LIFESTYLE & MONEY, MONEY, MONEY!

Kalau ada orang yang menanyakan apakah saya mau diet jajan berbagai hal yang berhubungan dengan lifestyle, jawabannya adalah: TIDAK! Hahahaha... Bukannya konsumtif, tapi saya dan suami memang senang tampil up to date dan mencoba segala sesuatu yang sedang happening. Kalau disebut menolak tua, ya, kami nggak akan membantah. Memang begitu adanya. Kami maunya selalu bisa mengerti apa yang disukai orang-orang saat ini. Bahkan, kami nggak sabar untuk mencari tahu apakah saat Snow remaja nanti kami masih bisa memahami tren lifestyle di generasinya. Lalu, berarti kami boros banget, dong? Mengikuti perkembangan lifestyle butuh modal bukan? Ya, butuh modal sih, tapi nggak jadi boros juga. Toh, kami tahu trik-triknya, kok.

KEEPING UP WITH LIFESTYLE TRENDS

So you want new clothes that are on trend, buy the makeup and skincare products that you think will suit you, eat at that currently hype restaurant, go traveling and visit the hot spots at your destination. Normal, kok. Kita kan manusia yang bisa bosan dengan segala sesuatu. Pandai mengatur keuangan bukan berarti mengorbankan diri jadi orang yang out of date. Saya nggak akan mengatakan bahwa kalian harus diet jajan supaya nggak boros, apalagi saya seorang lifestyle influencer yang sering dapat endorsement. Tentu saja saya dapat menabung budget yang biasanya orang lain pakai untuk jajan ini itu, karena saya sudah dapat akomodasi dari berbagai brand dan dapat penghasilan juga dari mempromosikannya. Aneh banget kalau saya larang-larang orang untuk nggak jajan produk lifestyle, sementara saya asyik-asyik mempromosikannya.

Begitu pula dengan lifestyle trends lainnya. Menurut saya sih, nggak apa-apa kalau mau keep up dengan lifestyle trends yang ada saat ini, asal lakukan dengan pintar supaya keuangan kita tetap aman. Nggak ada gunanya menguras tabungan untuk terkesan kekinian, kalau berujung pusing sama kurangnya tabungan untuk masa depan. Setuju, kan? Hey, that rhymes!

BE SMART WITH YOUR MONEY

Pintar-pintar mengatur keuangan. Bagaimana caranya? Sebenarnya, ini bukan pertanyaan yang susah untuk dijawab. Dari awal kita semua juga sudah tahu caranya, cuma suka denial atau bandel. Hehehe... Perlu diingatkan lagi? Berikut saya tulis lagi langkah-langkahnya.

1. Hitung pengeluaran bulanan wajib dan pengeluaran bulanan hura-hura.

Jabarkan secara rinci apa saja pengeluaran bulanan wajib kita - tentunya ini bisa berbeda-beda untuk setiap orang, seperti halnya pengeluaran  bulanan hura-huranya. Pengeluaran bulanan wajib misalnya tagihan listrik, langganan NETFLIX atau TV kabel, belanja toiletries, bahan makanan, dan sebagainya. Lalu, yang termasuk pengeluaran bulanan hura-hura misalnya belanja fashion items, nonton bioskop, ngopi-ngopi atau makan di luar rumah dan belanja barang hobi; suami saya paling hobi beli synth. Eh, nggak cuma itu sih, masih ada gitar, pedal, amplifier, pre amp, d.i., microphone.

2. Jabarkan apa saja target jangka pendek serta target jangka panjang kita.

Apakah kita punya rencana untuk beli mobil, beli rumah, liburan, menikah, mempunyai anak, menyekolahkan anak, pensiun? Semua target tersebut harus dibikin daftarnya lengkap dengan jumlah budget yang perlu disediakan untuk meraihnya. Mau diraih dalam waktu berapa lama? Ini juga harus ditentukan, karena berpengaruh terhadap jumlah budget yang harus disisihkan dari gaji setiap bulannya untuk mewujudkan target-target tersebut.

