HAPPA BY MEL AHYAR NEWEST COLLECTION: NEPHINDI 2 FW 18/19

Quirky, pretty and vibrant! Permainan motif, aplikasi mote, rumbai, bordir, dan pom-pom dalam warna-warni yang menyala. Itu yang saya lihat pada koleksi terbaru HAPPA by Mel Ahyar yang diberi judul Nephindi 2: The Story of Tharu. Terinspirasi dari kebudayaan di perbatasan India dan Nepal, koleksi Nephindi yang pertama kali dirilis Mel Ahyar untuk Harvey Nichols yang dulu tampilannya semi-couture kini diperkenalkan kembali sebagai Nephindi 2 untuk Happa Reborn.

Nephindi_2_Fall_Winter_2018_Happa.jpg
P1220308.jpg
Nephindi_2_Fall_Winter_2018_Happa.jpg
Nephindi_2_Fall_Winter_2018_Happa.jpg
Nephindi_2_Fall_Winter_2018_Happa.jpg
Nephindi_2_Fall_Winter_2018_Happa.jpg

Saya selalu jatuh cinta dengan detil pada koleksi pakaian HAPPA by Mel Ahyar, tidak terkecuali Nephindi 2. Meskipun komposisi warna dan modelnya bukan yang biasanya saya pilih ketika mencari pakaian, tapi keunikannya membuat saya ingin keluar dari zona nyaman dan mengenakannya. Foto-foto yang terpajang sebagai instalasi saat koleksi ini dirilis menampilkan inspirasi padu padan pakaian dari koleksi Nephindi 2 yang sangat menarik untuk dicoba.

Nephindi_2_Fall_Winter_2018_Happa.jpg
Nephindi_2_Fall_Winter_2018_Happa.jpg
Nephindi_2_Fall_Winter_2018_Happa.jpg
Nephindi_2_Fall_Winter_2018_Happa.jpg
Nephindi_2_Fall_Winter_2018_Happa.jpg
Nephindi_2_Fall_Winter_2018_Happa.jpg

Kebetulan Mbak Mel meminta saya, Genu dan Andy Yanata mengenakan koleksi ini untuk direkam sebagai konten social media. Kami pun asyik memilih pakaian dan aksesori yang menarik perhatian kami. Saya sengaja mencoba model pakaian yang biasanya saya hindari: bolero multiwarna, serta atasan dan peplum skirt hitam dari bahan mesh. Ternyata lucu juga!

Nephindi_2_Fall_Winter_2018_Happa.jpg

Perhatikan cara Andy bermain dengan layering dan lilitan scarf Genu. Their styling is so cool, isn't it?

Nephindi_2_Fall_Winter_2018_Happa.jpg
Nephindi_2_Fall_Winter_2018_Happa.jpg
Nephindi_2_Fall_Winter_2018_Happa.jpg
Nephindi_2_Fall_Winter_2018_Happa.jpg
Nephindi_2_Fall_Winter_2018_Happa.jpg

Statement shoes alert! Kalau kalian suka tampil dengan pakaian minimalis tapi dengan aksesori yang menonjol, sepatu-sepatu ini pas sekali untuk kalian.

Nephindi_2_Fall_Winter_2018_Happa.jpg
Nephindi_2_Fall_Winter_2018_Happa.jpg
Nephindi_2_Fall_Winter_2018_Happa.jpg
Nephindi_2_Fall_Winter_2018_Happa.jpg
Nephindi_2_Fall_Winter_2018_Happa.jpg

Congrats to Mel Ahyar for another outstanding collection: Nephindi 2 FW 18/19! Dari koleksi yang ditampilkan di sini, yang mana yang paling menarik perhatian kalian?

RAYA TO WEDDING OUTFIT: PINK ON PINK ON PINK

Raya_To_Wedding_Outfit_Cotton_Ink_Mel_Ahyar.jpg

Saya suka sekali pakaian hari raya yang kemarin saya kenakan kembali untuk ke acara pernikahan. Jadi meskipun sudah saya unduh di Instagram, saya ingin menampilkannya di blog juga. Tampilan serba pink ini merupakan kombinasi jaket panjang COTTONINK X Mel Ahyar yang bisa dikenakan sebagai luaran, atasan atau terusan, selendang menggemaskan Agnala, celana Pomelo dan sandal CHARLES & KEITH.

IMG_0748.JPG

Dalam mengkombinasikan pakaian, saya selalu berusaha terlihat quirky. Untuk mewujudkan hal tersebut, saya sengaja memilih selendang berdetil bordir dengan bahan transparan, jaket dengan motif floral dengan bentuk kantong bunga, celana yang bermotif paisley dan sandal tertutup dengan aksen. 

IMG_0740.JPG

Untuk memberikan sentuhan unik, saya sengaja pakai lipstik ungu. Which item from this look do you like?

