DAILY LIFE

A MONTH & A HALF BREAK & LIFE LATELY

IMG_0039blog.jpg

Hi, everyone! I'm finally back on the blog. Sorry not sorry for missing in action for a month and a half. Pasalnya, pertengahan Mei hingga pertengahan Juni merupakan periode yang sangat berat bagi saya. Selain sempat mengalami masalah kesehatan (akan saya ceritakan di post terpisah) sejak bulan Mei, saya juga sempat melalui masalah dalam hubungan saya dengan suami sehingga saya merasa belum sanggup untuk menuangkan tulisan ke blog - karena mood dan kondisi tubuh yang sedang sangat kacau. Ya, saya tidak malu mengakui hal ini, karena saya yakin setiap pasangan pasti pernah mengalami masalah dalam hubungan mereka dan ini merupakan hal yang normal. Dan bukannya saya ingin mengumbar masalah rumah tangga atau mencari perhatian, tapi saya hanya tidak ingin orang-orang mengira bahwa hubungan yang sempurna adalah hubungan yang tidak pernah melalui pertengkaran. Menurut saya, hubungan pasangan akan lebih erat jika antara satu pihak dan lainnya dapat belajar hal positif dari masalah yang mereka alami, berkomunikasi, serta terus mencoba memperbaiki diri masing-masing agar masalah yang sempat terjadi tidak terulang kembali. Setuju?

Saya tidak akan membahas hal ini lebih detail. I'm just going to tell you that I'm feeling a lot better lately, physically and mentallyOur family is doing great. Kami menyempatkan untuk liburan ke Bali di akhir bulan Juni kemarin. It was so much funI can't wait to tell you all about it. Bocorannya sudah saya post di Instagram, sih... Hehehe! Tapi sebelumnya, saya akan menulis post setelah ini untuk melanjutkan cerita saya yang terputus di post terakhir saya di bulan Mei. Semoga kalian sabar menunggu post-nya, ya...

Thank you for reading and I hope you're all in a good condition. Healthy and happy.

TODAY'S STORY: SAYING GOODBYE TO MY TOOTH

Cinta_Ruhama_Amelz.jpg

Rencananya, siang tadi saya mau ke acara Cotton Ink Brunch yang temanya sneak peek koleksi kolaborasi mereka dengan Mel Ahyar First. Penasaran kan, seperti apa? Coba cek Instagram mereka hari ini, deh! Lalu, dari sana maunya ke acara Glow di Plaza Indonesia, karena ada launching Houbigant dan Perris Monte Carlo Fragrance. 

Tapi ternyata, saya terpaksa istirahat dulu di rumah, karena sudah 3 hari seluruh badan gatal-gatal seperti alergi - kata adik ipar saya yang dokter ini bisa jadi karena tambalan gigi yang lepas (ada yang pernah mengalami?). Akhirnya siang tadi ke dokter gigi untuk konsultasi dengan harapan masih bisa menyusul ke acara Cotton Ink, tapi harapan itu langsung sirna ketika tahu bahwa gigi geraham saya yang tambalannya lepas itu harus dicabut. Keadaannya memang sudah parah banget, sih... 

So, I said goodbye to a tooth today. Di Bali Dental Clinic tadi, yang tempatnya memang nyaman sekali dan dokternya super ramah - namanya Dokter Diah, saya dikenakan biaya hingga 2,7 juta sudah termasuk biaya obat-obatan. Hiks, mahal sekali, ya, biaya cabut gigi itu - untung proses cabut giginya tadi nggak sakit sama sekali. Pengeluaran biaya untuk gigi saya nggak sampai di situ saja, karena minggu depan saya masih harus berobat ke dokter gigi untuk bikin crown sebagai pengganti gigi yang dicabut dan perkiraan biayanya adalah 3,5 juta. Padahal bulan ini saya harus bayar biaya sekolah Snow, patungan untuk gaji karyawan dan bulan depan biaya asuransi kesehatan keluarga, nih! Asyik, ya? Hahaha...

Sampai di rumah, saya cerita sama Snow kalau gigi saya habis dicabut dan respon Snow cukup menghibur, sih... Setelah dia heboh minta lihat mulut saya seperti apa setelah dicabut giginya, Snow mengatakan ke saya, "Mama, jangan lupa giginya nanti taruh di bawah bantal biar diambil sama tooth fairy." Saya tertawa dengarnya.

