OUR SHORT GETAWAY TO BALI - PART I

Bulan April lalu, saya diundang oleh In Alphabetical Order, distributor resmi IZIPIZI untuk hadir di acara mereka di Bali. Bagi kalian yang belum tahu, IZIPIZI itu adalah brand kacamata asal Perancis yang sudah masuk Indonesia - tepatnya Jakarta, Bandung dan Bali - sejak Juli 2017. Nah, waktu itu, saya pikir-pikir seru juga kalau ajak Mono dan Snow ikut karena kebetulan saya dibukakan kamar di Alila Seminyak selama 3 hari 2 malam dan ternyata saya lumayan mendapat free time yang banyak di sana, jadi masih bisa menghabiskan waktu lama dengan mereka meskipun ada beberapa aktivitas yang harus saya ikuti dari IZIPIZI.

IZIPIZI_Alila_Seminyak_Cinta_Ruhama.jpg

Long story short, kami berangkat ke Bali. Perjalanan dari Jakarta ke Bali sangat lancar. Snow sama sekali nggak rewel di pesawat, malah dia sangat excited bisa naik pesawat. Walaupun sebenarnya ini sudah ke sekian kali untuknya, tapi karena memorinya pas umur 2 tahun belum terlalu kuat, bagi Snow ini seperti pengalaman yang pertama. She sat like a really good girl during our flight. Selama dua jam perjalanan, Snow sibuk bermain dengan activity book yand saya bawakan untuknya dan kemudian minta nonton film kartun Coco. Pas disediakan makanan pun Snow menyantapnya dengan lahap. Mono benar-benar helpful selama perjalanan, setiap Snow minta ini-itu Mono langsung membantu. Bahkan, dia yang menyuapi Snow makan. Senang, deh!

Sampai Bali, kami dijemput oleh panitia In Alphabetical Order dan di jalan dari bandara ke hotel, Snow tidur nyenyak. Then we checked into our room. Saya nggak punya waktu banyak, karena 1 jam setelah check in sudah harus mengikuti aktivitas pertama bersama peserta acara IZIPIZI lainnya. So I got ready and went to dinner, sementara Mono dan Snow leyeh-leyeh di kamar, menunggu teman kami yang tinggal di Bali untuk makan malam bareng mereka.

IZIPIZI_Alila_Seminyak_Cinta_Ruhama.jpg
IZIPIZI_Alila_Seminyak_Cinta_Ruhama.jpg
IZIPIZI_Alila_Seminyak_Cinta_Ruhama.jpg

Untuk acara makan malam di Sea Salt bersama IZIPIZI, saya memilih untuk mengenakan atasan batik panjang Sejauh Mata Memandang yang sudah lama saya miliki, celana panjang bermodel lebar dari Pomelo, anting Young Frankk, serta tas kecil dan sepatu anyam dari Zara.

IZIPIZI_Alila_Seminyak_Cinta_Ruhama.jpg

The dinner at Sea Salt was so good - starting from the appetizer to the dessert! Lupa, sih, makan apa saja lengkapnya, tapi semuanya enak. Tapi yang paling membekas di lidah saya itu si makanan pembuka berupa rujak semangka dengan bumbu rempah-rempah yang rasanya sangat unik, saladnya yang sangat fresh, dan makanan pencuci mulut yang warna hijau-hijau di foto di bawah ini. Sekali lagi lupa itu apa, yang pasti ada merengue, krim matcha dan es krimnya. ENAK!

IZIPIZI_Alila_Seminyak_Cinta_Ruhama.jpg
IZIPIZI_Alila_Seminyak_Cinta_Ruhama.jpg
IZIPIZI_Alila_Seminyak_Cinta_Ruhama.jpg
IZIPIZI_Alila_Seminyak_Cinta_Ruhama.jpg
IZIPIZI_Alila_Seminyak_Cinta_Ruhama.jpg

WhoopsDid I forgot to mention that my sister was also invited to the event? Iya! Seru banget, kan... Bisa ikutan acara IZIPIZI ini di Bali bareng kakak saya juga. Sebelum kembali ke kamar untuk istirahat, saya sempat memotret kakak saya, Ykha dengan Snow. Di foto ini, Snow nggak tahu kalau Ykha lagi di belakangnya - dia pikir dia lagi foto sendiri. Hahaha! Lihat, tuh, gaya centilnya Snow...

IZIPIZI_Alila_Seminyak_Cinta_Ruhama.jpg

Malam itu saya mengatakan ke Snow, "Snow, malam ini cepat tidur, ya... Supaya Snow energinya banyak untuk besok, soalnya besok kita mau berenang dan main ke pantai." Snow melotot dan tersenyum lebar sambil memandang saya. "Yeay, pantai, pantai!" serunya kegirangan. And then she slept so well through the night. Will continue the story of our short getaway to Bali and of course more about IZIPIZI very, very soon. Keep checking my blog!

IZIPIZI_Alila_Seminyak_Cinta_Ruhama.jpg

TODAY'S STORY: SAYING GOODBYE TO MY TOOTH

Cinta_Ruhama_Amelz.jpg

Rencananya, siang tadi saya mau ke acara Cotton Ink Brunch yang temanya sneak peek koleksi kolaborasi mereka dengan Mel Ahyar First. Penasaran kan, seperti apa? Coba cek Instagram mereka hari ini, deh! Lalu, dari sana maunya ke acara Glow di Plaza Indonesia, karena ada launching Houbigant dan Perris Monte Carlo Fragrance. 