THOUGHTS: THE THING ABOUT FEMALE FRIENDSHIP

IMG_0737.JPG

Hari ini bahagia saya sederhana: bertemu dengan ibu dan kakak saya di acara pernikahan saudara. Tentu saja saya juga bahagia bertemu ayah dan saudara-saudara lainnya. Tapi bertemu ibu dan kakak saya selalu menghangatkan hati, membuat saya merasa nyaman. Mengetahui bahwa saya memiliki dua orang wanita yang akan selalu ada untuk saya, yang menyayangi saya apa adanya, dan berusaha memberi dukungan kepada satu sama lain. 

Jujur, meskipun saya sangat mementingkan pemberdayaan perempuan, saya bukan orang yang mudah berteman dengan sesama perempuan. Saya yakin semua orang setuju bahwa perempuan terkadang bisa sangat jahat dan nyinyir kepada satu sama lain - disengaja maupun tidak. Dan saya suka merasa risih sendiri ketika terjebak di tengah perkumpulan perempuan yang asyik bergosip tentang orang lain. Juga sering tidak mengerti mengapa banyak perempuan yang hobi melemparkan komentar-komentar yang berkaitan dengan fisik, sementara banyak sekali topik yang lebih menarik yang dapat dibahas. Tidak jarang saya curhat dengan suami ketika pulang dari berkumpul dengan teman-teman perempuan dengan perasaan kesal, karena saya tidak mendapatkan sesuatu yang positif dari percakapan dengan mereka.

Kesulitan berteman dengan sesama perempuan ini sempat membuat saya menyalahkan diri sendiri. Apakah saya terlalu sensitif? Apakah saya terlalu memikirkan perilaku perempuan lain? Apakah saya kurang pandai bergaul? Apakah saya ini perempuan yang aneh? Apakah cuma saya perempuan di dunia ini yang merasa begini?

Dulu saya suka sedih kalau memikirkan diri saya yang seperti nggak termasuk sekumpulan grup perempuan tertentu. Mempertanyakan, apakah saya dijauhi oleh perempuan lainnya? Saya sempat berusaha untuk berperilaku seperti perempuan-perempuan di sebuah grup, tapi tetap saja ujung-ujungnya merasa tidak nyaman. Tapi seiring waktu, saya mulai tidak peduli. Saya tidak lagi berusaha untuk diterima grup perempuan tertentu. Dan ketika saya melakukan itu, saya justru mulai menemukan teman perempuan yang cocok dengan saya. Secocok dengan ibu dan kakak saya. Yang tidak menghakimi kekurangan saya, yang dapat bergurau dengan sopan, yang dapat membuat saya merasa tidak aneh, yang dapat membantu saya melihat masalah-masalah saya dari perspektif yang lebih positif dan memberikan ide solusi. Nggak tahu sih, apakah mereka merasakan hal yang sama. Tapi saya berharap sekali, dapat berteman dengan mereka selama mungkin.

Mungkin yang sedang ingin saya sampaikan lewat tulisan ini adalah, ada masanya kita merasa tidak memiliki teman-teman  perempuan yang cocok dengan kita, atau kita tidak lagi merasa cocok dengan teman-teman perempuan di sekitar kita. Ini dapat membuat kita merasa kesepian. Tapi jangan sampai kita jadi memaksakan mengubah diri kita demi diterima sebagai teman oleh orang lain atau sebuah grup pertemanan. Anggap saja rasa sepi tersebut adalah sebuah proses yang harus kita lalui untuk membentuk diri kita, dan pada akhirnya kita akan menemukan teman-teman perempuan baru - bisa jadi mereka masih keluarga, orang yang baru dikenal atau teman lama yang tadinya nggak dekat tapi tiba-tiba jadi sering bertemu dan cocok - yang menerima kita seutuhnya.

Kalau menurut kalian bagaimana? 

Saya punya beberapa artikel yang berkaitan dengan topik yang kali ini saya bahas, kalau kalian tertarik untuk membaca. 

Penting: Mengapa Kamu Harus Menghabiskan Lebih Banyak Waktu dengan Orang yang Positif

Sejujurnya, Kamu Tidak Butuh Teman Seperti Ini

Apakah Saya Teman yang Baik?

 6 Tipe Orang yang Akan Merusak Hidupmu

Kamu Halu Jika Berpikir Semua Temanmu Menyukaimu (Setengahnya Merasa Sebaliknya)

SINGAPORE DAY 1: CHANGI - YORK HOTEL - MARINA BAY SANDS

Akhir pekan kemarin menyenangkan sekali! Kami sekeluarga besar liburan ke Singapura dengan tujuan utama bawa bocah-bocah alias Snow dan sepupunya, Asa ke Universal Studios Singapore.

Selama sebulan sebelum keberangkatan, hampir setiap hari Snow dan Asa menunjukkan ketidaksabaran mereka. Ada saja tingkah laku Snow, mulai dari berniat tidur di kamar tantenya dengan alasan, "Supaya bangun-bangun langsung di hari kita berangkat ke Singapura!" atau pas dibangunkan untuk mandi sebelum ke sekolah ia malah bertanya, "Kita ke Singapura hari ini, kan?" Hahaha! Saya sampai geleng-geleng kepala. Semuanya karena ia diperlihatkan foto Universal Studios Singapore ketika dijelaskan ke mana tujuan liburan kami.

