LIFESTYLE

ART JAKARTA 2018: MENEMUKAN ARIFIEN NEIF

Apakah kalian sudah berkunjung ke Art Jakarta 2018 di Ritz Carlton Pacific Place yang digelar sejak Kamis sampai hari Minggu ini? Saya sudah ke sana di hari pembukaannya, setelah beberapa tahun sebelumnya berhalangan datang ke acara tahunan ini. Seperti biasanya, tentunya pameran seni rupa ini menampilkan banyak karya seniman yang mengagumkan, tapi di sini saya hanya ingin menampilkan sedikit karya satu seniman yang sangat berkesan untuk saya. 

Art_Jakarta_2018_Arifien_Neif.jpg
Art_Jakarta_2018_Arifien_Neif.jpg

Seniman kelahiran tahun 1955 ini baru saya ketahui, yaitu Arifien Neif. Setelah sedikit browsing mengenai Arifien Neif, saya jadi tahu bahwa seniman asal Surabaya ini pernah menjadi tukang batu, pelayan restoran, asisten desainer interior, menggeluti industri periklanan dan melakukan beberapa film animasi sampai akhirnya ia memutuskan untuk memenuhi mimpinya menjadi seniman profesional.

Art_Jakarta_2018_Arifien_Neif.jpg
Art_Jakarta_2018_Arifien_Neif.jpg

Saya suka sekali lukisannya yang memiliki goresan kasar tetapi detil menggambarkan suasana, sampai gambar benda-benda di meja, hewan peliharaan, dan latar belakang pada lukisan sangat menarik untuk diperhatikan. Menurut saya jika lukisannya dipotong-potong, seperti yang saya foto sebagian-sebagian di sini - hanya gambar hewan atau mejanya, tetap terlihat sangat bagus. Permainan warnanya pun sungguh indah. Kalau saya perhatikan, di lukisan-lukisannya yang terpajang di gerai Zola Zolu Gallery, Arifien senang menampilkan sosok pasangan pria dan wanita. Bagi saya, terlihat sangat manis. Lukisan seperti karyanya ini termasuk aliran Fauvisme. Setelah menulis post ini saya akan mencari tahu lebih banyak tentang Arifien dan memuaskan mata melihat lukisan-lukisannya, sambil bermimpi mungkin suatu hari dapat memiliki.

Bagaimana dengan kalian, apakah ada karya seni yang sangat berkesan bagi kalian saat berkunjung ke Art Jakarta 2018 atau pameran seni lainnya? 

Art_Jakarta_2018_Arifien_Neif.jpg
Art_Jakarta_2018_Arifien_Neif.jpg
Art_Jakarta_2018_Arifien_Neif.jpg
Art_Jakarta_2018_Arifien_Neif.jpg

OUR SHORT GETAWAY TO BALI - PART IV: CHILLIN' ON THE BEACH

Menulis judul post ini saja bikin saya kangen momen pertama kali kami bertiga ke pantai. Sebenarnya sebelumnya kami sudah dua kali ke pantai dengan Snow, tapi yang pertama bareng sama keluarga besar sehingga suasananya lebih heboh dan yang kedua kali Snow belum terlalu kuat memorinya maupun kemampuan komunikasinya sehingga yang ketiga kali ini terasa seperti pertama kali membawa Snow ke pantai. Melihat Snow sangat bersemangat, kekagumannya, dan mungkin karena private beach Alila Seminyak yang luas, bersih, nggak terlalu ramai, didukung desir ombak, langit dan awan yang terlihat begitu syahdu sore itu. 

Alila_Seminyak_Beach.jpg

Sesungguhnya nggak terlalu banyak cerita dari sesi bermain kami di pantai. Kami benar-benar cuma duduk-duduk, ngobrol, dan membantu Snow mencari pecahan-pecahan kerang. Bocahnya ternyata nggak mau berenang di pantai gara-gara pas baru jalan ke arah pantai, Snow sempat terdorong ombak sampai jatuh ke pasir. Hahaha! Mungkin suatu hari kalau sudah agak lupa kejadian itu atau ketika sudah lebih besar dan berani, dia nanti mau berenang di pantai.