Summer_Snow_Jones.jpg

Begitu lah... Hari ini saya istirahat di rumah, dan sore tadi menyempatkan tidur sebentar, bangun-bangun malam ini gusi masih terasa rada nyut-nyutan. Lalu bagaimana dengan gatal-gatal di tubuh saya? Berkurang, tapi masih terasa. Curiga harus ke dokter kulit juga, nih! Pelajaran hari ini, kalau tambalan gigi kalian lepas jangan dibiarkan terlalu lama ya, teman-teman... Dan rajin-rajin merawat gigi untuk pencegahan penyakit gigi. Karena kalau gigi sudah mengalami masalah, biaya perawatannya nggak murah. Belajar lah dari pengalaman saya.

Anyway, baru sempat update blog lagi, nih! Karena kemarin-kemarin saya sibuk banget dan kalau ada waktu luang memilih untuk menghabiskannya dengan Snow atau istirahat. Olahraga pun mulai jarang. Semoga bulan ini, bisa lebih sering update blog, soalnya sebenarnya banyak banget yang ingin saya share. Mulai dari short getaway saya ke Bali dengan Mono dan Snow, sampai produk-produk skincare dan makeup yang saya coba kemudian jadi favorit. Semoga bulan ini juga bisa lebih sering olahraga lagi.

Apa kabar kalian akhir-akhir ini dan rencananya mau menghabiskan weekend dengan aktivitas apa? Cerita-cerita, dong!

PS. Yang di atas bukan foto-foto dari hari ini. Hari ini nggak mood foto-foto habis bayar tagihan klinik gigi! Hahaha... Tapi foto-foto di atas rasanya cocok untuk post kali ini, jadi dipajang, deh!

MY BIRTHDAY CELEBRATION + WOOP.ID GATHERING AT LOEWY

Okay, I'm throwing it way back to January, my birth month. Waktu itu sudah berniat cerita tentang acara kumpul-kumpul yang saya bikin untuk merayakan ulang tahun saya, tapi kelupaan melulu. Jadi, di tanggal 21 Januari itu saya undang beberapa teman yang sering sekali kasih feedback positif di Instagram saya - ada Runi, Fetty, dan Devi, ada Tary yang baik banget sudah bantu bikin cupcake untuk ucapan terima kasih, kemudian ada Ajeng yang merupakan partner saya bikin Woop.id juga, dan teman-teman lama - Mas Akar (plus istrinya, Mbak Kanya) dan Ade, yang tahu banget cerita jatuh bangun saya untuk makan-makan bareng di Loewy, Oakwood, Jakarta.

Kenapa di Loewy? Soalnya sudah lama saya nggak ke sana padahal suka tempatnya dan rasanya ingin menghabiskan siang itu kumpul dengan teman-teman di tempat yang familiar, sudah ketahuan nyamannya dan enak makannya. Lagi nggak mau coba tempat baru kali ini. Hahaha! Dan memang Loewy ternyata masih senyaman terakhir saya ke sana, sekitar 1 tahun yang lalu. Nggak kalah dengan restoran-restoran baru yang hits di Jakarta, buktinya kami sampai betah duduk di sana mengobrol dari jam 11 siang sampai jam 4 sore! Lama banget, kan? Apa yang bikin betah, ya?

a.jpg

Kalau menurut saya, Loewy ini suasananya sejuk, banyak angin berkat pintu-pintunya yang dibuka lebar, terus penataan tempat duduknya pas, makanannya enak-enak, dan pelayanannya benar-benar memuaskan. Semua pramusajinya sangat sigap dan ramah. Saya rekomendasi Loewy banget kalau kalian mau ajak keluarga atau teman-teman makan, misalnya Sunday brunch, karena tempat ini benar-benar nyaman sebagai lokasi kumpul ramai-ramai.

Loewy_Jakarta.jpg
Loewy_Jakarta.jpg
Loewy_Jakarta.jpg
Loewy_Jakarta.jpg
Loewy_Jakarta.jpg
Loewy_Jakarta.jpg
Loewy_Jakarta.jpg
Loewy_Jakarta.jpg
Loewy_Jakarta.jpg