Akhirnya, setelah menunggu sekian lama, datang juga hari keberangkatan kami ke Singapura. Di Sabtu pagi, kami jalan ke bandara Soekarno-Hatta jam 6.30 untuk naik pesawat jam 8.00. Kami bersembilan berangkat naik 3 taksi Bluebird yang sudah dipesan sejak malam hari, sedangkan untuk pesawatnya kami memilih Lion Air. Sempat ragu pas dengar cerita-cerita penumpang pesawat Lion Air penerbangan domestik yang bagasinya dibongkar, tapi untungnya hal tersebut nggak terjadi pada kami.

P1210194.jpg
Singapore_Day_1_Marina_Bay_Sands_York_Hotel.jpg

Kami tiba di Singapura sekitar jam 11 siang, lalu makan siang sebentar di McDonald's di Changi Airport sebelum kemudian naik taksi ke York Hotel tempat kami menginap selama 3 hari 2 malam. Untuk 9 orang, kami menyewa 2 Superior Room (1 dengan Queen Bed, 1 dengan 2 Twin Beds) dan 1 Deluxe Family Room (dengan 1 Queen Bed dan 2 Twin Beds). Kalau kalian mau lihat seperti apa kamar-kamarnya bisa cek di situsnya di sini. Menurut saya York Hotel ini nyaman sekali. Kamarnya sesuai dengan yang ditampilkan di situs, interior hotelnya nyaman di mata, menu sarapannya enak dan setiap hari ada yang berbeda, koneksi Wi-Fi lancar, dan karyawannya ramah-ramah serta sangat membantu. Selama menginap di sini, kami sama sekali tidak mengalami masalah apa pun. Kalau mau reservasi kamar, York Hotel sudah terdaftar di berbagai situs seperti Traveloka ataupun tiket.com.

Singapore_Day_1_Changi_Airport_York_Hotel_Marina_Bay_Sands.jpg
Singapore_Day_1_Changi_Airport_York_Hotel_Marina_Bay_Sands.jpg
Singapore_Day_1_Changi_Airport_York_Hotel_Marina_Bay_Sands.jpg
Singapore_Day_1_Changi_Airport_York_Hotel_Marina_Bay_Sands.jpg
Singapore_Day_1_Changi_Airport_York_Hotel_Marina_Bay_Sands.jpg
Singapore_Day_1_Changi_Airport_York_Hotel_Marina_Bay_Sands.jpg
Singapore_Day_1_Changi_Airport_York_Hotel_Marina_Bay_Sands.jpg
Singapore_Day_1_Changi_Airport_York_Hotel_Marina_Bay_Sands.jpg
Singapore_Day_1_Changi_Airport_York_Hotel_Marina_Bay_Sands.jpg
Singapore_Day_1_Changi_Airport_York_Hotel_Marina_Bay_Sands.jpg
Singapore_Day_1_Changi_Airport_York_Hotel_Marina_Bay_Sands.jpg

Kami nggak berlama-lama di hotel, hanya check in, meletakkan koper-koper dan leyeh-leyeh sebentar. Setelah itu, kami mulai jalan-jalan, deh! Tujuan di hari pertama adalah ke Marina Bay Sands. Dari York Hotel, kami jalan kaki menuju Paragon Shopping Centre Orchard kemudian ke 313 Somerset untuk naik MRT dari sana. Dari Somerset ke Marina Bay Sands, biaya MRT-nya adalah 2 dolar Singapura per orang dengan waktu perjalanan sekitar 15 menit. Selama ini Snow selalu ingin naik kereta, ternyata akhirnya ia kesampaian naik MRT di Singapura. Anaknya senang banget!

Singapore_Day_1_Changi_Airport_York_Hotel_Marina_Bay_Sands.jpg
Singapore_Day_1_Changi_Airport_York_Hotel_Marina_Bay_Sands.jpg
Singapore_Day_1_Changi_Airport_York_Hotel_Marina_Bay_Sands.jpg

Sampai di Marina Bay Sands, yang pertama kali kami lakukan adalah Sampan Rides. Hahaha! Sebenarnya ini kegiatan lucu-lucuan untuk menghibur Snow dan Asa saja. Kalau biasanya ke mal di Jakarta mereka suka naik kereta mainan, di Marina Bay Sands mereka bisa naik sampan. Nggak semua anggota keluarga ikutan naik, saya dan adik ipar saya, Ninis (yang sudah berangkat duluan ke Singpura dan janjian dengan kami di sana) hanya menemani bocah-bocah. Untuk naik sampan ini biayanya 10 dolar Singapura per orang. Menurut saya mahal sih, tapi sekali saja untuk menghibur anak-anak tidak apa-apa.

