SNOW STORY TIME: MORNINGS WITH MY GIRL

Sarapan_Sehat_Energen.jpg

Tahun lalu, awal-awal Snow mulai sekolah, saya suka kasihan lihat Snow di pagi hari. Masih dengan ekspresi muka bantal, masih ngantuk banget, tapi bocahnya sudah harus mandi untuk siap-siap ke sekolah. Nggak jarang kalau habis mandi dia cranky, lalu menolak kalau ditawarkan sarapan. Walaupun sudah dijelaskan bahwa sarapan itu penting supaya ia sehat dan nggak lapar di sekolah, anaknya tetap suka menolak. Tadinya saya pikir nggak apa-apa, daripada ujung-ujungnya merembet jadi nggak mau sekolah, biar Snow dibawakan bekal makanan saja. Mungkin memang dia belum lapar, dan kalau nanti dia lapar di sekolah, tinggal makan bekalnya.

Tapi, kemudian saya dapat kabar dari guru Snow di sekolah. Katanya, Snow suka mengeluh lapar di kelas dan minta makan saat jam pelajaran berlangsung. Di saat ia seharusnya konsentrasi mengikuti pelajaran, Snow sibuk merengek minta makan. Menurut gurunya, kalau Snow diperbolehkan makan sebelum waktu makan di sekolah, nanti ia tidak disiplin. Dan teman-temannya yang lain nanti mau ikut makan juga, sehingga jam pelajaran jadi terganggu. Benar banget, saya pikir. Memang sudah semestinya saya membiasakan Snow untuk sarapan, supaya badannya siap beraktivitas dan otaknya siap menerima pelajaran di sekolah.

Sejak mendengar itu dari guru Snow, saya pun mulai membiasakan Snow untuk sarapan dulu sebelum jam 9 pagi sebelum ia berangkat sekolah. Untungnya, karena Snow sempat diajak ngobrol dengan gurunya juga mengenai pentingnya sarapan sebelum ke sekolah, ia jadi lebih menurut ketika saya meminta Snow sarapan. Memang kadang anak kecil itu suka butuh pihak lain untuk meyakinkan bahwa apa yang dikasih tahu orangtuanya itu benar, ya! Habis diajak ngobrol itu sama gurunya, pulang dari sekolah malah Snow yang heboh kasih tahu ke saya, “Mama, kata guru aku, aku harus sarapan kalau pagi supaya nggak lapar. Supaya kuat!” Hahaha…

Sarapan_Sehat_Energen.jpg

Kalau waktunya lagi cukup, Snow suka sarapan nasi pakai telur dadar atau roti pakai selai kacang, lalu minum susu, dan cemil-cemil stroberi. Tapi kalau lagi buru-buru, andalan saya biasanya ENERGEN yang merupakan campuran susu dan sereal. Ini paling praktis, tapi tetap bergizi - ada kandungan susu, sereal, telur, plus kumpulan vitamin A, vitamin B1, vitamin B6, vitamin D, kalsium, asam folat dan mineral. Bikinnya gampang dan cepat, tinggal tuang bubuknya ke cangkir, seduh air panas, aduk, langsung siap! Kalaupun nggak sempat disantap di rumah, bisa dibawa di botol minum. Snow suka banget yang rasa vanila. Dan nggak cuma bisa untuk Snow, ENERGEN ini bisa untuk saya dan suami juga. Selain vanila, ada rasa cokelat, jagung, kacang hijau dan jahe. Saya pun jadi terbiasa menemani Snow sarapan ENERGEN di pagi hari, sambil ngobrol-ngobrol, bercanda, yang jadi quality time bareng sebelum ia berangkat sekolah.

Kalian sendiri bagaimana? Apakah sudah membiasakan anak untuk sarapan sehat setiap pagi? :)