WAX ART WORKSHOP WITH OLIVIA BURTON & KAMINARI

Wax_Art_Workshop_Kaminari_Olivia_Burton.jpg

Di tahun 2017, saya belajar banyak hal baru. Banyak yang belum sempat ditulis di blog (boleh menyusul di 2018 saja, ya..) karena tahun ini saya lagi konsentrasi belajar juga jadi entrepreneur bikin WOOP.id - ini yang paling sulit, tapi di antaranya saya sudah belajar bikin tato, menulis kaligrafi, dan membuat dekorasi kue berbentuk bunga dari gula. Di akhir tahun ini, senang banget bisa belajar satu hal menyenangkan lagi, yaitu wax art.

Saya mendapat kesempatan untuk ikut wax art workshop yang dipandu oleh Kaminari ini karena diundang oleh brand jam tangan Olivia Burton. Sudah pada tahu belum brand jam tangan yang modelnya cantik-cantik dan klasik ini? Kalian bisa lihat-lihat dan beli jamnya di website The Watch Co. di sini.

Kembali ke wax art workshop. I was so happy! Karena selama ini saya sudah mengikuti akun Instagram Kaminari dan selalu kagum lihat wax art berupa 'lukisan' dari lilin dan bunga kering, lilin bakar dan lilin pewangi ruangan karya Kaminari. They look so dreamy, and even though I've never actually hold one on my hand, I imagined how lovely and relaxing the scent is. Ketika akhirnya bisa kenalan dengan pendiri Kaminari, Vina Kosasih, dan belajar wax art langsung dari Vina, rasanya beruntung banget!

Di awal workshop, Vina sempat menjelaskan bahwa ia mendirikan Kaminari yang produknya menggunakan essential oil dengan wewangian dari alam serta bunga dan dedaunan kering karena menurutnya setiap orang membutuhkan sesuatu yang mendekatkan dan mengingatkan mereka pada alam - khususnya mereka yang tinggal di tengah kesibukan kota. Setuju banget nggak, sih? I really can't agree more!

Oke, selanjutnya saya akan menceritakan pengalaman saya ketika mengikuti wax art workshop sekaligus memberikan panduan singkat bagaimana kalian dapat membuat wax art kalian sendiri. Read up!

Wax_Art_Workshop_Kaminari_Olivia_Burton.jpg
Wax_Art_Workshop_Kaminari_Olivia_Burton.jpg
Wax_Art_Workshop_Kaminari_Olivia_Burton.jpg
Wax_Art_Workshop_Kaminari_Olivia_Burton.jpg

Berikut ini adalah beberapa contoh wax art karya Kaminari. Seperti yang tadi saya sebutnya, ada yang berupa 'lukisan', lilin bakar dan lilin pewangi ruangan - semuanya mengandung essential oil yang wanginya enak sekali. Cantik-cantik, ya?

Wax_Art_Workshop_Kaminari_Olivia_Burton.jpg
Wax_Art_Workshop_Kaminari_Olivia_Burton.jpg
Wax_Art_Workshop_Kaminari_Olivia_Burton.jpg
Wax_Art_Workshop_Kaminari_Olivia_Burton.jpg

Kalau yang di bawah ini adalah bahan-bahan yang digunakan untuk membuat wax art. Ada bunga-bunga dan dedaunan kering, berbagai pilihan essential oil dan lilin. Semua dapat dipilih dan dikombinasikan sesuai tema yang kita inginkan. Kita dapat menentukan tema wax art dari kombinasi warna tanaman kering yang kita gunakan atau dari wangi essential oil yang kita pilih. Kalau pilihan warna tanamannya berwarna-warni, kita bisa pilih essential oil yang wanginya segar atau manis. Sedangkan kalau warnanya lebih kalem, kita bisa pilih essential oil yang wanginya menenangkan. Tapi, sebenarnya suka-suka kita, boleh bikin sesuai selera saja.

Wax_Art_Workshop_Kaminari_Olivia_Burton.jpg
Wax_Art_Workshop_Kaminari_Olivia_Burton.jpg
Wax_Art_Workshop_Kaminari_Olivia_Burton.jpg
Wax_Art_Workshop_Kaminari_Olivia_Burton.jpg

Alat-alat yang digunakan untuk membuat wax art selain panci dan kompor untuk memasak lilin hingga cair, mangkuk kaca kecil untuk wadah essential oil, gunting untuk memotong tanaman kering, ada frame khusus wax art yang memiliki kedalaman sehingga bisa menampung lilin), kertas putih untuk alas saat kita memperkirakan susunan tanaman kering sebelum disusun di lilin, pinset untuk menyusun tanaman kering di lilin, dan lidi untuk membantu mendorong-dorong tanaman kering secara perlahan jika kita ingin posisinya lebih dalam pada lilinnya nanti.