Singapore_Day_1_Changi_Airport_York_Hotel_Marina_Bay_Sands.jpg
Singapore_Day_1_Changi_Airport_York_Hotel_Marina_Bay_Sands.jpg
Singapore_Day_1_Changi_Airport_York_Hotel_Marina_Bay_Sands.jpg
Singapore_Day_1_Changi_Airport_York_Hotel_Marina_Bay_Sands.jpg
Singapore_Day_1_Changi_Airport_York_Hotel_Marina_Bay_Sands.jpg

Setelah naik perahu kami makan di food court Marina Bay Sands yang pilihan makanannya banyak banget dan enak-enak! Bawa 10 dolar Singapura per orang sudah dapat porsi makanan yang super mengenyangkan. Sayang saya lupa foto food court ataupun makanannya karena sudah kelaparan. Hahaha! Nah, di depan food court ada atraksi Digital Light Canvas. Walaupun untuk orang dewasa atraksi ini akan terlihat biasa saja, yang menghibur bagi saya adalah reaksi Snow ketika ia berlari-lari di atas lantai yang berupa layar digital yang menampilkan ikan-ikan yang bergerak sesuai langkah kaki di atas layar tersebut. Untuk menikmati atraksi ini, biayanya adalah 5 dolar Singapura per orang.

Singapore_Day_1_Changi_Airport_York_Hotel_Marina_Bay_Sands.jpg
Singapore_Day_1_Changi_Airport_York_Hotel_Marina_Bay_Sands.jpg
Singapore_Day_1_Changi_Airport_York_Hotel_Marina_Bay_Sands.jpg
Singapore_Day_1_Changi_Airport_York_Hotel_Marina_Bay_Sands.jpg

Setelah semua kenyang, puas cuci mata dan belanja (kalau mau tahu daftar brand yang ada tokonya di Marina Bay Sands lihat di sini), kami duduk-duduk di area outdoor Marina Bay Sands untuk menikmati pemandangan sekitar dan udara segar. Sore itu ramai sekali di area outdoor tersebut, karena sedang ada latihan perayaan hari kemerdekaan Singapura untuk tanggal 9 Agustus. Kalau kalian lihat baik-baik, di foto di bawah ini, terlihat titik-titik merah putih di bagian kanan itu sebenarnya adalah kumpulan orang-orang yang turut serta meramaikan latihan perayaan kemerdekaan. Banyak banget, kan? Sudah berjejer pula orang dengan kamera dan tripod untuk menangkap momen latihan tersebut yang dimeriahkan dengan pertunjukan pesawat jet, helikopter, tank serta kembang api.

Singapore_Day_1_Changi_Airport_York_Hotel_Marina_Bay_Sands.jpg
Singapore_Day_1_Changi_Airport_York_Hotel_Marina_Bay_Sands.jpg
Singapore_Day_1_Changi_Airport_York_Hotel_Marina_Bay_Sands.jpg
Singapore_Day_1_Changi_Airport_York_Hotel_Marina_Bay_Sands.jpg
Singapore_Day_1_Changi_Airport_York_Hotel_Marina_Bay_Sands.jpg
Singapore_Day_1_Changi_Airport_York_Hotel_Marina_Bay_Sands.jpg
Singapore_Day_1_Changi_Airport_York_Hotel_Marina_Bay_Sands.jpg

Ketika beberapa tank menembak ke udara dan pesawat-pesawat jet beterbangan, Snow sempat terkejut mendengar bunyinya dan kemudian menangis. Kasihan tapi gemas juga lihatnya! Hihihi...

Dari Marina Bay Sands, kami memutuskan untuk pulang kembali ke York Hotel naik MRT lagi. Kami sengaja pulang lebih cepat karena ingin menyimpan energi untuk keesokannya ke Universal Studios Singapore.

Singapore_Day_1_Changi_Airport_York_Hotel_Marina_Bay_Sands.jpg
Singapore_Day_1_Changi_Airport_York_Hotel_Marina_Bay_Sands.jpg
Singapore_Day_1_Marina_Bay_Sands_York_Hotel_Changi.jpg
Singapore_Day_1_Changi_Airport_York_Hotel_Marina_Bay_Sands.jpg
Singapore_Day_1_Changi_Airport_York_Hotel_Marina_Bay_Sands.jpg

Sebenarnya di Marina Bay Sands masih banyak sekali hiburan yang bisa dieksplorasi, ada SkyPark dengan kolam renang tanpa batas, Spectra yang merupakan pertunjukkan air mancur dan lampu, Sands Theater dengan pertunjukan pentas ala Broadway, dan ada ArtScience Museum. Kalau kalian ingin tahu lengkapnya apa saja yang dapat dieksplor di Marina Bay Sands dan biayanya berapa, bisa cek di siniAnyway, ada pilihan lain juga kalau kalian malas ke Marina Bay Sands yang suasananya seperti mal atau hotel dan lebih ingin main-main di tempat yang hijau-hijau alias taman. Kalian bisa ke Singapore Botanic Gardens dan di sana ada tempat bermain untuk anak yang namanya Jacob Ballas Children's Garden yang direkomendasikan oleh teman saya Glenn Prasetya. Saya sendiri dulu pernah ke Singapore Botanic Gardens tapi belum pernah ke Jacob Ballas Children's Garden tersebut, makanya tertarik juga untuk ke sana kalau kembali ke Singapura dengan Mono dan Snow.

