SNOW STORY TIME: SNOW'S ACTIVITY (6 MONTHS-3 YEARS OLD)

Summer_Snow_Jones.jpg

Jadi, waktu itu saya post foto Snow pakai baju balet dan di caption saya tanya apakah saya perlu menulis post mengenai aktivitas yang kami ikutsertakan Snow sejak umurnya 1 tahun. Aktivitas yang saya maksud bukan yang dilakukan sendiri, tapi yang didaftarkan dan ada pengajarnya - istilahnya: kursus (tapi sekolah tidak dimasukkan). Dan, banyak banget yang mengiyakan, ada sekitar 50 orang yang meninggalkan komentar bahwa saya perlu menulis tentang ini dan beberapa ada yang kirim pesan lewat direct message Instagram menyatakan hal serupa.

Baiklah, jadi saya tulis post-nya!

Sambil mengingat-ingat, ternyata dari umur 6 bulan Snow sudah diikutsertakan kursus. Maka saya memutuskan untuk membahas kursus yang ia ikuti dari umur 6 bulan.

Ini saya menjelaskan secara singkat saja. Kalau ada yang mau tahu lebih detail, silahkan menuliskan pertanyaan di bagian komentar, nanti saya jawab.

Okay, here it goes.

USIA 6 BULAN-2 TAHUN

Kursus: Aquatic Baby

Apa itu Aquatic Baby?

Les berenang untuk bayi. Dari bayi sudah les berenang? Iya, soalnya ternyata manfaatnya banyak, kalian bisa baca di artikel-artikel berikut ini - ada tips mengenai hal-hal yang harus diperhatikan juga kalau kita mengajak bayi berenang.

Artikel Manfaat Mengajak Anak Berenang Sejak Bayi

Artikel Manfaat Berenang Untuk Bayi

Kalau kalian butuh penjelasan lebih lanjut mengenai kursus Aquatic Baby, kebetulan saya menemukan pembahasannya di website Ayah Bunda, bisa dibaca di sini.

Snow_Aquatic_Baby.jpg
Snow_Aquatic_Baby.jpg

Apa pengaruh ikut Aquatic Baby yang dirasakan pada Snow?

Pertama, Snow belajar jadi responsif terhadap instruksi. Soalnya ada instruksi-instruksi tertentu yang diberikan pada saat les berenang, misalnya "Kick, kick, kick." untuk menyuruh ia membuat gerakan kaki menendang berkali-kali saat tubuhnya dipegangi seakan sedang berenang. Ia juga jadi otomatis menarik nafas kemudian menahan nafasnya saat diajak menyelam. Kedua, Snow jadi lebih nyaman berada di air, padahal sebelumnya kalau diajak berenang dia suka menangis histeris. Ketiga, Snow juga jadi memiliki refleks untuk berputar dan berenang ke arah pinggir kolam ketika ia tercebur ke kolam renang. Ini penting sekali sebagai bekal anak dalam menjaga keselamatan dirinya.

Pesan dari saya, kalau bisa kalian book pendaftaran berbulan-bulan sebelum anak lahir, karena saking ramainya yang mau ikut sampai untuk bisa terdaftar saja harus antri dulu. Nggak perlu heran, karena belum banyak tempat les berenang untuk bayi, apalagi yang memiliki sertifikat seperti Aquatic Baby. Seram juga kalau menyertakan anak, apalagi masih bayi, les apapun yang nggak ada sertifikatnya. Untuk informasi biaya, syarat pendaftaran dan jadwal bisa langsung kontak ke pihak Aquatic Baby.

USIA 1 TAHUN-3 TAHUN

 Kursus: Rockstar Gym

Apa itu Rockstar Gym? 

Tempat kursus untuk bayi, balita sampai anak dengan berbagai kelas, ada gymnastic, menari, yoga, bela diri dan berbagai aktivitas olahraga lainnya. 

Baca penjelasan lebih lanjut tentang Rockstar Gym dalam bahasa Inggris di sini, atau dalam bahasa Indonesia di sini.

Snow_Rockstar_Gym.jpg

Apa pengaruh ikut Rockstar Gym yang dirasakan pada Snow?

Selain motorik kasarnya dilatih dengan sangat baik di sini, Snow juga jadi lebih percaya diri dan kemampuan bersosialisasinya meningkat. Kelas-kelas yang sempat ia ikuti antara lain Gymnastic (Level 1-3), Baby Dance, Move and Groove dan Baby Ballet. Di sini ia juga jadi bisa menyalurkan energinya, karena di area gymnastic ia bebas lari-larian, loncat sana-sini, bergelantungan, meniti balok sampai belajar rolling. Area gymnastic-nya sudah empuk semua, jadi nggak takut Snow menabrak benda keras - meskipun tetap harus diawasi dengan baik demi keamanannya tentunya.  

Kalau di kelas Baby Dance Snow masih bisa main-main dalam ikut menari dan menyanyi, di kelas Baby Ballet dan Move and Groove ia belajar untuk melakukan gerakan tari yang lebih detail.

Saya juga melihat Snow belajar untuk fokus memperhatikan pengajarnya di sini, jadi ia juga disiapkan untuk fokus mendengarkan guru ketika masuk sekolah nanti.

Sayangnya, di usia 3 tahun, Snow sepertinya sudah bosan ikut kegiatan gymnastic maupun menari kecuali balet. Dia nggak mau masuk kelas Rockstar Gym yang lain lagi selain kelas Baby Ballet. Akhirnya saya dan suami pun memutuskan untuk mencarikan tempat kursus balet saja untuk Snow.

