A WARM NEW YEAR'S EVE

Tahun_Baru_2018.jpg

Malam tahun baru 2018 ini adalah kali kedua saya merayakan dengan kumpul-kumpul bersama keluarga besar suami dari sisi ibu mertua. Kalau tahun lalu kami kumpul di rumah saja, kali ini kami bikin acara kecil-kecilan di restoran milik pacar adik ipar saya, nama tempatnya Tjikini 5. Ada yang pernah coba makan di sana? Makanannya cukup enak dan tempatnya homy. Saya sempat ajak kedua orangtua saya, tapi mereka memutuskan untuk menghabiskan malam tahun di rumah saja - bahkan sebelum jam 12 malam pun mereka sudah kirim pesan lewat Whatsapp untuk tidak menelepon saat countdown karena mereka mau tidur. Sedangkan kakak saya menemani suaminya yang tampil sebagai pengisi acara tahun baru di Bandung.

Acara malam itu diawali dengan makan-makan, lalu ada sesi permainan beer pong (tapi minumannya diganti orange juice supaya family friendly *LOL*). Seru! Sayang lupa foto karena sudah asyik terbawa suasana. Yang lucu, saudara-saudara yang usia 30 dan lebih muda bikin slide dari foto-foto lama sekeluarga untuk permainan tebak-tebakan, untuk menguji apakah semua mengenali wajah satu sama lain versi jadul. Lalu sempat ada pemutaran video momen-momen keluarga. Salah satu yang muncul momen pernikahan saya. Jadi merasa beruntung banget bisa menjadi bagian dari keluarga ibu mertua saya yang selalu kompak dan rajin kumpul ini.

Malam_Tahun_Baru_2018.jpg
Malam_Tahun_Baru_2018.jpg

Setelah pemutaran video, ada sesi permainan lagi. Yang terakhir ini permainannya benar-benar ngerjain, yaitu dansa berpasangan sambil mempertahankan posisi telur harus menempel di antara pipi pasangan yang lagi dansa. Hahaha! Susah, tapi lumayan menghibur bikin sekeluarga heboh.

Dasar Mono, suami saya yang anaknya bed potato banget (bukan couch potato, soalnya sukanya tidur-tiduran di ranjang di kamar bukan di sofa), dia cuma ikut acara sampai jam 10 malam, karena dia maunya nonton TV dan tidur saja di rumah. Mono pulang duluan sementara saya tetap di acara menemani Snow yang sepanjang malam serasa lagi pentas tari. Bocahnya keliling restoran sambil menari balet. Hahaha! Mungkin kalian bertanya-tanya apakah saya nggak marah ditinggal pulang sama Mono pas tahun baru? Walaupun sedikit kecewa nggak bisa berpelukan (ala teletubbies) saat countdown, tapi saya bawa santai saja karena nggak mau memaksakan dia tetap di acara tapi nggak nyaman. Daripada berantem nggak jelas di malam tahun baru, lebih baik saya nikmati acara keluarga saja dan fokus hadir untuk Snow. Lagipula momen kumpul bareng Snow dan Mono juga ada setiap hari, nggak harus di malam tahun baru.

Malam_Tahun_Baru_2018.jpg
Tahun_Baru_2018.jpg
Malam_Tahun_Baru_2018.jpg
Malam_Tahun_Baru_2018.jpg
Malam_Tahun_Baru_2018.jpg

Senang banget, malam tahun baru ini pertama kalinya Snow ikutan main kembang api dan menonton pertunjukan kembang api dari dekat - bukan cuma dari balkon rumah. Walaupun rada deg-degan, tapi saya memutuskan nggak melarang Snow main kembang api. Yang penting dia main di bawah pengawasan saya. Melihat ekspresi wajahnya yang bahagia dan terkagum-kagum saat main kembang api, main sama sepupunya Asa, bercanda dengan tante dan oom serta kakek dan neneknya, saya jadi ikut bahagia.

Tahun_Baru_2018.jpg
Tahun_Baru_2018.jpg
Malam_Tahun_Baru_2018.jpg
Malam_Tahun_Baru_2018.jpg

Tepat jam 12 malam, kami sekeluarga melakukan toast dan mengucapkan selamat tahun baru kepada satu sama lain, kemudian. Sampai rumah, ternyata Mono sudah tidur tapi ia terbangun saat kami masuk kamar, jadi kami bertiga sempat bercanda-bercanda dulu sebelum saya dan Snow tidur. Mono? Dia malah lanjut nonton TV lagi. Hahaha!

Overall, my new year's eve was a warm one, filled with love and laughter. How was yours?