Tapi ternyata, saya terpaksa istirahat dulu di rumah, karena sudah 3 hari seluruh badan gatal-gatal seperti alergi - kata adik ipar saya yang dokter ini bisa jadi karena tambalan gigi yang lepas (ada yang pernah mengalami?). Akhirnya siang tadi ke dokter gigi untuk konsultasi dengan harapan masih bisa menyusul ke acara Cotton Ink, tapi harapan itu langsung sirna ketika tahu bahwa gigi geraham saya yang tambalannya lepas itu harus dicabut. Keadaannya memang sudah parah banget, sih... 

So, I said goodbye to a tooth today. Di Bali Dental Clinic tadi, yang tempatnya memang nyaman sekali dan dokternya super ramah - namanya Dokter Diah, saya dikenakan biaya hingga 2,7 juta sudah termasuk biaya obat-obatan. Hiks, mahal sekali, ya, biaya cabut gigi itu - untung proses cabut giginya tadi nggak sakit sama sekali. Pengeluaran biaya untuk gigi saya nggak sampai di situ saja, karena minggu depan saya masih harus berobat ke dokter gigi untuk bikin crown sebagai pengganti gigi yang dicabut dan perkiraan biayanya adalah 3,5 juta. Padahal bulan ini saya harus bayar biaya sekolah Snow, patungan untuk gaji karyawan dan bulan depan biaya asuransi kesehatan keluarga, nih! Asyik, ya? Hahaha...

Sampai di rumah, saya cerita sama Snow kalau gigi saya habis dicabut dan respon Snow cukup menghibur, sih... Setelah dia heboh minta lihat mulut saya seperti apa setelah dicabut giginya, Snow mengatakan ke saya, "Mama, jangan lupa giginya nanti taruh di bawah bantal biar diambil sama tooth fairy." Saya tertawa dengarnya.

Summer_Snow_Jones.jpg

Begitu lah... Hari ini saya istirahat di rumah, dan sore tadi menyempatkan tidur sebentar, bangun-bangun malam ini gusi masih terasa rada nyut-nyutan. Lalu bagaimana dengan gatal-gatal di tubuh saya? Berkurang, tapi masih terasa. Curiga harus ke dokter kulit juga, nih! Pelajaran hari ini, kalau tambalan gigi kalian lepas jangan dibiarkan terlalu lama ya, teman-teman... Dan rajin-rajin merawat gigi untuk pencegahan penyakit gigi. Karena kalau gigi sudah mengalami masalah, biaya perawatannya nggak murah. Belajar lah dari pengalaman saya.

Anyway, baru sempat update blog lagi, nih! Karena kemarin-kemarin saya sibuk banget dan kalau ada waktu luang memilih untuk menghabiskannya dengan Snow atau istirahat. Olahraga pun mulai jarang. Semoga bulan ini, bisa lebih sering update blog, soalnya sebenarnya banyak banget yang ingin saya share. Mulai dari short getaway saya ke Bali dengan Mono dan Snow, sampai produk-produk skincare dan makeup yang saya coba kemudian jadi favorit. Semoga bulan ini juga bisa lebih sering olahraga lagi.

Apa kabar kalian akhir-akhir ini dan rencananya mau menghabiskan weekend dengan aktivitas apa? Cerita-cerita, dong!

PS. Yang di atas bukan foto-foto dari hari ini. Hari ini nggak mood foto-foto habis bayar tagihan klinik gigi! Hahaha... Tapi foto-foto di atas rasanya cocok untuk post kali ini, jadi dipajang, deh!

RAINY AFTERNOON, WHITE ORCHIDS & MY BLACK OUTFIT

Hujan baru saja berhenti. Udara terasa segar sekali. Sore itu saya ingin tampil elegan, tanpa menghilangkan kesan playful yang selama ini selalu saya aplikasikan pada gaya saya. So I opted for a black top from Eloise To Wear and my current favorite skirt from ZARA. And completed the look with more ZARA pieces: the bucket bag, belt and pointy shoes, a necklace from MANGO and a bangle from Pomelo. Terakhir, saya pulaskan liquid lipstick lokal favorit saya, URBAN LIPS X Cathy Sharon warna ParasTada! Pakaian serba hitam dengan permainan kombinasi aksesori berdetail hardware emas dan silver. Elegant, but still playful, just the way I like it!

Cinta_Ruhama_Amelz.jpg
Cinta_Ruhama_Amelz.jpg
Cinta_Ruhama_Amelz.jpg
Cinta_Ruhama_Amelz.jpg
Cinta_Ruhama_Amelz.jpg

CLÉ DE PEAU BEAUTÉ SPRING SUMMER '18 COLLECTION

I'm so excited to be able to share with you about the event I attended last WednesdayIt's Clé de Peau Beauté Spring Summer 2018 Collection preview. Di acara ini saya dapat berbagai informasi mengenai beberapa produk Clé de Peau Beauté, yaitu Firming Serum Supreme, Concealer, Lipstick dan Lip Gloss. I really don't wanna bore you with a long post opening, so scroll down already!