Apakah kalian sudah pernah mengunjungi semua tempat ini? Berbagi cerita tentang pengalaman kalian di sini, dong! Pasti akan membantu teman-teman yang mencari informasi tempat wisata di Singapura.

ART JAKARTA 2018: MENEMUKAN ARIFIEN NEIF

Apakah kalian sudah berkunjung ke Art Jakarta 2018 di Ritz Carlton Pacific Place yang digelar sejak Kamis sampai hari Minggu ini? Saya sudah ke sana di hari pembukaannya, setelah beberapa tahun sebelumnya berhalangan datang ke acara tahunan ini. Seperti biasanya, tentunya pameran seni rupa ini menampilkan banyak karya seniman yang mengagumkan, tapi di sini saya hanya ingin menampilkan sedikit karya satu seniman yang sangat berkesan untuk saya. 

Art_Jakarta_2018_Arifien_Neif.jpg
Art_Jakarta_2018_Arifien_Neif.jpg

Seniman kelahiran tahun 1955 ini baru saya ketahui, yaitu Arifien Neif. Setelah sedikit browsing mengenai Arifien Neif, saya jadi tahu bahwa seniman asal Surabaya ini pernah menjadi tukang batu, pelayan restoran, asisten desainer interior, menggeluti industri periklanan dan melakukan beberapa film animasi sampai akhirnya ia memutuskan untuk memenuhi mimpinya menjadi seniman profesional.

Art_Jakarta_2018_Arifien_Neif.jpg
Art_Jakarta_2018_Arifien_Neif.jpg

Saya suka sekali lukisannya yang memiliki goresan kasar tetapi detil menggambarkan suasana, sampai gambar benda-benda di meja, hewan peliharaan, dan latar belakang pada lukisan sangat menarik untuk diperhatikan. Menurut saya jika lukisannya dipotong-potong, seperti yang saya foto sebagian-sebagian di sini - hanya gambar hewan atau mejanya, tetap terlihat sangat bagus. Permainan warnanya pun sungguh indah. Kalau saya perhatikan, di lukisan-lukisannya yang terpajang di gerai Zola Zolu Gallery, Arifien senang menampilkan sosok pasangan pria dan wanita. Bagi saya, terlihat sangat manis. Lukisan seperti karyanya ini termasuk aliran Fauvisme. Setelah menulis post ini saya akan mencari tahu lebih banyak tentang Arifien dan memuaskan mata melihat lukisan-lukisannya, sambil bermimpi mungkin suatu hari dapat memiliki.

Bagaimana dengan kalian, apakah ada karya seni yang sangat berkesan bagi kalian saat berkunjung ke Art Jakarta 2018 atau pameran seni lainnya? 

Art_Jakarta_2018_Arifien_Neif.jpg
Art_Jakarta_2018_Arifien_Neif.jpg
Art_Jakarta_2018_Arifien_Neif.jpg
Art_Jakarta_2018_Arifien_Neif.jpg

TREND TALK: BOLD FLORAL PRINTED BLAZER & SHORTS

Bold colored floral print is one of the Fall 2018 street style trends that I'm currently into. However, I don't wanna just spend my money on any fashion piece with this kind of print. I want something that I can wear again and again. This set of blazer and loose shorts with a striking and unusual floral print color palette is the answer for me. I can wear them together as well as alone with many more fashion items.

Statement_Floral.jpg
Statement_Floral.jpg

I like to look unexpected, but still appropriate. So yesterday when I was going to an art exhibition, I figured combining the blazer and shorts with Mango socks and my silver Dr. Martens was the right move. If I was going to a business meeting, I'd probably wear prettier shoes - like the ones in this post.

Statement_Floral.jpg
Statement_Floral.jpg
Statement_Floral.jpg

Other accessories that I opted to accompany the bold floral printed blazer and shorts were this beautiful yet tough looking flower choker from Tam Illi and chained sling bag from CHARLES & KEITH. And if you're really paying attention, I also add a pair of Le Specx X Adam Selman The Last Lolita pinkish red sunglasses.

Statement_Floral.jpg
Statement_Floral.jpg

Anyway, the blazer and shorts are from ZARA's new arrivals, while the black tank top I wore under is H&M. Tell me, would you rock the bold floral print Fall 2018 street style trend? How would you do it?

SUMMER SNOW JONES, MY LITTLE REBEL

IMG_8606.JPG

Beberapa bulan terakhir, Snow sudah bisa marah-marah dan melawan. Galak banget pula! Suatu hari pas saya melarangnya mencolek krim dari seloyang kue yang masih mau disimpan, bocahnya mengamuk. Dia menangis, memukul saya (walaupun belum ada tenaganya), kemudian mengatakan ke saya dengan nada tinggi, “Aku nggak mau lagi main sama mama!” Tentu saja saya tidak mengambil hati perkataannya - namanya juga anak kecil.

