#BAHAGIAITUSEDERHANA: BARBER SHOP

Hari itu Minggu, 25 Februari 2018.

Beberapa jam sebelum Snow nonton barongsai untuk pertama kalinya.

Saya, Mono dan Snow, beserta Bunda, menemani Yanda potong rambut di PAXI, Pacific Place.

Tadinya kami hendak jalan-jalan untuk menghabiskan waktu. Namun kemudian memutuskan untuk duduk menunggu di barber shop sampai proses potong rambut Yanda selesai.

Dan saya menyadari, betapa ini tidak terjadi sehari-hari. Bertemu dengan kedua orang tua, khususnya ayah saya, sekarang mungkin cuma sebulan dua kali. Menemaninya potong rambut, seumur hidup saya terjadinya dapat dihitung dengan jari pada satu tangan.

Mengamati rambutnya yang putih berkilau, namun masih hitam di bagian tengkuknya. Kemudian kerutan di wajahnya, dan senyum simpulnya yang selalu muncul ketika saya membidik beliau dengan kamera.

Bunda yang menghibur Snow dengan jenaka.

Snow yang sibuk bertanya, "Kursinya Yanda kenapa begitu, Mama? Kok lucu, ya?"

Mono yang sibuk dengan smartphone-nya, namun ia yang memberi ide untuk menunggu di sana saja.

Dalam momen yang sekejap itu, sungguh rasanya bahagia. Sederhana, namun sangat berharga.

IMG_0660.JPG
IMG_0662.JPG
IMG_0663.JPG
IMG_0665.JPG
IMG_0666.JPG