USIA 2 TAHUN-MASIH BERLANJUT

Kursus: Program Pengenalan Musik Dini*

*Tempat tidak ditulis untuk menjaga privasi dan keamanan, karena Snow masih aktif mengikuti kegiatan di sana.

Program ini akan mengajari murid berusia 3-6 tahun mengenai dasar-dasar dalam bermusik dengan menggunakan lagu-lagu anak Indonesia. Program ini sangat cocok untuk anak yang belum memiliki ketertarikan pada instrumen yang spesifik, karena dengan kelas ini murid akan mengeksplorasi minatnya dalam bermusik. Untuk kelas ini tidak akan menggunakan banyak instrumen namun lebih menggunakan alat bantu perkusi untuk belajar sambil bermain.

Snow_Activity.jpg

Apa pengaruh ikut program pengenalan musik dini yang dirasakan pada Snow? 

Sebenarnya kami mengikutsertakan Snow pada kelas ini karena melihat ketertarikan Snow terhadap musik. Dia suka sekali menari dan menyanyi, ditambah ayahnya yang seorang musisi dan saya menganggap bahwa musik itu sesuatu yang penting dalam hidup - kalaupun nggak bisa main musik, paling tidak bisa menikmati musik. Dan lewat kelas ini Snow belajar untuk bisa menikmati musik dengan lebih seksama, dari irama dan temponya. Kalau sudah bisa menikmati, ada kemungkinan untuk Snow jadi tertarik belajar bermain musik. Saya juga mendengar bahwa belajar musik dapat membantu anak untuk mempelajari hal lainnya dengan lebih baik. Seperti kata Plato, "I would teach children music, physics, and philosophy; but most importantly music, for the patterns in music and all the arts are the keys to learning." Kalian juga dapat membaca berbagai manfaat memperkenalkan musik kepada balita pada tulisan di situs National Association of Music Merchants (NAMM) berikut ini.

Music and Toddlers: Benefits of Music and Movement in Early Childhood

USIA 3 TAHUN-MASIH BERLANJUT 

Kursus: Balet*

*Tempat tidak ditulis untuk menjaga privasi dan keamanan, karena Snow masih aktif mengikuti kegiatan di sana.

Snow_Activity.jpg

Apa pengaruh ikut kursus menari balet yang dirasakan pada Snow?

Karena saat di Rockstar Gym Snow sudah memperlihatkan ketertarikannya lebih kepada menari balet, maka saya dan suami mendaftarkan Snow kursus tari balet. Saya senang Snow terlihat bisa lebih serius mengikuti kelas balet di sini, mungkin karena suasananya juga lebih serius. Saya juga suka tempat kursus balet yang sekarang karena menyediakan kursus tari tradisional juga, serta mempunyai grup tari sendiri dan mengadakan berbagai pertunjukan seni tari. Mudah-mudahan nantinya Snow nggak hanya belajar menari balet, tapi juga mau belajar tarian tradisional serta ikut pertunjukan.

PLEASE NOTE

Pada intinya, maksud kami mengikutsertakan Snow dalam berbagai kursus ini adalah dalam rangka membantunya mengembangkan kemampuan sensorik, motorik, mencari kepercayaan diri, bersosialisasi dan tentunya mencari kegemarannya. Yang penting kami sebagai orangtua memperkenalkan dulu saja, membiarkan Snow mengeksplorasi minatnya. Nantinya kami yakin Snow akan menemukan passion-nya dan sebisa mungkin kami arahkan agar ia dapat menjalaninya dengan serius, senang, dan sepenuh hati. Siapa tahu di masa depan ia dapat menjadikan passion tersebut sebagai mata pencahariannya? Perjalanan Snow memang masih jauh, tapi sebagai orangtua, tentunya saya dan suami ingin Snow dapat mewujudkan mimpi-mimpinya, salah satunya menjalani hidup sesuai passion. Jadi kalau dari kecil sudah ketahuan passion-nya, menurut saya nggak ada salahnya diasah mulai sekarang selama Snow menikmati prosesnya.

Dari penjelasan saya di atas, mudah-mudahan dapat membantu kegalauan para orangtua yang sedang bingung mau mengikutsertakan anak kursus atau tidak dan kursusnya apa. Mohon maaf jika ada beberapa informasi tempat kursus yang tidak saya tulis di sini karena alasan privasi dan keamanan, tapi ingat bahwa kalian selalu bisa Google informasi mengenai tempat-tempat kursus yang ada di daerah kalian dan melakukan survey lebih lanjut. Saya sarankan untuk menyertakan anak untuk trial terlebih dahulu di tempat kursus yang diminati sebelum memutuskan mendaftarkan anak. Namun, pengalaman pada saat trial tidak sepenuhnya dapat dijadikan patokan apakah anak cocok atau tidak mengikuti kursus di tempat tersebut, karena faktor mood serta mengantuk atau tidaknya anak berpengaruh pada konsentrasi dan semangatnya ketika menjalani trial. Saya yakin sebagai orangtua kalian dapat mengenali apabila anak terlihat cocok atau tidak dengan kursus yang sedang dicoba.

Selanjutnya, apakah ada yang mau tanya-tanya? Boleh tinggalkan pertanyaannya di boks komentar di bawah. Atau ada yang mau berbagi mengenai pengalaman mengikutsertakan anak kursus tertentu? Atau ada anaknya yang ikut kursus yang sama dengan Snow dan mau berbagi juga? Boleh banget! Silahkan tulis di boks komentar di bawah. Terima kasih sudah baca-baca blog saya, semoga bermanfaaf.