Alila_Seminyak_Beach.jpg
Alila_Seminyak_Beach.jpg
Alila_Seminyak_Beach.jpg
Alila_Seminyak_Beach.jpg
Alila_Seminyak_Beach.jpg
Alila_Seminyak_Beach.jpg

Nikmat banget ya, cuma duduk di pantai sore-sore sambil melihat apapun yang ada di depan mata. Anjing-anjing yang sedang diajak jalan-jalan, helikopter yang terlihat begitu kecil di langit penuh awan, ekspresi wajah Snow yang kesilauan saat menunjuk helikopter tersebut, serta kepiting-kepiting kecil yang meninggalkan jejak bola-bola pasir kemudian buru-buru masuk ke dalam lubang.

Alila_Seminyak_Beach.jpg
Alila_Seminyak_Beach.jpg
Alila_Seminyak_Beach.jpg
Alila_Seminyak_Beach.jpg
P1130867.jpg
Alila_Seminyak_Beach.jpg
Alila_Seminyak_Beach.jpg
Alila_Seminyak_Beach.jpg

Dan tentunya, senyum lebar Snow yang memperlihatkan kepuasannya akan kumpulan pecahan kerang yang ditemukannya dan dapat ia bawa pulang dengan kantong kecil yang sebenarnya adalah topi saya. Hihihi! Apa memori terindah kalian saat mengajak anak ke pantai? Cerita, dong!

Alila_Seminyak_Beach.jpg
Alila_Seminyak_Beach.jpg
Alila_Seminyak_Beach.jpg

OUR SHORT GETAWAY TO BALI - PART III: POOL TIME AT ALILA SEMINYAK

Melanjutkan cerita pada post saya yang terakhir, setelah saya scenic cycling, saya janji sama Snow mau berenang bareng. Ngomong-ngomong soal berenang, kolam renang di Alila Seminyak itu banyak banget - kalau nggak salah ada 5. Salah satunya terletak persis di depan kamar kami. Karena waktu kami menginap itu saat hari kerja, jadi hotelnya lagi lumayan sepi, sehingga kolam renangnya pun jadi serasa milik sendiri - yang berenang cuma saya, Snow, serta Sara Robert dan Sarah Ayu yang juga sedang mengikuti rangkaian acara IZIPIZI.

P11s30669.jpg

Saya pernah menulis di post Instagram bahwa salah satu hal yang saya perhatikan saat memilih hotel tempat menginap itu adalah desain lansekapnya, termasuk pilihan tanaman hiasnya. Hahaha! Kalau tanaman hiasnya nggak terawat, nggak ditata dengan cantik, rasanya jadi merusak pemandangan dan bukannya bikin santai malah bikin saya gemas lihatnya. Saya suka banget lihat tanaman hias di Alila, termasuk yang di sekitar kolam renang ini. Cantik, nyaman dipandang, bikin betah berenang lama-lama.

Selain itu, kolam renang yang terawat dan bersih juga jadi perhatian saya. Coba bayangkan kalau kolam renang airnya keruh, banyak daun mengambang, airnya bau. Pasti bikin malas berenang!  Hotel bintang 5 bukan jaminan kolam bersih, lho... Tapi senangnya, di Alila Seminyak, kolam renangnya terawat dan bersih sekali. Kolam yang di depan kamar kami ini juga 'ramah' untuk anak-anak, karena ada bagian yang tidak dalam, sehingga Snow masih bisa jalan-jalan di bagian tersebut.

Pool_Time_Alila_Seminyak.jpg
Pool_Time_Alila_Seminyak.jpg
Pool_Time_Alila_Seminyak.jpg