Kemudian sempat juga Snow mencakar dada dan menendang kaki saya waktu saya berusaha menggendongnya ke mobil untuk berangkat sekolah sementara Snow maunya nonton kartun saja di rumah. Perilakunya disertai teriakan penuh amarah dan lempar-lempar tisu selama perjalanan di mobil.

Adegan Snow lempar-lempar benda pun nggak berhenti sampai di situ. Snow juga sempat melayangkan bukunya waktu sedang diajarkan membaca oleh ayahnya - Mono memang cukup galak sama Snow perihal belajar.

Saya sempat menceritakan ini ke Kania Anggiani, seorang teman yang sudah memiliki dua anak. Ia pun menceritakan bahwa anaknya juga sempat melalui fase ini, memukul atau menendang ketika melampiaskan kemarahan atau kesedihannya. Di akhir obrolan itu kami sepakat, kalau anak lagi marah atau menangis, daripada melarang mereka mengekspresikan kemarahannya atau kesedihannya dengan mengatakan “Nggak perlu pakai marah (atau menangis), ya..” yang mungkin akan bikin mereka lebih histeris, lebih baik didik mereka untuk boleh merasakannya dan menyalurkannya tapi dengan cara yang tidak destruktif. Ini adalah awal memperkenalkan mereka dengan kesadaran kesehatan mental, lho... Salah satu cara saya: ajak anak berpelukan. Misalnya, saya akan katakan ke Snow, “Snow marah (atau sedih), ya? Boleh kok, sini peluk mama, boleh sekuat-kuatnya sampai nggak marah (atau sedih), ya...” Biasanya Snow akan jadi lebih tenang. Anak kecil dan orang dewasa itu sama, sebagai manusia terkadang kita cuma butuh orang untuk bersandar ketika kita sedang marah atau sedih. Benar nggak? Kalau mood Snow sudah ceria lagi, baru saya ajak ngobrol membahas alasan keinginannya belum atau tidak dipenuhi.

Saya berbagi cerita ini untuk sesama orangtua, agar tidak merasa sendirian atau berkecil hati jika anak juga sedang melalui fase ini. Banyak sekali orangtua yang juga mengalami, jadi tidak perlu malu. Ini justru kesempatan kita sebagai orangtua untuk menunjukkan ke anak bahwa kita siap mendengarkan keluh kesah mereka - menjadi tempat mereka untuk bersandar.

Kalau kalian ada cerita nggak mengenai perilaku anak, ponakan atau adik yang mulai dapat melampiaskan kemarahannya? Do share your story on the comment section below! Jangan lupa tulis juga nama akun Instagram kalian. 5 orang yang ceritanya paling menarik akan saya beri hadiah berupa NYX Powder Puff Lippie. Saya akan umumkan pemenangnya di Instastory saya pada tanggal 5 Agustus 2018.

*Diperpanjang hingga tanggal 8 Agustus 2018 jam 12 malam. Pengumuman pemenang pada tanggal 9 Agustus 2018.

Habis sharing cerita kalian, kalau tertarik boleh baca rekomendasi artikel dari Woop.id berikut yang masih bersangkutan dengan cara bersikap ketika anak mulai melawan.

SUDAH TIDAK JAMANNYA LAGI MEMUKUL ANAK, SAATNYA MEMILIH DISIPLIN POSITIF

TREND TALK: DRIPPING IN METALLICS

When it comes to fashion, to me more is more. I’m not talking about the pricetag, but the details of an outfit. So when the metallic trend is coming back again this fall, I’m all excited in embracing it because honestly it’s never not trending in my heart. Metallic is something that I will always love to add to my look, even if it’s just a brush of sheen eyeshadow, highlighter or lip color. But this time, I’m showing you how I rock this Happa by Mel Ahyar dress which is dripping in multicolored metallic sequins, with accessories like sequin earrings, bucket bag with tassels and brogues all in the color metallic - after all, it is trending this fall!

Happa_Mel_Ahyar_Metallic.jpg
Happa_Mel_Ahyar_Metallic.jpg

Sequin on sequin. Why not? Even if your dress is embellished with metallic sequins, don't be afraid to make your look more festive with sequin earrings - just like these ones I got from MANGO.

Happa_Mel_Ahyar_Metallic.jpg

I think the key to pulling off an outfit with lots of metallics is to match the metallic colors in it. The dress already has black, purple, silver, and gold sequins on it, so I chose metallic accessories with those colors. For example, this gold bucket bag with tassels from CHARLES & KEITH.

Happa_Mel_Ahyar_Metallic.jpg
Happa_Mel_Ahyar_Metallic.jpg

To add a twist to my look, I'm using these silver Dr. Martens brogues which dress down the outfit but still making it look staggering.

Party_Outfit_Happa_By_Mel_Ahyar.jpg
Happa_Mel_Ahyar_Metallic.jpg

What I love most about this dress is how it is rich with line print and colorful sequins, but most of all is the unique cutting - intentionally oversized shoulders, assymetrical bottom and decorative straps on the front. The kind of dress that makes you forget about investing in a little black dress, because why fit in if you can be yourself and stand out?