Clé_de_Peau_Spring_Summer_2018.jpg

Acara di restoran Palm Court, Four Seasons Hotel sore itu dimulai dengan pemutaran video Clé de Peau Beauté Brand Essence yang dibintangi brand ambassador terbaru Clé de Peau Beauté, Felicity Jones, kemudian dilanjutkan dengan presentasi dari Brand Manager Clé de Peau Beauté, Shilpa Dodani mengenai produk-produk Clé de Peau Beauté.

Clé_de_Peau_Spring_Summer_2018.jpg
Clé_de_Peau_Spring_Summer_2018.jpg
Clé_de_Peau_Spring_Summer_2018.jpg
Clé_de_Peau_Spring_Summer_2018.jpg

My favorite moment from the event? As always: trying out the products! Sambil mendengarkan presentasi Shilpa, saya mencoba produk-produk Clé de Peau Beauté yang diletakkan di meja. Ada Firming Serum Supreme, Concealer, Lipstick dan Lip Gloss.

Clé_de_Peau_Spring_Summer_2018.jpg

THE CONCEALER

Yang pertama saya coba adalah concealer stick terbarunya, yang dilengkapi Broad Spectrum SPF 25, serta signature skincare ingredient Illuminating Compex EX yang terdiri dari berikut ini:

  • Golden Silk Essence yang mencegah kulit kehilangan kekenyalan, kecerahan dan perubahan warna
  • Japanese Pearl untuk membantu membuat kulit selembut satin
  • Theanine yang berfungsi meratakan warna kulit dan Scutellaria Baicalensis Extract yang dikenal sangat baik untuk kesehatan kulit.
  • Chestnut Rosa Fruit Extract dan Green Tea Extract yang bermanfaat sebagai anti-oksidan.

Tekstur concealer yang pigmentasinya pekat ini creamy namun padat, so a little goes a long way. Harganya sekitar 1 juta rupiah. Kalian dapat membaca informasi lengkap mengenai produk ini - termasuk tutorial cara menggunakannya, di sini.

 Warna  Clé de Peau Beauté  Concealer  baris kiri dari atas ke bawah:  Honey ,  Almond ,  Ocher  dan baris kanan dari atas ke bawah:  Mocha ,  Beige ,  Ivory .

Warna  Clé de Peau Beauté Concealer baris kiri dari atas ke bawah: Honey, Almond, Ocher dan baris kanan dari atas ke bawah: Mocha, Beige, Ivory.

THE FIRMING SERUM SUPREME

Serum yang ditargetkan untuk mengencangkan kulit ini dijual dengan harga sekitar 4 juta rupiah. Talk about fancy! Juga mengandung signature skincare ingredient Illuminating Complex EX plus 4-D Boosting Technology, terdiri dari Glow Fortifier RX Coix Lacryma-Jobi Ma-Yuen Seed Extract, Licorice Root Extract dan Raspberry Extract yang membantu mengencangkan, mengembalikan elastisitas, serta mendukung proses regenerasi. Saat saya coba di punggung tangan, teksturnya terasa sangat ringan dan cepat diserap oleh kulit, meninggalkan kulit terasa sangat lembab dan bercahaya. Wanginya lembut dan menenangkan. I love how the formula felt on my skin and the bottle is so beautiful!

Baca informasi lengkap mengenai produk ini di sini.

Clé_de_Peau_Spring_Summer_2018.jpg
Clé_de_Peau_Spring_Summer_2018.jpg

THE LIPSTICK

Untuk Clé de Peau Beauté Lipstick memiliki keunggulan-keunggulan berikut ini:

  • Light Reflection Technology yang menggunakan Translucent Pigments untuk memantulkan warna, tidak seperti color agents pada umumnya yang menyerap warna.
  • Light Focusing Oil, Lip Forming Powder dan RS Pigment yang mengkoreksi kesan warna tidak merata dan kerutan pada bibir, membuat bibir terlihat lebih bersinar dan halus.
  • Contouring Powder dan Inner Lighting Powder yang memberikan tampilan dimensi serta kesan bibir bercahaya.
  • Premium Argan Tree Oil dan Illuminating Hydro-Wrap Complex membantu melembabkan bibir.
  • Water Holding Oil yang mempertahankan kelembaban untuk menciptakan tekstur creamy dan lembut yang sempurna pada bibir.

I love that the color is buildable, formulanya terasa ringan, lembut, kemudian benar-benar membuat bibir terlihat sehat bercahaya. Produk ini dijual dengan harga sekitar 900 ribu rupiah.

THE LIP GLOSS

Saat mencoba lip gloss-nya di rumah, saya merasa bibir saya tidak sekedar menggunakan lip glossit looks better. It feels better on the lips too! Teksturnya lembut dan tidak lengket. Mungkin karena formulanya mengandung bahan-bahan berikut ini:

  • Multi-Polarization Peal memberikan tampilan sehat merona pada bibir dan kilau ala mutiara untuk menyamarkan tampilan bibir kusam. 
  • Illuminating Hydro-Wrap Complex, Argan Tree Oil, dan Safflower Oil yang melembabkan, serta seiiring penggunaan terus-menerus juga akan memperbaiki kekeringan, tekstur kasar dan pecah-pecah pada bibir. So nice!
  • Light Focusing Oil membuat bibir terlihat lebih penuh.
  • Contouring Powder dan Inner Lighting Powder memberikan tampilan dimensi serta kesan bibir bercahaya.