Meskipun kolamnya ada bagian yang tidak dalam dan saya menemani Snow berenang, Snow tetap saya pakaikan pelampung untuk keamanannya. Plus, supaya saya nggak terlalu lelah gendong-gendong Snow di kolam renang. Saya sempat dapat banyak pertanyaan mengenai pelampung Snow waktu saya mengunduh foto Snow mengenakannya di Instagram. Pelampungnya Snow yang berbentuk swim jacket ini merknya Konfidence, dibelikan mertua saya dari Birds & Bees Baby. Snow juga punya baju renang dari merk ini dengan pelampung yang sudah dimasukkan pada baju renangnya - waktu itu saya dihadiahkan oleh Birds & Bess Baby juga, tapi saya lebih merekomendasikan yang bentuk swim jacket, periode pemakaiannya bisa lebih lama dibanding yang bentuknya baju renang - yang akan lebih cepat tidak muat di tubuh Snow begitu ia membesar. Saya juga lebih suka warna dan desain pelampung yang model swim jacket ini, dengan ritsleting depan dan velcro strap untuk menjaga agar ritsletingnya tidak terbuka. Bahannya neoprene dan soft Lycra yang lembut, nyaman, lebih memberikan rasa hangat sekaligus 100% memberikan perlindungan dari sinar UV pada area yang menutupi tubuh. Warna kuning terang pada bagian belakangnya membantu supaya anak lebih eyecatchy ketika sedang bermain, jadi nggak gampang hilang dari pengawasan orangtua. Bentuk swim jacket tanpa lengan ini juga memudahkan Snow menggerakkan lengannya untuk belajar berenang dibanding menggunakan pelampung di lengan. Berkat pelampung ini, saya juga jadi nggak deg-degan kalau Snow heboh terjun-terjun ke kolam renang.

Pool_Time_Alila_Seminyak.jpg
Pool_Time_Alila_Seminyak.jpg
Pool_Time_Alila_Seminyak.jpg
Pool_Time_Alila_Seminyak.jpg

Selama berenang, Snow kelihatan semangat banget. Semangatnya jadi berlipat-lipat ganda karena ada Sara dan Sarah yang mengajaknya main di kolam renang. Snow heboh tertawa cekikikan, memanggil-manggil Sara, Sarah dan saya, meminta kami mengikuti gerakannya, melihat di lompat ke kolam dan sebagainya. Kami beruntung Sara dan Sarah senang main sama anak kecil, jadi momen berenang kami jadi lebih menyenangkan. Sayang, Sarah nggak sempat saya foto di sini, tapi yang memotret foto saya berdua dengan Snow ini Sarah, lho... We truly had a fun time at the pool that day. Habis berenang, kami siap-siap ke pantai, deh!

Pool_Time_Alila_Seminyak.jpg
Pool_Time_Alila_Seminyak.jpg
Pool_Time_Alila_Seminyak.jpg
Pool_Time_Alila_Seminyak.jpg
Pool_Time_Alila_Seminyak.jpg
Pool_Time_Alila_Seminyak.jpg
Pool_Time_Alila_Seminyak.jpg

SHOP HERE

OUR SHORT GETAWAY TO BALI - PART II: MORNING SCENIC CYCLING IN BALI WITH IZIPIZI

One of the most interesting things I get to do when I was in Bali with IZIPIZI was the morning scenic cycling. Saya sudah beberapa kali ke Bali, tapi ini pertama kalinya saya bersepeda di sana. Serunya, rute bersepedanya sudah ditentukan sedemikian rupa sehingga jalan yang kami lewati adalah jalan dengan pemandangan yang sangat indah. Kalian sudah pernah belum scenic cycling di Bali? Kalau belum, kalian harus coba paling tidak satu kali! Supaya terbayang seperti apa kira-kira scenic cycling itu dan tahu apa saja yang harus kalian perhatikan kalau akan melakukannya, di sini saya berbagi cerita saya mengenai pengalaman scenic cycling saya.

Cycling_In_Bali_With_IZIPIZI.jpg

Kalau soal waktu untuk scenic cycling, the earlier, the better! Di pagi hari, belum banyak mobil lewat, jadi akan lebih aman dan nyaman untuk kalian bersepeda. Percaya deh, kalau kalian nggak terbiasa bersepeda seperti saya, kalian pasti bakal kagok mengendarai sepeda dan akan lebih baik jika jalanan sepi ketika kalian sedang berusaha menguasai sepeda yang bukan milik kalian, jadi mungkin saja tempat duduk sepedanya terlalu tinggi, remnya ternyata kurang peka dan sebagainya. Itu yang terjadi pada saya, karena saya paling terakhir memilih sepeda. Nah, untuk menghindari masalah seperti ini, memang sebaiknya kalian minta ke pihak yang menyewakan sepeda, sepeda yang ukurannya cocok untuk kalian dan lakukan uji coba mengendarai dulu sebelum benar-benar scenic cycling. Namun, meskipun sudah mendapat sepeda yang nyaman, jalanan pagi yang sepi tetap lebih menyenangkan untuk dilewati ketika scenic cycling dibanding dengan jalan yang banyak dilewati mobil - karena sebentar-sebentar kalian harus berhati-hati terhadap mobil yang lewat.