Kaminari_Olivia_Burton_Wax_Art_Workshop.jpg

Jika kita sudah menentukan pilihan tanaman kering dan essential oil yang ingin digunakan, langkah selanjutnya adalah menyusun tanaman keringnya terlebih dahulu di atas kertas putih. Penting untuk melakukan ini karena ketika sudah dituang pada bingkai, lilin cair akan mengering dengan cukup cepat, sehingga kalau kita masih berpikir harus menyusun tanaman keringnya bagaimana, lilinnya sudah lebih dulu kering. Tentunya kita nggak mau seperti itu. Jadi, ingat untuk membuat desain susunan tanaman keringnya dulu sebelum menuang lilin cair (yang diberi campuran essential oil) pada bingkai.

Wax_Art_Workshop_Kaminari_Olivia_Burton.jpg

Pada foto di atas, kalian dapat melihat Vina sedang mencampur essential oil ke dalam lilin cair yang pada foto berikutnya dituang ke dalam bagian tengah bingkai. Karena campuran lilin dan essential oil akan kita tuangkan ke bingkai, jangan lupa untuk rekatkan tape untuk menutupi bagian tengah bingkai - seperti yang kalian lihat di foto di depan Vina, bagian tengah bingkai yang berwarna krem sudah dipasangi tape.

Untuk campuran lilin dan essential oil, kita harus menimbang dulu essential oil yang digunakan. Untuk frame berukuran kira-kira 14cmx8cm dengan kedalaman 0,5cm, essential oil yang digunakan adalah 2 gram.

Campur essential oil ke dalam lilin cair dan mengaduknya hingga merata, tuangkan lilin ke dalam bagian tengah bingkai secara perlahan sampai lilin benar-benar menutupi bagian tengah bingkai tersebut. Selanjutnya, cepat-cepat susun tanaman kering pada lilin di bingkai sebelum lilinnya mengering. Jangan panik, yang penting hasilnya cantik dan rapi.

Jika sudah selesai menyusun tanaman kering dan lilinnya juga sudah mengering, bingkai boleh dipasang.

Wax_Art_Workshop_Kaminari_Olivia_Burton.jpg

Sebenarnya bikin wax art ini cukup gampang, ya? Yang susah itu menentukan tanaman kering yang mau kita susun di lilin. Soalnya tanaman keringnya cantik-cantik banget, bikin gemas ingin pakai semuanya di wax art kita! Tapi kalau terlalu banyak yang dipakai, wax art-nya jadi terlalu penuh, bingung menyusunnya dan belum tentu waktu untuk menyusunnya cukup - ingat bahwa lilinnya mengering dengan cepat. Jadi, pilih yang benar-benar disuka saja dan sesuai tema yang kamu tentukan. Dan kalau tanaman keringnya tidak terlalu banyak, justru wax art akan terlihat lebih cantik!

Wax_Art_Workshop_Kaminari_Olivia_Burton.jpg

Di bawah ini tanaman kering yang saya pili dan susun untuk wax art saya. Ternyata susunannya menunjukkan warna yang kalem tapi tetap terlihat ceria, jadi untuk essential oil-nya saya pilih yang menenangkan tapi ada kesan segarnya, yaitu matcha.

Wax_Art_Workshop_Kaminari_Olivia_Burton.jpg
Wax_Art_Workshop_Kaminari_Olivia_Burton.jpg
Wax_Art_Workshop_Kaminari_Olivia_Burton.jpg
Wax_Art_Workshop_Kaminari_Olivia_Burton.jpg
Wax_Art_Workshop_Kaminari_Olivia_Burton.jpg
Wax_Art_Workshop_Kaminari_Olivia_Burton.jpg

Dan ini dia saya, dengan Andra Alodita dan Artika Sari Devi, bersama wax art karya kami! Terima kasih sekali lagi kepada Olivia Burton dan Kaminari yang sudah menyelenggarakan wax art workshop ini. It was such a valuable experience to learn this skill in the end of the year 2017. 

Untuk kalian yang ingin ikut private art wax workshop Kaminari, sebaiknya kalian ajak teman-teman kalian untuk ikut juga karena jumlah minimum pesertanya adalah 7 orang. Jadi bisa patungan untuk biaya workshop-nya. Untuk informasi lebih detail, kalian bisa email ke kaminari.cs@gmail.com.

Wax_Art_Workshop_Kaminari_Olivia_Burton.jpg
Wax_Art_Workshop_Kaminari_Olivia_Burton.jpg