Produk ini dijual dengan harga sekitar 500 ribu rupiah. Warna-warna lipstick dan lip gloss yang ditampilkan di sini belum semuanya. Untuk informasi lengkap informasi lengkap mengenai produk ini - termasuk tutorial cara menggunakannya, di sini untuk lipstick dan di sini untuk lip gloss.

Clé_de_Peau_Spring_Summer_2018.jpg
 Warna  Clé de Peau Beauté Lipstick    di baris kiri dari atas ke bawah:  Hummingbird ,  Crystal Star ,  Peach Stone ,  Chinoiserie , dan di baris kanan dari atas ke bawah:  Water Lily ,  Passion Flower ,  Dessert Rose . Warna  Clé de Peau Beauté Radiant Lip Gloss  di baris tengah dari atas ke bawah:  Dream Stone ,  Star Dust ,  Warm Crystal .

Warna Clé de Peau Beauté Lipstick di baris kiri dari atas ke bawah: Hummingbird, Crystal Star, Peach Stone, Chinoiserie, dan di baris kanan dari atas ke bawah: Water LilyPassion Flower, Dessert Rose. Warna Clé de Peau Beauté Radiant Lip Gloss di baris tengah dari atas ke bawah: Dream Stone, Star DustWarm Crystal.

Setelah mendengarkan presentasi dan puas mencoba-coba produk yang ada, kami para undangan diajak melukis gambar bunga mawar dengan palet warna yang terinspirasi dari Clé de Peau Beauté Spring Summer 2018 CollectionSeru juga bermain dengan cat air dan kuas lagi, karena selama ini saya juga sedang berusaha kembali mulai melukis.

Clé_de_Peau_Spring_Summer_2018.jpg
Clé_de_Peau_Spring_Summer_2018.jpg
Clé_de_Peau_Spring_Summer_2018.jpg
Clé_de_Peau_Spring_Summer_2018.jpg

Turut hadir di sebelah saya pada acara sore itu, ada idola saya Mbak Hanifa Ambadarthe girlboss of Female Daily Network and Mommies Daily.

Thank you for having me at your eventClé de Peau Beauté! Pastinya saya akan berbagi lebih lanjut review produk-produk Clé de Peau Beauté dari acara ini dengan lebih detail menurut pengalaman saya menggunakannya. Can't wait to share it here on the blog!

Kalian yang baca post ini ada yang sudah pernah memakai produk Clé de Peau Beauté? Please share your experience in the comment box below because I would love to know your story!

Clé_de_Peau_Spring_Summer_2018.jpg

MY SEQUIN NAIL ART & THE SURPRISING STORY BEHIND IT

Bagaimana kebiasaan kalian ketika memilih nail art tertentu untuk dikreasikan pada kuku kalian? Biasanya, saya cuma menyimpan foto nail art yang saya temukan di Instagram, Pinterest atau Google, kemudian membawanya ke salon favorit sebagai contoh atau langsung memilih dari berbagai referensi yang dimiliki salon tersebut. Tapi, berkat nail art yang saya tampilkan pada post kali ini, saya jadi lebih memperhatikan cerita di balik sebuah nail art ataupun karya seni lainnya.

Dandelion_Waxing_Jakarta_Nail_Art.jpg

This sequin nail art on my nails was created by Dandelion, my favorite place to get my eyelash extensions done and nails pampered. Sumber inspirasinya adalah nail art outline glitter nails hasil karya Park Eunkyung, seorang nail artist asal Korea yang terkenal menciptakan berbagai tren nail art seperti shattered glass nailswire nails dan baru-baru ini tic toc nails yang ternyata menurut RACKED, baru-baru ini sedang melawan brand kecantikan besar Sally Hansen (baca artikelnya di sini). Alasannya dalam melawan brand tersebut adalah karena pihak brand Sally Hansen sempat menghubungi Park Eunkyung untuk melakukan kolaborasi, namun akhirnya brand tersebut mengeluarkan beberapa koleksi nail art sticker bertema shattered glass nails dan wire nails yang sangat mirip dengan karya Park Eunkyung tanpa izinnya. Padahal, Park Eunkyung sendiri melakukan berbagai eksperimen hingga akhirnya dapat menciptakan nail art tersebut. Sangat disayangkan, brand sebesar Sally Hansen tidak menghargai karya seorang nail artist seperti Park Eunkyung. Dan ternyata hal seperti ini juga sempat dilakukan oleh brand H&M yang menuntut seorang seniman street art, Jason “Revok” Williams karena seniman tersebut menuduh H&M menggunakan karyanya sebagai latar belakang pada iklan brand tersebut tanpa izin dan tidak memberikan bayaran (baca artikelnya di sini). Untungnya, pada akhirnya pihak brand H&M membatalkan tuntutan mereka dan menyampaikan permohonan maaf kepada sang seniman. Semoga pihak brand Sally Hansen juga akan berbesar hati untuk menyelesaikan masalah dengan Park Eunkyung secara damai.