Cycling_In_Bali_With_IZIPIZI.jpg
Cycling_In_Bali_With_IZIPIZI.jpg

Mengenai kostum, kalian tidak wajib mengenakan pakaian olahraga kok, tapi pastikan pakaian kalian nyaman untuk bersepeda. Meskipun di sini saya mengenakan terusan rok, tapi saya juga mengenakan celana pendek sehingga saya nggak perlu takut jika rok saya tersibak saat mengendarai sepeda. 

Cycling_In_Bali_With_IZIPIZI.jpg

Jika kalian ingin memotret atau merekam video pemandangan yang kalian lewati, JANGAN PERNAH melakukannya sambil mengendarai sepeda. Salah satu peserta scenic cycling IZIPIZI mencoba melakukan hal ini dan ia jatuh dari sepeda. Untung cuma luka-luka ringan, nggak sampai jatuh ke jurang - karena kami sempat melewati jurang saat bersepeda hari itu. Supaya aman, sebaiknya kalian berhenti dulu mengendarai sepeda, baru memotret atau merekam video. 

Ngomong-ngomong soal pemandangan, berikut momen-momen yang saya abadikan ketika akhirnya kami sudah sampai di tujuan bersepeda, yaitu sebuah pura di daerah Badung. By the way, kami nggak masuk ke pura tersebut, cuma piknik ala-ala di dekatnya sambil menikmati pemandangan di sekitar. Makanannya dibawakan oleh pihak Hotel Alila, tempat kami menginap selama acara. Nah, kalau kalian takut habis bersepeda bakal haus dan lapar, boleh banget bawa bekal minuman dan makanan di tas. Ingat, tasnya yang gampang dibawa bersepeda juga, ya...

Cycling_In_Bali_With_IZIPIZI.jpg
Cycling_In_Bali_With_IZIPIZI.jpg
Cycling_In_Bali_With_IZIPIZI.jpg
Cycling_In_Bali_With_IZIPIZI.jpg
Cycling_In_Bali_With_IZIPIZI.jpg
Cycling_In_Bali_With_IZIPIZI.jpg
Cycling_In_Bali_With_IZIPIZI.jpg
Cycling_In_Bali_With_IZIPIZI.jpg
Cycling_In_Bali_With_IZIPIZI.jpg
Cycling_In_Bali_With_IZIPIZI.jpg
Cycling_In_Bali_With_IZIPIZI.jpg
Cycling_In_Bali_With_IZIPIZI.jpg
Cycling_In_Bali_With_IZIPIZI.jpg
Cycling_In_Bali_With_IZIPIZI.jpg
Cycling_In_Bali_With_IZIPIZI.jpg
Cycling_In_Bali_With_IZIPIZI.jpg

Last but not least, jangan lupa lindungi diri kalian dari sinar matahari yang menyengat sepanjang bersepeda. Pakai lotion dengan SPF, dan kacamata hitam IZIPIZI #SUN. Kenapa IZIPIZI #SUN? Karena, nggak semua kacamata hitam dapat memberikan proteksi yang tepat dari matahari untuk mata kalian. Saya suka banget IZIPIZI #SUN yang mengkombinasikan proteksi optimum (kategori 3, 100% UV), desain yang stylish untuk wanita maupun pria (bahkan ada yang untuk bayi dan anak-anak!), warna-warnanya gemas banget dan bingkainya super nyaman karena terbuat dari bahan yang fleksibel dengan rubber finishing. Beberapa model juga tersedia dengan lensa minus. 