Happa_Mel_Ahyar_Metallic.jpg

Special thanks to Relish Bistro and Fraser Residence

KIEHL'S ULTRA LIGHT DAILY UV DEFENSE CC CREAM

Saya lagi cinta banget sama produk terbaru Kiehl’s ini. Namanya Ultra Light Daily UV Defense CC Cream, dengan formula yang dilengkapi SPF 50 PA++++ serta memiliki fungsi anti polusi. Wow! Keren bukan? Lebih keren lagi karena produk ini lulus saringan dr. Jonathan dari Bamed Skincare yang sejak bulan Maret tahun ini saya percaya dalam memberikan saran dan perawatan kulit wajah saya yang merupakan kombinasi kulit berminyak, kering, serta mudah berjerawat (kalian bisa lihat perkembangan perawatan kulit saya di Bamed Skincare di highlight Instagram saya yang berjudul Laser).

Saya nggak mau perawatan kulit yang selama ini saya jalani di Bamed Skincare sia-sia cuma karena iseng coba produk yang ternyata nggak cocok di kulit saya. Makanya, waktu dikirimkan produk ini dari PR Kiehl’s, sebelum mencobanya saya mengirimkan foto produk dan keterangan formulanya ke dr. Jo beserta pertanyaan, “Dokter Jo, ini kan sudah hari ke-6 (setelah laser CO2 yang dilakukan untuk menyamarkan bekas jerawat) dan udah ngeletek semua kulit matinya.. boleh ngga ya pake ini?” Dan disambut dengan jawaban, “Boleh.”

Hore! Ternyata, setelah mencoba, saya merasa cocok pakai produk ini. Lalu sekarang mau cerita ke kalian pendapat saya mengenai Ultra Light Daily UV Defense CC Cream SPF 50 PA++++ Anti-Pollution. Siap menyimak?

Kiehls_Ultra_Light_Daily_UV_Defense_CC_Cream.jpg

PACKAGING

Kalau dari kemasannya, menurut saya desainnya tubenya fungsional. Mudah ditutup erat maupun dibuka dan mengeluarkan isinya dengan takaran yang dapat dikontrol dengan baik. Yang bikin produk ini terkesan lebih mutakhir adalah sentuhan warna tembaga pada kemasannya. Ukuran produk yang saya miliki ini 30ml, praktis banget untuk dibawa traveling maupun dandan kilat di perjalanan ke kantor.

FORMULA

Seperti yang sudah saya tulis di atas, CC Cream ini juga merupakan sunscreen SPF 50 PA++++ yang dapat melindungi dari sinar UVA dan UVB. Selain itu, formulanya non-comedogenic, anti polusi dan mengandung ekstrak buah leci. Semua ini berfungsi untuk membantu melindungi kulit dari kerusakan, memperlambat munculnya tanda-tanda penuaan, mencerahkan kulit dan menghidrasinya, membuatnya tampak lebih sehat.

Kiehls_Ultra_Light_Daily_UV_Defense_CC_Cream.jpg

COLOR & TEXTURE

Tekstur CC Cream ini seperti lotion, tidak terlalu kental maupun cair, rasanya ringan banget di kulit! Saat baru dibaurkan di kulit saya, warnanya agak terlalu terang dan nggak langsung merata, tapi ketika sudah didiamkan beberapa menit warnanya terlihat lebih menyatu dan rata dengan kulit. Hasilnya akan lebih baik ketika sebelumnya saya menggunakan moisturizer terlebih dahulu - saya pakai Glossier Priming Moisturizer. Sayangnya produk ini hanya memiliki satu pilihan warna, tapi menurut informasi yang saya dapat dari Indra Riady dari Kiehl's Indonesia, untuk warna kulit lainnya dapat mencoba menggunakan Ultra Light Daily UV Defense Tone Up Cream SPF 50 PA++++ Anti-Pollution yang memiliki formula hampir serupa dengan CC Cream ini, juga dengan fungsi membuat warna kulit terlihat lebih merata.

Sesuai namanya CC Cream, coverage produk ini tentunya nggak full. Kalau kalian tipe orang yang lebih suka tampilan super flawless tanpa penampakan pori-pori, jerawat dan noda bekas jerawat, kalian mungkin akan sedikit kecewa, tapi di sini saya kasih tahu triknya. Kebetulan kondisi kulit saya saat mencoba CC Cream ini saat sedang tidak ada jerawat besar, jadi saya puas dengan warna kulit yang terlihat lebih merata dan bekas jerawat yang tersamarkan. Nah, jika kalian ingin coverage lebih, kalian dapat mencoba menggunakan produk ini kemudian dilapis compact powder foundation. Ini yang saya lakukan ketika nggak ingin menggunakan liquid foundation yang terasa tebal di kulit, tapi ingin kekurangan pada kulit lebih tertutupi. Di kulit saya, ketahanan CC Cream (tanpa dilapis compact powder) ini cukup lama - dari siang sampai malam masih terlihat bagus, meskipun sedikit luntur tapi nggak jadi berantakan. Kalau dilapis compact powder, akan tahan lebih lama lagi tanpa luntur - compact powder yang saya pakai adalah L’oreal True Match Even Perfecting Powder Foundation. Yang saya juga suka sekali dari produk ini adalah kemampuannya membuat kulit kelihatan bercahaya, seakan menggunakan luminizer. Ketika kulit berminyak pun, tampilan wajah akan terlihat jadi glowing ketika pakai CC Cream ini. I definitely love it and I've been using this product daily it's replacing my favorite makeup base product, Estée Lauder Doublewear Foundation.

