WOOP.ID LAUNCHING PARTY

Ya! Ternyata sudah 1 bulan lebih saya nggak update tulisan di blog. Harap maklum, persiapan acara peluncuran WOOP.id kemarin lumayan menyita waktu saya. Tapi akhirnya, terjadi juga launching party kami yang singkat tapi seru dan bukannya sombong, tapi rasanya bangga sekali sama WOOP.id yang kini sudah 1 tahun berjalan. Dan saya baru sadar, saya belum pernah cerita alasan kenapa saya mau mendirikan WOOP.id bersama ketiga rekan saya - Triajeng Wijayanti, Yaya Sitanggang dan Han Kristi. Jadi mau sedikit cerita saja awal dari perjalanan kami mendirikan WOOP.id.

WOOP_Launch_Party.jpg

Sebenarnya, niat kami adalah membuat portal gaya hidup untuk wanita Indonesia, tapi nggak mau yang terlalu banyak membahas fashion dan beauty atau bahkan gosip seleb seperti portal-portal yang sudah ada. Lalu, sebagai seorang ibu, saya melihat kesenjangan antara portal gaya hidup wanita dengan portal gaya hidup wanita berkeluarga. Kenapa karakternya sungguh berbeda? Dan biasanya dipisahkan. Padahal menurut saya perempuan yang belum berkeluarga pun perlu konten yang dapat mempersiapkan mereka untuk menghadapi kehidupan berkeluarga (sekalipun mereka belum terpikir untuk berkeluarga, nggak ada salahnya belajar) dan perempuan yang sudah berkeluarga masih perlu konten yang sering dibahas di portal yang tidak bersifat parenting atau housekeeping. Saya pun mengingat-ingat, alasan saya nggak suka buka portal gaya hidup wanita selama ini adalah: kalau bukan karena kontennya kebanyakan fashion dan beauty sehingga bikin saya merasa dibodohi karena kesannya yang penting itu cuma penampilan, pasti kontennya 'ibu-ibu' banget, yang bikin saya takut kehilangan identitas diri kalau baca topik seputar kehidupan ibu-ibu terus. Berlebihan, ya? Tapi itu yang saya rasakan.

WOOP_Launch_Party.jpg
WOOP_LAUNCHING_PARTY.jpg
WOOP_LAUNCHING_PARTY.jpg
WOOP_Launch_Party.jpg
WOOP_Launch_Party.jpg
WOOP_Launch_Party.jpg

Apakah saya harus lompat-lompat dari portal gaya hidup wanita ke portal gaya hidup wanita berkeluarga cuma supaya konten yang saya baca seimbang? Kenapa nggak ada yang terintegrasi? Yang membahas sisi kehidupan wanita - belum maupun sudah berkeluarga - dari segala aspek. Dari pemikiran ini, akhirnya saya mengusulkan agar WOOP.id diciptakan dengan konten terintegrasi, untuk wanita yang belum maupun sudah berkeluarga, dengan rentang usia 25-35 tahun. Kemudian, Head of Content kami, Yaya, memperkuat lagi konsep WOOP.id dengan mengharuskan konten kami lebih banyak ditulis berdasarkan informasi dari para nara sumber yang ahli di bidangnya. Ini membedakan WOOP.id dengan influencers/content creators, dan portal lainnya yang masih banyak hanya mengandalkan opini. Bukannya menurut kami opini itu tidak dapat dipercaya, kami sangat kagum dengan kreativitas, kejujuran dan dedikasi para influencers/content creators dalam menciptakan konten, tapi alangkah baiknya jika kita juga mengkonsumsi konten yang ditulis berdasarkan hasil penelitian yang sudah dilakukan dan hasil tanya jawab dengan ahli di bidang tertentu - misalnya dokter spesialis, certified personal trainer, dietitien dan sebagainya. Benar, nggak?

WOOP_Launch_Party.jpg

Anyway, WOOP.id kini sudah berumur genap 1 tahun sejak LIVE , dan kami berusaha sebaik mungkin untuk memberikan konten yang dapat membantu wanita Indonesia dalam segala aspek kehidupan mereka. Tanggal 3 November lalu di GoWork Coworking Space, kami menggelar acara peluncuran WOOP.id untuk memperkenalkan WOOP.id dan memberikan sneak-preview proyek kolaborasi kami dengan musisi Mery Kasiman (perempuan cantik berkacamata yang sedang menyanyi di foto di atas) dan ATAS MusicWill tell you more about this collaboration soon.

WOOP_Launch_Party.jpg
WOOP_Launch_Party.jpg

I cannot describe how happy I am to share WOOP.id with all of you. Walaupun jujur, membangun bisnis startup it susahnya setengah mati, uang saya habis-habisan terkuras untuk bayar gaji karyawan sampai belum liburan-liburan sama keluarga, menghadapi berbagai konflik di dalam tim yang menguji kesabaran dan kekompakan, meskipun sebutannya founder tapi saya masih banyak turun tangan mengurus segala sesuatu, tapi rasanya senang banget bisa membuka lapangan kerja untuk tim WOOP.id dan melihat karya mereka dapat membantu para pembaca WOOP.id. Pas acara launching kemarin, saya hampir menangis karena terharu melihat semangat tim ini dan dukungan orang-orang yang hadir. Mudah-mudahan, ke depannya WOOP.id akan semakin berkualitas dalam memberikan konten, terus berkembang, disayang pembacanya serta sejahtera seluruh anggota timnya.

WOOP_Launch_Party.jpg
WOOP_Launch_Party.jpg
WOOP_Launch_Party.jpg
WOOP_Launch_Party.jpg
WOOP_Launch_Party.jpg
WOOP_Launch_Party.jpg
WOOP_Launch_Party.jpg
WOOP_Launch_Party.jpg
WOOP_Launch_Party.jpg
WOOP_Launch_Party.jpg
WOOP_Launch_Party.jpg
WOOP_Launch_Party.jpg
WOOP_LAUNCHING_PARTY.jpg

Terima kasih kepada semua yang telah hadir di acara launch party WOOP.id dan kepada pihak sponsor Al-Jazeerah Signature, GoWork Co-Working Space, Love Bonito, Nurtura Aesthetic & Wellness Centre, MAKE OVERParty Snacks, Shu Uemura dan Yuli Goodiebag yang telah mendukung terselenggaranya launching party WOOP.id.