Seperti yang tadi saya sebutkan di atas, kami ngobrol dari jam 11 siang sampai jam 4 sore. Topik yang dibahas nggak habis-habis. Mulai dari soal suami, anak, cara atur keuangan, vaksin, sampai The Kardashians. Hahaha! Highlight-nya: dilema bagaimana cara mengembalikan bagian tubuh kita yang dipakai untuk menyusui anak setelah sudah tidak memberikan ASI - tahu bagian tubuh yang mana, kan? Hehehe! Kalau kalian penasaran solusinya apa, kata Mbak Kanya satu-satunya cara adalah dengan operasi plastik. Oh, no! Hihihi... Senang banget meskipun teman-teman yang hadir baru bertemu satu sama lain, tapi ngobrolnya sama sekali nggak garing, malah seru banget! Mungkin karena ada Mas Aakar yang ahli soal keuangan dan Mbak Kanya yang seorang dokter, jadi bikin yang lain semangat untuk menggali ilmu mereka, ya? Untung Mas Aakar dan Mbak Kanya suka sharing ilmunya, jadi ngobrol sama mereka dapat banyak masukan positif. Saya juga dapat banyak inspirasi untuk Woop.id dari diskusi hari itu. Super happy!

Loewy_Jakarta.jpg
Loewy_Jakarta.jpg
Loewy_Jakarta.jpg
Loewy_Jakarta.jpg
Loewy_Jakarta.jpg
Loewy_Jakarta.jpg
Loewy_Jakarta.jpg
Loewy_Jakarta.jpg
Loewy_Jakarta.jpg
P1020605.jpg

Teman-teman yang saya undang ini adalah orang-orang yang selalu kasih masukan positif ke saya, ada yang secara langsung dan ada yang lewat DM Instagram. Mereka suka kasih komentar bahwa saya menginspirasi, tapi sesungguhnya mereka yang menginspirasi saya. Makanya berarti banget bisa merayakan ulang tahun saya dengan mereka. Apalagi akhirnya bisa ngobrol sama Runi, Devi dan Fetty yang biasanya cuma ngobrol lewat DM Instagram!

Loewy_Jakarta.jpg
Loewy_Jakarta.jpg

Yang nggak ketinggalan menemani saya hari itu: Snow. Having her around that day was also such a blessing for me, walaupun hari itu Snow terpaksa banyak nonton YouTube dari smartphone saya karena kalau bosan dia rewel banget dan saya lupa bawa mainan plus buku gambar dan pensil warna untuk corat-coret yang biasanya jadi hiburan Snow saat lagi kumpul-kumpul ngobrol lama begini (whoops, sorry Snow!). Terima kasih teman-teman yang sudah hadir di perayaan ulang tahun saya. It was a small celebration, but the conversation we had that day inspired me in so many ways.

A WARM NEW YEAR'S EVE

Tahun_Baru_2018.jpg

Malam tahun baru 2018 ini adalah kali kedua saya merayakan dengan kumpul-kumpul bersama keluarga besar suami dari sisi ibu mertua. Kalau tahun lalu kami kumpul di rumah saja, kali ini kami bikin acara kecil-kecilan di restoran milik pacar adik ipar saya, nama tempatnya Tjikini 5. Ada yang pernah coba makan di sana? Makanannya cukup enak dan tempatnya homy. Saya sempat ajak kedua orangtua saya, tapi mereka memutuskan untuk menghabiskan malam tahun di rumah saja - bahkan sebelum jam 12 malam pun mereka sudah kirim pesan lewat Whatsapp untuk tidak menelepon saat countdown karena mereka mau tidur. Sedangkan kakak saya menemani suaminya yang tampil sebagai pengisi acara tahun baru di Bandung.

Acara malam itu diawali dengan makan-makan, lalu ada sesi permainan beer pong (tapi minumannya diganti orange juice supaya family friendly *LOL*). Seru! Sayang lupa foto karena sudah asyik terbawa suasana. Yang lucu, saudara-saudara yang usia 30 dan lebih muda bikin slide dari foto-foto lama sekeluarga untuk permainan tebak-tebakan, untuk menguji apakah semua mengenali wajah satu sama lain versi jadul. Lalu sempat ada pemutaran video momen-momen keluarga. Salah satu yang muncul momen pernikahan saya. Jadi merasa beruntung banget bisa menjadi bagian dari keluarga ibu mertua saya yang selalu kompak dan rajin kumpul ini.

Malam_Tahun_Baru_2018.jpg
Malam_Tahun_Baru_2018.jpg

Setelah pemutaran video, ada sesi permainan lagi. Yang terakhir ini permainannya benar-benar ngerjain, yaitu dansa berpasangan sambil mempertahankan posisi telur harus menempel di antara pipi pasangan yang lagi dansa. Hahaha! Susah, tapi lumayan menghibur bikin sekeluarga heboh.