Kiehls_Ultra_Light_Daily_UV_Defense_CC_Cream.jpg
Kiehls_Ultra_Light_Daily_UV_Defense_CC_Cream.jpg
Kiehls_Ultra_Light_Daily_UV_Defense_CC_Cream.jpg

PRICE & VALUE

Harganya cukup mahal untuk ukuran 30ml, yaitu 560.000 rupiah. Ini satu-satunya ukuran yang tersedia. Tapi sebenarnya produk ini nggak cepat habis, karena untuk sekali pemakaian hanya sebesar 1,5 kacang polong sudah cukup untuk diaplikasikan ke seluruh wajah dan leher. Dan fungsinya yang merangkap sebagai makeup base, sunscreen plus pelindung dari polusi membuat produk ini memiliki nilai sesuai harganya, paling tidak itu menurut saya.

Berikut foto tampilan produk Ultra Light Daily UV Defense CC Cream SPF 50 PA++++ Anti-Pollution di kulit saya. What do you think?

Kalau kalian punya pertanyaan mengenai produk ini, kalian bisa masukkan pertanyaannya di comments section di bawah dan saya akan menjawabnya secepat mungkin. Thank you for reading!

 BEFORE

BEFORE

 AFTER

AFTER

 AFTER ADDING EYESHADOW, BROW PENCIL, BLUSH ON, HIGHLIGHTER AND LIP GLOSS

AFTER ADDING EYESHADOW, BROW PENCIL, BLUSH ON, HIGHLIGHTER AND LIP GLOSS

MUSIC FESTIVAL MAKEUP LOOK #3 SO ELECTRIC

Here comes the last music festival makeup look for this month! Yang satu ini merupakan kombinasi warna biru muda dan ungu. Kapan lagi waktu yang tepat untuk mencoba eyeshadoweyeliner dan bibir berwarna terang kalau bukan ketika datang ke festival musik? Here are the product details if you want to try this look.

Music_Festival_Makeup_Look.jpg

FACE

ESTÈE LAUDER Double Wear Foundation Stay-In-Place Makeup 1W2 Sand: (quick review di sini)

Catrice Sun Glow Matt Bronzing Powder 020B: My current favorite product for contouring.

MAKEOVER Blush On Palette B03: Hampir di setiap makeup look saya menggunakan blush on ini, dibubuhkan di cheeks’ apples sampai tulang pipi.

BLP Beauty Face Powder: Dibubuhkan di seluruh wajah untuk memperhalus tampilan makeup dan menyerap minyak.

NYX Love Contours All Palette: Saya menggunakan beige highlighter-nya setelah membubuhkan face powder.

Music_Festival_Makeup_Look.jpg

EYES

NYX Love You So, Mochi! Electric Pastels Eyeshadow: Saya membubuhkan eyeshadow berwarna biru muda metalik pada seluruh kelopak mata dan bagian bawah mata.

Contour Clubbing Waterproof Pink About You: Saya nggak tahu kenapa nama produk ini contour dan bukannya eyeliner, tapi saya menggunakannya sebagai eyeliner. Dengan produk ini, saya menggambar garis seperti ujung winged eyeliner namun dengan ujung yang lebih panjang dari biasanya. Warnanya memang pink, tapi karena diaplikasikan di atas eyeshadow biru muda, jadinya terlihat keunguan - sesuai keinginan saya.

Music_Festival_Makeup_Look.jpg
Music_Festival_Makeup_Look.jpg

LIPS

CORA Beauty Matte Liquid Lipstick True Lilac: Untuk bibir, saya memulas lipstik berwarna ungu muda ini pada seluruh permukaan bibir. Formula lipstik ini nyaman di bibir, tidak lengket, tahan lama dan warnanya sangat pigmented.

NOTE

Untuk primer, biasanya saya menggunakan Glossier Priming Moisturizer yang bikin makeup menempel di kulit dengan lebih baik sekaligus melembabkannya. Di sini saya tidak menggunakan eyeshadow primer dan makeup setting spray, tapi kalau kalian mau riasan wajah kalian lebih tahan lama - apalagi jika kalian akan berpanas-panasan di festival musik, kalian dapat menggunakannya. The ones from Urban Decay are recommended.

Semoga kalian suka, yah, 3 music festival themed makeup looks yang saya bikin kali ini. Saya senang banget bisa eksperimen dengan makeup warna-warni seperti ini. Kira-kira kalian ada request nggak kombinasi warna apa yang kalian mau saya tampilkan? Let me know on the comment section below!

Music_Festival_Makeup_Look.jpg