THOUGHTS: THE THING ABOUT FEMALE FRIENDSHIP

IMG_0737.JPG

Hari ini bahagia saya sederhana: bertemu dengan ibu dan kakak saya di acara pernikahan saudara. Tentu saja saya juga bahagia bertemu ayah dan saudara-saudara lainnya. Tapi bertemu ibu dan kakak saya selalu menghangatkan hati, membuat saya merasa nyaman. Mengetahui bahwa saya memiliki dua orang wanita yang akan selalu ada untuk saya, yang menyayangi saya apa adanya, dan berusaha memberi dukungan kepada satu sama lain. 

Jujur, meskipun saya sangat mementingkan pemberdayaan perempuan, saya bukan orang yang mudah berteman dengan sesama perempuan. Saya yakin semua orang setuju bahwa perempuan terkadang bisa sangat jahat dan nyinyir kepada satu sama lain - disengaja maupun tidak. Dan saya suka merasa risih sendiri ketika terjebak di tengah perkumpulan perempuan yang asyik bergosip tentang orang lain. Juga sering tidak mengerti mengapa banyak perempuan yang hobi melemparkan komentar-komentar yang berkaitan dengan fisik, sementara banyak sekali topik yang lebih menarik yang dapat dibahas. Tidak jarang saya curhat dengan suami ketika pulang dari berkumpul dengan teman-teman perempuan dengan perasaan kesal, karena saya tidak mendapatkan sesuatu yang positif dari percakapan dengan mereka.

Kesulitan berteman dengan sesama perempuan ini sempat membuat saya menyalahkan diri sendiri. Apakah saya terlalu sensitif? Apakah saya terlalu memikirkan perilaku perempuan lain? Apakah saya kurang pandai bergaul? Apakah saya ini perempuan yang aneh? Apakah cuma saya perempuan di dunia ini yang merasa begini?

Dulu saya suka sedih kalau memikirkan diri saya yang seperti nggak termasuk sekumpulan grup perempuan tertentu. Mempertanyakan, apakah saya dijauhi oleh perempuan lainnya? Saya sempat berusaha untuk berperilaku seperti perempuan-perempuan di sebuah grup, tapi tetap saja ujung-ujungnya merasa tidak nyaman. Tapi seiring waktu, saya mulai tidak peduli. Saya tidak lagi berusaha untuk diterima grup perempuan tertentu. Dan ketika saya melakukan itu, saya justru mulai menemukan teman perempuan yang cocok dengan saya. Secocok dengan ibu dan kakak saya. Yang tidak menghakimi kekurangan saya, yang dapat bergurau dengan sopan, yang dapat membuat saya merasa tidak aneh, yang dapat membantu saya melihat masalah-masalah saya dari perspektif yang lebih positif dan memberikan ide solusi. Nggak tahu sih, apakah mereka merasakan hal yang sama. Tapi saya berharap sekali, dapat berteman dengan mereka selama mungkin.

Mungkin yang sedang ingin saya sampaikan lewat tulisan ini adalah, ada masanya kita merasa tidak memiliki teman-teman  perempuan yang cocok dengan kita, atau kita tidak lagi merasa cocok dengan teman-teman perempuan di sekitar kita. Ini dapat membuat kita merasa kesepian. Tapi jangan sampai kita jadi memaksakan mengubah diri kita demi diterima sebagai teman oleh orang lain atau sebuah grup pertemanan. Anggap saja rasa sepi tersebut adalah sebuah proses yang harus kita lalui untuk membentuk diri kita, dan pada akhirnya kita akan menemukan teman-teman perempuan baru - bisa jadi mereka masih keluarga, orang yang baru dikenal atau teman lama yang tadinya nggak dekat tapi tiba-tiba jadi sering bertemu dan cocok - yang menerima kita seutuhnya.

Kalau menurut kalian bagaimana? 

Saya punya beberapa artikel yang berkaitan dengan topik yang kali ini saya bahas, kalau kalian tertarik untuk membaca. 

Penting: Mengapa Kamu Harus Menghabiskan Lebih Banyak Waktu dengan Orang yang Positif

Sejujurnya, Kamu Tidak Butuh Teman Seperti Ini

Apakah Saya Teman yang Baik?

 6 Tipe Orang yang Akan Merusak Hidupmu

Kamu Halu Jika Berpikir Semua Temanmu Menyukaimu (Setengahnya Merasa Sebaliknya)