Dasar Mono, suami saya yang anaknya bed potato banget (bukan couch potato, soalnya sukanya tidur-tiduran di ranjang di kamar bukan di sofa), dia cuma ikut acara sampai jam 10 malam, karena dia maunya nonton TV dan tidur saja di rumah. Mono pulang duluan sementara saya tetap di acara menemani Snow yang sepanjang malam serasa lagi pentas tari. Bocahnya keliling restoran sambil menari balet. Hahaha! Mungkin kalian bertanya-tanya apakah saya nggak marah ditinggal pulang sama Mono pas tahun baru? Walaupun sedikit kecewa nggak bisa berpelukan (ala teletubbies) saat countdown, tapi saya bawa santai saja karena nggak mau memaksakan dia tetap di acara tapi nggak nyaman. Daripada berantem nggak jelas di malam tahun baru, lebih baik saya nikmati acara keluarga saja dan fokus hadir untuk Snow. Lagipula momen kumpul bareng Snow dan Mono juga ada setiap hari, nggak harus di malam tahun baru.

Malam_Tahun_Baru_2018.jpg
Tahun_Baru_2018.jpg
Malam_Tahun_Baru_2018.jpg
Malam_Tahun_Baru_2018.jpg
Malam_Tahun_Baru_2018.jpg

Senang banget, malam tahun baru ini pertama kalinya Snow ikutan main kembang api dan menonton pertunjukan kembang api dari dekat - bukan cuma dari balkon rumah. Walaupun rada deg-degan, tapi saya memutuskan nggak melarang Snow main kembang api. Yang penting dia main di bawah pengawasan saya. Melihat ekspresi wajahnya yang bahagia dan terkagum-kagum saat main kembang api, main sama sepupunya Asa, bercanda dengan tante dan oom serta kakek dan neneknya, saya jadi ikut bahagia.

Tahun_Baru_2018.jpg
Tahun_Baru_2018.jpg
Malam_Tahun_Baru_2018.jpg
Malam_Tahun_Baru_2018.jpg

Tepat jam 12 malam, kami sekeluarga melakukan toast dan mengucapkan selamat tahun baru kepada satu sama lain, kemudian. Sampai rumah, ternyata Mono sudah tidur tapi ia terbangun saat kami masuk kamar, jadi kami bertiga sempat bercanda-bercanda dulu sebelum saya dan Snow tidur. Mono? Dia malah lanjut nonton TV lagi. Hahaha!

Overall, my new year's eve was a warm one, filled with love and laughter. How was yours?

MAIN KE RUMAH SESE & NANDA

Sebelum Lebaran, saya, Mono dan Snow sempat main ke rumah teman kami, Sese dan Nanda. Iseng-iseng, saya ingin lihat rumah barunya yang kalau dipost di Instagram bikin ingin punya rumah sendiri. Hahaha! Dan tentunya, Sese ini salah satu teman saya yang orangnya paling menyenangkan, jadi sering bikin kangen dan main ke rumahnya dalam rangka kangen-kangenan setelah lama nggak bertemu.

Esinsillia_Ernanda_Putra_Rumah.jpg

Nggak terlalu sulit mencari jalan ke rumahnya yang berada di daerah Cirendeu. Sesampainya di sana, yang pertama mencuri perhatian Snow adalah bantal-bantal gemas, keju mainan dan boneka tikus kecil yang tergeletak. "Ini apaan?" tanya Snow. Tante Sese pun langsung menunjukkan kepada Snow cara memainkan si boneka tikus dengan kucingnya yang super gemas, namanya Mr. Pinkman The Cat. Kucingnya ada Instagramnya, lho, dan seperti dua pemiliknya, foto-foto Instagram-nya keren semua. Hahaha!

Esinsillia_Ernanda_Putra_Rumah.jpg
Esinsillia_Ernanda_Putra_Rumah.jpg
Esinsillia_Ernanda_Putra_Rumah.jpg

Begitu dikenalkan dengan Mr. Pinkman, Snow langsung heboh ingin main terus. Ke mana Mr. Pinkman pergi, Snow mengikuti sambil membawa mainan Mr. Pinkman, berharap Mr. Pinkman akan semangat bermain dengannya. Mr. Pinkman ini tampilannya memang lucu banget, sih, bulunya bagus berwarna abu-abu kecokelatan dan matanya kuning menyala.