Cycling_In_Bali_With_IZIPIZI.jpg
Cycling_In_Bali_With_IZIPIZI.jpg
Cycling_In_Bali_With_IZIPIZI.jpg

So, that was the story of my morning scenic cycling experience. Semoga kalian suka ceritanya dan saran saya berguna bagi kalian. Senangnya, habis bersepeda saya kembali ke kamar di Hotel Alila menemukan Mono dan Snow sudah bangun. Dan yang terpenting, Snow bangun dengan mood yang bagus, karena hari itu saya berencana mengajak Snow berenang dan main ke pantai. Will tell you about our fun pool and beach time on my next postsThank you for reading and see you again!

Cycling_In_Bali_With_IZIPIZI.jpg
Cycling_In_Bali_With_IZIPIZI.jpg

LIFESTYLE & MONEY, MONEY, MONEY!

Kalau ada orang yang menanyakan apakah saya mau diet jajan berbagai hal yang berhubungan dengan lifestyle, jawabannya adalah: TIDAK! Hahahaha... Bukannya konsumtif, tapi saya dan suami memang senang tampil up to date dan mencoba segala sesuatu yang sedang happening. Kalau disebut menolak tua, ya, kami nggak akan membantah. Memang begitu adanya. Kami maunya selalu bisa mengerti apa yang disukai orang-orang saat ini. Bahkan, kami nggak sabar untuk mencari tahu apakah saat Snow remaja nanti kami masih bisa memahami tren lifestyle di generasinya. Lalu, berarti kami boros banget, dong? Mengikuti perkembangan lifestyle butuh modal bukan? Ya, butuh modal sih, tapi nggak jadi boros juga. Toh, kami tahu trik-triknya, kok.

KEEPING UP WITH LIFESTYLE TRENDS

So you want new clothes that are on trend, buy the makeup and skincare products that you think will suit you, eat at that currently hype restaurant, go traveling and visit the hot spots at your destination. Normal, kok. Kita kan manusia yang bisa bosan dengan segala sesuatu. Pandai mengatur keuangan bukan berarti mengorbankan diri jadi orang yang out of date. Saya nggak akan mengatakan bahwa kalian harus diet jajan supaya nggak boros, apalagi saya seorang lifestyle influencer yang sering dapat endorsement. Tentu saja saya dapat menabung budget yang biasanya orang lain pakai untuk jajan ini itu, karena saya sudah dapat akomodasi dari berbagai brand dan dapat penghasilan juga dari mempromosikannya. Aneh banget kalau saya larang-larang orang untuk nggak jajan produk lifestyle, sementara saya asyik-asyik mempromosikannya.

Begitu pula dengan lifestyle trends lainnya. Menurut saya sih, nggak apa-apa kalau mau keep up dengan lifestyle trends yang ada saat ini, asal lakukan dengan pintar supaya keuangan kita tetap aman. Nggak ada gunanya menguras tabungan untuk terkesan kekinian, kalau berujung pusing sama kurangnya tabungan untuk masa depan. Setuju, kan? Hey, that rhymes!

BE SMART WITH YOUR MONEY

Pintar-pintar mengatur keuangan. Bagaimana caranya? Sebenarnya, ini bukan pertanyaan yang susah untuk dijawab. Dari awal kita semua juga sudah tahu caranya, cuma suka denial atau bandel. Hehehe... Perlu diingatkan lagi? Berikut saya tulis lagi langkah-langkahnya.

1. Hitung pengeluaran bulanan wajib dan pengeluaran bulanan hura-hura.

Jabarkan secara rinci apa saja pengeluaran bulanan wajib kita - tentunya ini bisa berbeda-beda untuk setiap orang, seperti halnya pengeluaran  bulanan hura-huranya. Pengeluaran bulanan wajib misalnya tagihan listrik, langganan NETFLIX atau TV kabel, belanja toiletries, bahan makanan, dan sebagainya. Lalu, yang termasuk pengeluaran bulanan hura-hura misalnya belanja fashion items, nonton bioskop, ngopi-ngopi atau makan di luar rumah dan belanja barang hobi; suami saya paling hobi beli synth. Eh, nggak cuma itu sih, masih ada gitar, pedal, amplifier, pre amp, d.i., microphone.