Saya sendiri berharap, dengan berbagi cerita ini dengan kalian, kita semua jadi lebih memperhatikan apabila kita mengekspos karya seni tertentu atau karya seni yang terinspirasi dari karya seni lainnya, untuk memberikan akreditasi terhadap seniman-seniman yang telah menciptakannya, misalnya ketika kita mengunduh foto diri dengan latar belakang lukisan karya seseorang di sebuah galeri atau meskipun karya seni itu ukurannya sekecil kuku-kuku kita. Who's with me?

PS. You should really check out that tic toc nails trend that Park Eunkyung on her Instagram right here. It is BRILLIANT!

Dandelion_Waxing_Jakarta_Nail_Art.jpg

SHU UEMURA LAQUE SUPREME - FOR THE LOVE OF GLOSSY LIPS

I've been wanting to share about this lip product for so long since I love it very much. Waktu itu saya diundang ke acara launching produk ini, tapi sayangnya saya berhalangan untuk hadir karena baru menjalani treatment laser untuk menghilangkan bekas jerawat sehingga wajah masih kelihatan merah-merah. Untungnya Mas Erlangga Rahman, PR dari Shu Uemura Indonesia berbaik hati mengirimkan produknya ke saya. Begitu coba, dapat dua saja sudah senang banget, karena ternyata produknya bagus! How good is itRead my quick review below to find out.

Shu_Uemura_Laque_Supreme.jpg

PACKAGING

Terbuat dari bahan akrilik berwarna gradasi hitam ke transparant, memperlihatkan warna formula di dalamnya, dengan logo Shu Uemura berwarna silver pada sisinya. I'm digging the sleek look of it. Tidak ada masalah dengan proses menutup maupun membuka kemasan. Yang sangat saya suka dari kemasan produk ini adalah aplikatornya yang memiliki lekukan sedemikian rupa dan sikatnya cukup fleksibel sehingga membantu proses aplikasi menjadi lebih rapi dan aplikatornya terasa empuk di bibir. 

Shu_Uemurs_Laque_Supreme.jpg

PRICE

Harga produk ini adalah 440.000 rupiah. Lumayan mahal memang, tapi bagi saya masih oke, apalagi saya sudah jatuh cinta sama formulanya. Nah, memang formulanya sebagus itu? Saya jelaskan di bawah ini.

FORMULA

Shu Uemura Laque Supreme ini adalah lip gloss dengan formula oil-in-water emulsion yang dijanjikan melembabkan dan memberikan efek contouring pada bibir sehingga bibir kelihatan lebih penuh. Apakah janji itu terpenuhi? Menurut saya iya banget! Intensitas warnanya pun nggak perlu diragukan lagi. Meskipun lip gloss ini terlihat sheer pada lapisan pertama kita mengaplikasikannya, tapi seiiring kita menambahkan hingga lapisan ke-3, untuk 2 warna yang saya tampilkan di post ini, warnanya akan terlihat sangat menyala tanpa terkesan berlebihan. Warna yang tersedia sendiri ada 8 warna. I like the fact that I can control the coverage of the formula. Kalau ingin kelihatan seperti pakai lip stain, cukup pulaskan tipis-tipis. Tapi kalau ingin warnanya terlihat sangat juicy, gunakan 3 lapis. The gloss effect is to die for! Tapi yang terpenting, formulanya terasa ringan banget dibibir, tidak bleeding atau feathering, tidak membuat bibir kering dan tidak terasa lengket. Is it scentedYes, dan wanginya agak terkesan kimia, tapi bagi saya tidak mengganggu. That's why, if you're thinking to buy this product, I say go for it! Karena menurut saya kalian nggak akan menyesal. Kalian bisa membeli Shu Uemura Laque Supreme di sini.

COLOR SWATCH

Laque Supreme - PK05

Shu_Uemura_Laque_Supreme.jpg

Laque Supreme - CR03

Shu_Uemura_Lauqe_Supreme.jpg

WINDING DOWN AT MY NEW FAVORITE SPOT, HASEA EATERY

So happy that long weekend is here. Kalian sudah ada rencana pergi ke suatu tempat? Kalau belum, mungkin post saya kali ini dapat menjadi referensi kalian.

Kebetulan dua minggu yang lalu, Mono mengajak saya mencoba tempat makan baru yang merupakan milik temannya, Daniel Adisumarta, di daerah Bintaro - tepatnya Jalan Bintaro Utama JB No.8, Tangerang Selatan. Nama tempatnya adalah HASEA EateryIt's a small, quiet and cozy place, nyaman sebagai tempat kumpul-kumpul bersama keluarga, teman-teman, kencan atau menyendiri sambil browsing atau baca buku. It is truly a hidden gem. Interiornya sederhana, tapi menarik. Dengan permainan lampu yang dipasang dengan panjang kabel yang berbeda-beda, kabel lampu yang dililit pada balok kayu, tanaman hijau di sana-sini, tembok bata putih dan elemen kayu, tempat ini bikin saya betah berlama-lama di sana. I didn't spot a baby chair there, dan lupa tanya apakah tersedia atau tidak karena Snow maunya duduk di kursi orang dewasa, tapi saya mau sampaikan ke Daniel untuk menyediakan satu atau lebih baik lagi dua kursi khusus bayi.