Esinsillia_Ernanda_Putra_Rumah.jpg
Esinsillia_Ernanda_Putra_Rumah.jpg
Rumah_Esinsilia_Ernanda_Putri.jpg
Esinsillia_Ernanda_Putra_Rumah.jpg
Esinsillia_Ernanda_Putra_Rumah.jpg
Rumah_Esinsilia_Ernanda_Putra.jpg

Saya sukaaa... sekali dengan banyaknya cahaya yang masuk di rumah ini berkat jendela-jendelanya yang besar. Ukuran rumah ini nggak terlalu besar tapi terasa lega karena tidak banyak sekat antara ruangan. Ruang tamu yang juga berfungsi sebagai ruang keluarga bersambung dengan dapur bersih dan ruang makan. Dekorasi rumahnya pun minimalis, jadi terlihat rapi sekali. Lalu ada sentuhan tanaman-tanaman cantik di beberapa sudutnya.

Esinsillia_Ernanda_Putra_Rumah.jpg
Esinsillia_Ernanda_Putra_Rumah.jpg
Esinsillia_Ernanda_Putra_Rumah.jpg
Esinsillia_Ernanda_Putra_Rumah.jpg

Sore itu Sese dan Nanda sedang puasa, tapi saya, Mono dan Snow tidak, jadi kami sempat mencicipi es kacang hijau buatan Sese yang segar. Jadi teringat dulu pas Snow masih 1 tahun suka saya buatkan es seperti ini dari buah-buahan. Meskipun nggak habis setiap memakan es kacang hijau buatan Tante Sese, Snow sempat minta tambah sampai 3 kali, 1 kali tidak habis saya yang menghabiskan, 2 kalinya Mono yang menghabiskan. Hehehe...

Esinsillia_Ernanda_Putra_Rumah.jpg
Esinsillia_Ernanda_Putra_Rumah.jpg
Esinsillia_Ernanda_Putra_Rumah.jpg
Esinsillia_Ernanda_Putra_Rumah.jpg
Esinsillia_Ernanda_Putra_Rumah.jpg
Esinsillia_Ernanda_Putra_Rumah.jpg
Esinsillia_Ernanda_Putra_Rumah.jpg

Bukan main ke rumah baru namanya kalau nggak ada home tour. Hahaha! Sese dan Nanda pun sempat mengajak kami keliling rumah, termasuk ke lantai atas di mana ada electric drum dan kamar mereka. Snow antusias sekali mencoba electric drum Oom Nanda, soalnya kalau di rumah ia biasa dipangku Mono main drum asli. Mono pun juga sempat mencoba electric drum-nya. 

Rumah_Esinsilia_Ernanda_Putra.jpg
Rumah_Esinsilia_Ernanda_Putra.jpg
Rumah_Esinsilia_Ernanda_Putra.jpg

Kalau punya rumah seperti milik Sese dan Nanda, sepertinya saya akan betah di rumah, malas pergi ke mana-mana. Habis sudah nyaman banget, enak untuk kerja di rumah maupun leyeh-leyeh. Saya pikir begitu juga Sese dan Nanda, tapi ternyata menurut Sese mereka masih semangat keluar rumah untuk ke kantor ataupun jalan-jalan di akhir pekan. Ketika saya menanyakan Mono apakah dia ingin punya rumah seperti ini, katanya dia lebih tertarik untuk merenovasi dan mendekorasi ulang rumah orangtuanya yang selama ini kami huni. Ada benarnya, sih, soalnya saya nggak bisa membayangkan di mana Mono akan menyimpan koleksi alat musik yang sekarang saja merajalela sampai ke rak kamar tidur kami.

Esinsillia_Ernanda_Putra_Rumah.jpg
Rumah_Esinsilia_Ernanda_Putra.jpg
Esinsillia_Ernanda_Putra_Rumah.jpg
Esinsillia_Ernanda_Putra_Rumah.jpg
Esinsillia_Ernanda_Putra_Rumah.jpg
Esinsillia_Ernanda_Putra_Rumah.jpg

Kemudian, saat ini studio musik dan kantor WOOP.id di mana kami bekerja letaknya masih di rumah mertua saya pula, jadi perlu persiapan ekstra kalau kami memang ingin punya rumah sendiri. Saya pun sebenarnya merasa senang dengan ramainya rumah mertua, karena nggak pernah terasa sepi, kemudian kami nggak pernah bingung kalau harus meninggalkan Snow di rumah, karena ada saja mertua atau adik ipar yang bisa membantu menjaganya. Tapi kalau soal privasi dan idealisme dalam membesarkan Snow memang jadi terasa lebih tricky. However, I'm not complaining.

Overallwe had so much fun visiting Sese and Nanda at their new house. Terima kasih sudah boleh main ke rumah, Sese, Nanda dan Mr. Pinkman The Cat!