2. Jabarkan apa saja target jangka pendek serta target jangka panjang kita.

Apakah kita punya rencana untuk beli mobil, beli rumah, liburan, menikah, mempunyai anak, menyekolahkan anak, pensiun? Semua target tersebut harus dibikin daftarnya lengkap dengan jumlah budget yang perlu disediakan untuk meraihnya. Mau diraih dalam waktu berapa lama? Ini juga harus ditentukan, karena berpengaruh terhadap jumlah budget yang harus disisihkan dari gaji setiap bulannya untuk mewujudkan target-target tersebut.

3. Begitu penghasilan masuk rekening, utamakan pengeluaran bulanan wajib dulu, kemudian investasi, baru setelah itu boleh senang-senang.

Harusnya sih, nggak sulit untuk memahami poin ini. Intinya, prioritaskan yang penting dulu. Bayar-bayar untuk kebutuhan primer itu nomor satu, kemudian investasi untuk target-target kita di masa depan nomor dua, dan yang terakhir silahkan deh, hura-hura. Untuk saya hura-huranya pun, yang memang murni untuk menyenangkan keluarga dan diri sendiri saja, bukan supaya kelihatan keren di mata orang lain, ya.

4. Pastikan dana darurat tersedia.

Dana darurat adalah dana yang baru boleh kita gunakan untuk pengeluaran wajib bulanan apabila kita benar-benar sedang tidak berpenghasilan. Berapa jumlahnya? Minimal pengeluaran wajib bulanan dikali 6, untuk bertahan 6 bulan. Kalau sudah berkeluarga, jumlahnya harus disesuaikan lagi dengan pengeluaran wajib bulanan untuk seluruh anggota keluarga. Dana darurat ini nggak harus langsung ada, tapi lebih baik diutamakan keberadaannya sebelum kita menyisihkan uang untuk target-target dan pengeluaran hura-hura.

5. Pastikan asuransi yang kita miliki sudah sesuai kebutuhan.

Yang namanya asuransi, apakah itu untuk kesehatan, jiwa, kendaraan bermotor dan sebagainya, kalau nggak sesuai kebutuhan ujung-ujungnya bisa merugikan. Dari pengalaman saya, saya sarankan kalau mencari asuransi jangan langsung percaya dengan rekomendasi agen asuransi sekalipun orangnya adalah teman dekat atau bahkan masih saudara. Baca baik-baik rules asuransi yang diminati dan pastikan benar-benar sesuai kebutuhan kita sebelum memutuskan untuk mengambilnya.

6. Bayar pajak.

Kalau nggak mau dikejar-kejar orang pajak, solusinya cuma satu: bayar pajak. Lebih baik bayar secara rutin daripada menunggak terus-terusan lalu suatu hari harus membayar hutang pajak yang membengkak karena sudah terakumulasi.

7. Adopsi gaya hidup yang realistis.

Lagi-lagi saya menyatakan bahwa boleh-boleh saja kalau kita ingin mengikuti lifestyle trends, tapi dengan catatan selama kita melakukannya dengan sikap realistis. Maksudnya sikap realistis seperti apa? Misalnya, kalau memang prioritas kita yang lain sudah terpenuhi lalu masih punya budget untuk beli tas high end idaman, then go for it. Tapi kalau prioritas yang lain sudah terpenuhi namun sisa budget-nya tetap nggak mencukupi, nggak ada salahnya menabung dulu untuk beberapa bulan sampai cukup atau cari alternatif barang lain yang juga kita suka, berkualitas, dan sesuai budget.

8. Berkomunikasi secara terbuka mengenai kondisi keuangan.

Dengan sesama keluarga, jangan sampai gengsi membicarakan mengenai kondisi keuangan masing-masing. Dengan mengetahui kondisi keuangan setiap anggota keluarga, kita dapat saling memberi masukan mengenai cara yang lebih baik dalam mengelola keuangan dan lebih siap jika ternyata kita perlu membantu keuangan mereka.

Sebenarnya, mengatur keuangan keluarga ataupun perorangan memang sesederhana langkah-langkah ini. Untuk lebih detailnya lagi, kalian boleh tinggalkan pertanyaan mengenai apa yang kalian ingin saya bahas lebih dalam. Dan tentunya boleh sharing tips dan pengalaman kalian dalam pengatur keuangan juga, ya.