Anyway, the food there is actually goodWhether you're in the mood for comfort food or delicious healthy meal, at HASEA you're in good hands. Di sana, saya sempat coba roti panggang keju dan ayamnya yang super lezat - membahasnya saja bikin saya ingin makan menu itu lagi. Pas digigit, kejunya meleleh di dalam mulut! Saya juga menghabiskan semangkuk smoothie bowl segarnya, dengan kombinasi buah naga, kiwi, flax seed, chia seed dan cornflakes yang pas. Coba lihat foto-foto di bawah ini supaya dapat gambaran seperti apa suasana di HASEA. Let me know if you go there, I hope you love the place as much as I do!

Hasea_Eatery_Bintaro.jpg
Hasea_Eatery_Bintaro.jpg
Hasea_Eatery_Bintaro.jpg
Hasea_Eatery_Bintaro.jpg
Hasea_Eatery_Bintaro.jpg
Hasea_Eatery_Bintaro.jpg
Hasea_Eatery_Bintaro.jpg
Hasea_Eatery_Bintaro.jpg
Hasea_Eatery_Bintaro.jpg
Hasea_Eatery_Bintaro.jpg
Hasea_Eatery_Bintaro.jpg
Hasea_Eatery_Bintaro.jpg
Hasea_Eatery_Bintaro.jpg
Hasea_Eatery_Bintaro.jpg
Hasea_Eatery_Bintaro.jpg
Hasea_Eatery_Bintaro.jpg
Hasea_Eatery_Bintaro.jpg
Hasea_Eatery_Bintaro.jpg
Hasea_Eatery_Bintaro.jpg
Hasea_Eatery_Bintaro.jpg
Hasea_Eatery_Bintaro.jpg
Hasea_Eatery_Bintaro.jpg
Hasea_Eatery_Bintaro.jpg

SNOW STORY TIME: MY LITTLE FLOWER GIRL

Petra_Sihombing_Firrina_Wedding.jpg

Hari Jumat kemarin adalah hari pernikahan kedua teman baik kami Petra dan Firrina, dan pertama kalinya Snow bertugas menjadi flower girl! Jadi rasa senang saya dan Mono hari itu berlipat-lipat. Senang karena akhirnya Petra dan Firrina resmi jadi suami istri sekaligus melihat Snow yang menggemaskan pakai kostum flower girl mengiringi mereka ke altar sambil menebar bunga. Berikut saya berbagi foto-foto Snow dan suasana acara pemberkatan dan resepsi yang kami hadiri. Sebelumnya, jangan berharap banyak foto Petra dan Firrina, ya... Hihihi! Ada beberapa, tapi kebanyakan yang saya pajang di sini foto-fotonya Snow, soalnya judul post-nya Snow Story Time. Hahaha! Mohon maaf untuk yang kecewa, tapi yang mau lihat betapa menggemaskannya Snow, langsung scroll ke bawah saja, ya!

Petra_Sihombing_Firrina_Wedding.jpg
Petra_Sihombing_Firrina_Wedding.jpg
Petra_Sihombing_Firrina_Wedding.jpg
Petra_Sihombing_Firrina_Wedding.jpg
Petra_Sihombing_Firrina_Wedding.jpg
Petra_Sihombing_Firrina_Wedding.jpg
Petra_Sihombing_Firrina_Wedding.jpg
Petra_Sihombing_Firrina_Wedding.jpg
Petra_Sihombing_Firrina_Wedding.jpg
Petra_Sihombing_Firrina_Wedding.jpg
Petra_Sihombing_Firrina_Wedding.jpg
Petra_Sihombing_Firrina_Wedding.jpg
P1100569.jpg
Petra_Sihombing_Firrina_Wedding.jpg
Petra_Sihombing_Firrina_Wedding.jpg
Petra_Sihombing_Firrina_Wedding.jpg
Petra_Sihombing_Firrina_Wedding.jpg
Petra_Sihombing_Firrina_Wedding.jpg
Petra_Sihombing_Firrina_Wedding.jpg
Petra_Sihombing_Firrina_Wedding.jpg
Petra_Sihombing_Firrina_Wedding.jpg
Petra_Sihombing_Firrina_Wedding.jpg
Petra_Sihombing_Firrina_Wedding.jpg
Petra_Sihombing_Firrina_Wedding.jpg
Petra_Sihombing_Firrina_Wedding.jpg
Petra_Sihombing_Firrina_Wedding.jpg
Petra_Sihombing_Firrina_Wedding.jpg
Petra_Sihombing_Firrina_Wedding.jpg
Petra_Sihombing_Firrina_Wedding.jpg
Petra_Sihombing_Firrina_Wedding.jpg
Petra_Sihombing_Firrina_Wedding.jpg
Petra_Sihombing_Firrina_Wedding.jpg
Petra_Sihombing_Firrina_Wedding.jpg
Petra_Sihombing_Firrina_Wedding.jpg
Petra_Sihombing_Firrina_Wedding.jpg
Petra_Sihombing_Firrina_Wedding.jpg
Petra_Sihombing_Firrina_Wedding.jpg
Petra_Sihombing_Firrina_Wedding.jpg

MY BIRTHDAY CELEBRATION + WOOP.ID GATHERING AT LOEWY

Okay, I'm throwing it way back to January, my birth month. Waktu itu sudah berniat cerita tentang acara kumpul-kumpul yang saya bikin untuk merayakan ulang tahun saya, tapi kelupaan melulu. Jadi, di tanggal 21 Januari itu saya undang beberapa teman yang sering sekali kasih feedback positif di Instagram saya - ada Runi, Fetty, dan Devi, ada Tary yang baik banget sudah bantu bikin cupcake untuk ucapan terima kasih, kemudian ada Ajeng yang merupakan partner saya bikin Woop.id juga, dan teman-teman lama - Mas Akar (plus istrinya, Mbak Kanya) dan Ade, yang tahu banget cerita jatuh bangun saya untuk makan-makan bareng di Loewy, Oakwood, Jakarta.

