebih banyak tentang Arifien dan memuaskan mata melihat lukisan-lukisannya, sambil bermimpi mungkin suatu hari dapat memiliki.

Bagaimana dengan kalian, apakah ada karya seni yang sangat berkesan bagi kalian saat berkunjung ke Art Jakarta 2018 atau pameran seni lainnya? 

Art_Jakarta_2018_Arifien_Neif.jpg
Art_Jakarta_2018_Arifien_Neif.jpg
Art_Jakarta_2018_Arifien_Neif.jpg
Art_Jakarta_2018_Arifien_Neif.jpg