3. Begitu penghasilan masuk rekening, utamakan pengeluaran bulanan wajib dulu, kemudian investasi, baru setelah itu boleh senang-senang.

Harusnya sih, nggak sulit untuk memahami poin ini. Intinya, prioritaskan yang penting dulu. Bayar-bayar untuk kebutuhan primer itu nomor satu, kemudian investasi untuk target-target kita di masa depan nomor dua, dan yang terakhir silahkan deh, hura-hura. Untuk saya hura-huranya pun, yang memang murni untuk menyenangkan keluarga dan diri sendiri saja, bukan supaya kelihatan keren di mata orang lain, ya.

4. Pastikan dana darurat tersedia.

Dana darurat adalah dana yang baru boleh kita gunakan untuk pengeluaran wajib bulanan apabila kita benar-benar sedang tidak berpenghasilan. Berapa jumlahnya? Minimal pengeluaran wajib bulanan dikali 6, untuk bertahan 6 bulan. Kalau sudah berkeluarga, jumlahnya harus disesuaikan lagi dengan pengeluaran wajib bulanan untuk seluruh anggota keluarga. Dana darurat ini nggak harus langsung ada, tapi lebih baik diutamakan keberadaannya sebelum kita menyisihkan uang untuk target-target dan pengeluaran hura-hura.

5. Pastikan asuransi yang kita miliki sudah sesuai kebutuhan.

Yang namanya asuransi, apakah itu untuk kesehatan, jiwa, kendaraan bermotor dan sebagainya, kalau nggak sesuai kebutuhan ujung-ujungnya bisa merugikan. Dari pengalaman saya, saya sarankan kalau mencari asuransi jangan langsung percaya dengan rekomendasi agen asuransi sekalipun orangnya adalah teman dekat atau bahkan masih saudara. Baca baik-baik rules asuransi yang diminati dan pastikan benar-benar sesuai kebutuhan kita sebelum memutuskan untuk mengambilnya.

6. Bayar pajak.

Kalau nggak mau dikejar-kejar orang pajak, solusinya cuma satu: bayar pajak. Lebih baik bayar secara rutin daripada menunggak terus-terusan lalu suatu hari harus membayar hutang pajak yang membengkak karena sudah terakumulasi.

7. Adopsi gaya hidup yang realistis.

Lagi-lagi saya menyatakan bahwa boleh-boleh saja kalau kita ingin mengikuti lifestyle trends, tapi dengan catatan selama kita melakukannya dengan sikap realistis. Maksudnya sikap realistis seperti apa? Misalnya, kalau memang prioritas kita yang lain sudah terpenuhi lalu masih punya budget untuk beli tas high end idaman, then go for it. Tapi kalau prioritas yang lain sudah terpenuhi namun sisa budget-nya tetap nggak mencukupi, nggak ada salahnya menabung dulu untuk beberapa bulan sampai cukup atau cari alternatif barang lain yang juga kita suka, berkualitas, dan sesuai budget.

8. Berkomunikasi secara terbuka mengenai kondisi keuangan.

Dengan sesama keluarga, jangan sampai gengsi membicarakan mengenai kondisi keuangan masing-masing. Dengan mengetahui kondisi keuangan setiap anggota keluarga, kita dapat saling memberi masukan mengenai cara yang lebih baik dalam mengelola keuangan dan lebih siap jika ternyata kita perlu membantu keuangan mereka.

Sebenarnya, mengatur keuangan keluarga ataupun perorangan memang sesederhana langkah-langkah ini. Untuk lebih detailnya lagi, kalian boleh tinggalkan pertanyaan mengenai apa yang kalian ingin saya bahas lebih dalam. Dan tentunya boleh sharing tips dan pengalaman kalian dalam pengatur keuangan juga, ya.