Kenapa di Loewy? Soalnya sudah lama saya nggak ke sana padahal suka tempatnya dan rasanya ingin menghabiskan siang itu kumpul dengan teman-teman di tempat yang familiar, sudah ketahuan nyamannya dan enak makannya. Lagi nggak mau coba tempat baru kali ini. Hahaha! Dan memang Loewy ternyata masih senyaman terakhir saya ke sana, sekitar 1 tahun yang lalu. Nggak kalah dengan restoran-restoran baru yang hits di Jakarta, buktinya kami sampai betah duduk di sana mengobrol dari jam 11 siang sampai jam 4 sore! Lama banget, kan? Apa yang bikin betah, ya?

a.jpg

Kalau menurut saya, Loewy ini suasananya sejuk, banyak angin berkat pintu-pintunya yang dibuka lebar, terus penataan tempat duduknya pas, makanannya enak-enak, dan pelayanannya benar-benar memuaskan. Semua pramusajinya sangat sigap dan ramah. Saya rekomendasi Loewy banget kalau kalian mau ajak keluarga atau teman-teman makan, misalnya Sunday brunch, karena tempat ini benar-benar nyaman sebagai lokasi kumpul ramai-ramai.

Loewy_Jakarta.jpg
Loewy_Jakarta.jpg
Loewy_Jakarta.jpg
Loewy_Jakarta.jpg
Loewy_Jakarta.jpg
Loewy_Jakarta.jpg
Loewy_Jakarta.jpg
Loewy_Jakarta.jpg
Loewy_Jakarta.jpg

Seperti yang tadi saya sebutkan di atas, kami ngobrol dari jam 11 siang sampai jam 4 sore. Topik yang dibahas nggak habis-habis. Mulai dari soal suami, anak, cara atur keuangan, vaksin, sampai The Kardashians. Hahaha! Highlight-nya: dilema bagaimana cara mengembalikan bagian tubuh kita yang dipakai untuk menyusui anak setelah sudah tidak memberikan ASI - tahu bagian tubuh yang mana, kan? Hehehe! Kalau kalian penasaran solusinya apa, kata Mbak Kanya satu-satunya cara adalah dengan operasi plastik. Oh, no! Hihihi... Senang banget meskipun teman-teman yang hadir baru bertemu satu sama lain, tapi ngobrolnya sama sekali nggak garing, malah seru banget! Mungkin karena ada Mas Aakar yang ahli soal keuangan dan Mbak Kanya yang seorang dokter, jadi bikin yang lain semangat untuk menggali ilmu mereka, ya? Untung Mas Aakar dan Mbak Kanya suka sharing ilmunya, jadi ngobrol sama mereka dapat banyak masukan positif. Saya juga dapat banyak inspirasi untuk Woop.id dari diskusi hari itu. Super happy!

Loewy_Jakarta.jpg
Loewy_Jakarta.jpg
Loewy_Jakarta.jpg
Loewy_Jakarta.jpg
Loewy_Jakarta.jpg
Loewy_Jakarta.jpg
Loewy_Jakarta.jpg
Loewy_Jakarta.jpg
Loewy_Jakarta.jpg
P1020605.jpg

Teman-teman yang saya undang ini adalah orang-orang yang selalu kasih masukan positif ke saya, ada yang secara langsung dan ada yang lewat DM Instagram. Mereka suka kasih komentar bahwa saya menginspirasi, tapi sesungguhnya mereka yang menginspirasi saya. Makanya berarti banget bisa merayakan ulang tahun saya dengan mereka. Apalagi akhirnya bisa ngobrol sama Runi, Devi dan Fetty yang biasanya cuma ngobrol lewat DM Instagram!

Loewy_Jakarta.jpg
Loewy_Jakarta.jpg

Yang nggak ketinggalan menemani saya hari itu: Snow. Having her around that day was also such a blessing for me, walaupun hari itu Snow terpaksa banyak nonton YouTube dari smartphone saya karena kalau bosan dia rewel banget dan saya lupa bawa mainan plus buku gambar dan pensil warna untuk corat-coret yang biasanya jadi hiburan Snow saat lagi kumpul-kumpul ngobrol lama begini (whoops, sorry Snow!). Terima kasih teman-teman yang sudah hadir di perayaan ulang tahun saya. It was a small celebration, but the conversation we had that day inspired me in so many ways.

LATE LUNCH WITH LA FAMIGLIA AT BLOOM, HOTEL MONOPOLI

Whoop whoop! Setelah satu minggu akhirnya sempat update blog lagi. Tapi kali ini mau throwback ke momen makan siang bareng keluarga hampir tiga minggu yang lalu. Senang karena waktu itu sempat coba makan di tempat baru yaitu Bloom di Hotel Monopoli yang lagi hits itu. Nggak heran kenapa hits, soalnya suasana di Bloom memang menyenangkan, dengan jendela-jendela besar yang mengundang banyak cahaya natural masuk ke dalam, interiornya yang terasa artsy berkat lukisan-lukisan multiwarna yang terpasang di dinding, furnitur bernuansa vintage dan bagian atap yang dibiarkan mengekspos saluran udara serta pipa-pipa yang menghasilkan kesan industrial. Saya pun dibikin naksir sama kursi-kursinya dan berbagai tanaman maupun bunga kering yang dipajang di sana. Tapi sebuah restoran nggak lengkap tanpa makanan enak. Nah, menu yang tersedia di sini cukup banyak pilihannya, termasuk yang sehat! Berikut saya berbagi foto-foto suasana Bloom, serta makanan yang sempat kami coba di sana.

Sunday_Brunch_Hotel_Monopoli_Bloom.jpg
Sunday_Brunch_Hotel_Monopoli_Bloom.jpg
Bloom_Hotel_Monopoli.jpg
111.jpg
Sunday_Brunch_Hotel_Monopoli_Bloom.jpg

Pertama kali masuk restoran ini, saya langsung jatuh cinta sama instalasi bunga berwarna merah dan pink yang merambat pada lampu merah ini. Cantik banget! Lalu saya suka dengan jendela-jendelan besarnya yang di siang hari dibuka lebar-lebar. Jadi terasa semilir angin sejuk dari luar masuk ke dalam, mengiringi cahaya natural yang menerangi interior Bloom. Kemudian, lukisan-lukisan yang terpajang di dinding mengingatkan saya sama corat-coret Snow kalau lagi gambar. Hihihi, warnanya seru banget!

Bloom_Hotel_Monopoli.jpg
Bloom_Hotel_Monopoli.jpg
Sunday_Brunch_Hotel_Monopoli_Bloom.jpg
Bloom_Hotel_Monopoli.jpg
Bloom_Hotel_Monopoli.jpg
Bloom_Hotel_Monopoli.jpg
9.jpg
Bloom_Hotel_Monopoli.jpg
Bloom_Hotel_Monopoli.jpg
Bloom_Hotel_Monopoli.jpg
Bloom_Hotel_Monopoli.jpg
Bloom_Hotel_Monopoli.jpg
Bloom_Hotel_Monopoli.jpg
Bloom_Hotel_Monopoli.jpg

What delicious food did we eat that day? Terlihat secara berurutan dalam foto berikut, yaitu Pan-Seared Salmon yang disajikan dengan tare, kimchi quinoa, dan poached egg (sehat dan enak banget!), Dry Ramen dengan mie yang terbuat dari telur segar dilengkapi chicken teriyakicrispy skin dan onsen egg, kemudian Angus Sirloin 200gram dengan grilled chayote dan saus chimmichurri yang menurut saya kurang mengenyangkan (saya orangnya suka makanan porsi besar), lalu Kale Salad disajikan bersama seaweed, charred corn, tofu crouton, dan roasted sesame yang rasanya aman-aman saja sebagai salad, serta terakhir adalah makanan penutup berupa Baked Hot Chocolate dengan salted carameltoasted hazelnut ice cream dan white chocolate crumb yang rasanya melengkapi hidup sekali. Hahaha! Okayso I'm really bad at writing a food review (or anything, really...), but overall, menurut saya makanan yang kami pesan di sana semuanya enak. Tapi kalau ditanya menu apa yang akan membuat saya kembali ke Bloom, it would be the Pan-Seared Salmon dan Dry Ramen. 

Bloom_Hotel_Monopoli.jpg
Bloom_Hotel_Monopoli.jpg
Bloom_Hotel_Monopoli.jpg
Bloom_Hotel_Monopoli.jpg
Bloom_Hotel_Monopoli.jpg

Satu hal yang saya sayangkan adalah susahnya memanggil pramusaji saat berada di restoran ini. Sepertinya pramusajinya belum cukup banyak, jadi pelayanannya agak lambat. Bagi kalian yang butuh informasi lebih banyak mengenai Bloom - seperti menu lengkap dengan harga, review customer lainnya, fasilitas Wi-Fi, jam beroperasi, alamat dan sebagainya, silahkan lihat di sini.

Yang bikin semakin menyenangkan di sana selain berkumpul dengan keluarga saya adalah melihat Snow yang lahap makan kale salad, dan kehadiran sepupu kami, Akina yang pada satu minggu dari hari itu akan dilamar, tapi sayangnya saya dan Mono tidak bisa hadir ke acara lamarannya karena Mono harus tampil di Java Jazz 2018 bersama band-nya, Neurotic, dan saya bertugas sebagai fotografernya. So, we're so happy to be able to spend quality time with Akina that day. Apalagi sorenya Akina masih sempat menemani Snow nonton barongsai untuk pertama kalinya - baca ceritanya di siniSimple happiness, indeed.

Bloom_Hotel_Monopoli.jpg
Bloom_Hotel_Monopoli.jpg
Bloom_Hotel_Monopoli.jpg